
"Apa maksud anda, aku bahkan tak pernah mengenal atau mengetahui siapa menantu mu," kata Ninik yang sedih.
"Riyan, kamu tak tau dia hah!, pria yang selalu datang ke tempat mu itu setiap Sabtu malam," kata Bu Eka yang dengan marah melihat ke arah Ninik.
"dia hanya penjual ayam bakar yang mengantarkan pesanan, dan itu memang sering mengantar ke salon karena kamu selalu makan bersama saat Sabtu malam datang," kata Ninik kaget.
"tidak mungkin, dia itu anak orang kaya tak mungkin jadi melarat seperti itu, jaminjanhan berbohong ya," kata Bu Eka.
"kalau tak percaya anda bisa bertanya kepada kepada warung tempat pemuda itu bekerja," kata Ninik.
Bu Eka tak percaya dan Ninik membuktikan apa yang dia katakan, dan kini Bu Eka merasa malu.
"sudah dek, kita lakukan akad nikah dulu, dan setelah ini kita buat perhitungan,"kata Abidin.
Bu Eka kini langsung menghubungi putrinya dan mulai bertanya tentang semua hal.
dia baru tau jika keluarga besannya itu menuntut putra mereka mandiri,itulah kenapa pemuda itu sekarang bekerja di warung makan.
dan putri Bu Eka juga bekerja di sebuah pabrik karena keuangan mereka cukup buruk.
pernikahan Ninik dan Abidin berjalan sangat lancar di saksikan semua orang.
pak Surip mengajak istrinya yang masih terdiam karena kaget itu masuk kedalam rumah.
"mau apa lagi, belum puas kalian menghina ku dan mempermalukan diriku," tanya Bu Eka yang menatap kebencian terhadap semua keluarga itu.
"kami hanya minta untuk bude merubah semua perangainya selama ini, karena satu persatu semua akan ada balasannya, lihat putri pertama mu bude, mbak Lia sekarang Sudah tak bisa hidup enak, karena ternyata besan bude Tahu segalanya disini," kata Wulan.
"dia tau jika bude sering memaksa membantumu untuk membelikan semua perhiasan dan minta motor untuk Alan,"kata wulan.
"aku itu bisa mengatur hidupku sendiri, kamu yang bocah kecil gak usah mengajari ku, kamu itu masih bocah, dan Sunar tak ku sangka sekarang putrimu berani menasehati budenya, sedang kamu diam saja, sangat hebat, sudahlah aku tak mau di sini, kalau mau pergi ya pergi saja karena aku tak peduli, dan semoga pernikahan kalian tak bertahan lama," doa buruk dari Bu Eka yang memutuskan untuk pergi.
semua keluarga tak menyangka jika Bu Eka ini ternyata begitu jahat, selama ini mereka mengira jika Bu Eka ini hanya suka bergosip.
ternyata kelakuan buruk wanita ini sudah sangat parah, beruntung Ninik bertemu dengan orang-orang baik.
__ADS_1
akhirnya malam itu Wulan dan mas Yono meninggalkan desa,begitupun dengan Ninik dan mas Abidin
sedang Bu Eka tak terima di permalukan seperti ini, karena di adalah orang yang paling baik di desa.
"kita lihat saja, sampai sejauh mana keluarga mu berani bertingkah Sunar, jika kamu tak menganggap ku sebagai saudaramu, aku akan membuat dirimu malu," gumam Bu Eka.
sedang pak Surip tak tau harus bagaimana lagi untuk menghadapi istrinya itu, ya ... dia sudah tak di dengar oleh Bu Eka.
"maafkan kami ya mas, malah jadi seperti ini," kata pak Sunar.
"tidak masalah, ini karena mbak mu yang memang sudah keterlaluan, jadi tak usah sedih tapi aku mohon setelah ini tolong kuatkan agama kalian dan juga tidur di lantai saja ya," terang pak Surip.
"iya mas, saya mengerti," jawab Bu Sunar.
dia juga pamit setelah mobil keponakannya itu meninggalkan desa.
Bu Susi tak menyangka jika selama ini Bu Eka itu lebih buruk darinya,bahkan dia membuat anaknya sendiri sengsara.
"kamu lihat dek, semua karena tidak bisa menjaga ucapan dan lidah mu, untuk kamu di tegur sebelum semuanya memburuk, lihat kalau kamu jadi Bu Eka seperti tadi," kata pak Yudi.
"iya pa, mungkin aku akan bunuh diri karena malu, pantas saat Ninik selesai bercerai dia terlihat sedih sendirian, ternyata Bu Eka yang menyebabkan itu, belum lagi masalah Wulan, ah... aku jadi tak enak dulu menghinanya, ternyata semua itu Bu Eka juga yang melakukan agar bisa mendapatkan harta ya," kata Bu Susi.
"ya Allah, ajak kek kemana gitu loh pa, masak iya libur jualan malah tidur," protes Bu Susi.
"ya udah ayo kita ke alun-alun saja, biar bisa main sepuasnya dan makan mie ayam yang jadi tempat favorit kita itu," kata pak Yudi.
"siap bos," jawab Bu Susi.
setelah kejadian di rumah Wulan kapan hari, berita menyebar luas dan membuat warga heboh.
sudah sepuluh hari ini tak terlihat sosok Bu Eka yang keluar dari rumah atau berkegiatan ngumpul bareng ibu-ibu.
Bu Sundari yang mendengar berita itu juga tak menyangka jika akhirnya Eka juga sudah dapat malu.
saat sedang santai di toko miliknya, sebuah mobil berisi barang-barang lewat di depan tokonya.
__ADS_1
seorang pria turun, "permisi Bu, mau tanya rumah pak Harto dengan alamat RT kosong dua RW kosong empat itu di mana ya?"
"lah itu mas, ruang yang ada tulisan di jual, memang kenapa kok kayaknya ada yang pindahan ya," tanya Bu Sundari .
"iya Bu, kalau begitu saya permisi," jawab pria itu.
Bu Tomo datang ke toko Bu Sundari sambil melihat truk besar itu, "belanja furniture Bu?"
"menurut mu begitu, mau di taruh mana, itu sepertinya penghuni baru yang membeli rumah pak Harto,"
"owalah akhirnya laku juga ya, padahal aku dengar itu anaknya minta harganya setinggi langit loh,"
"buktinya laku, kamu tak tau saja di belakang rumah itu loh masih sangat panjang dan luas," kata Bu Sundari
"iya juga sih, ingat dulu kalau panen Lele pasti semua orang kebagian," jawab Bu Tomo.
"eh kesini mau apa nih,mau ngajak ngerumpi ya,"
"ya gak dong Bu, aku mau belanja belo kopi susu satu renteng sama kanji seperempat dan terigu juga seperempat,"
"mau buat apa nih kok beli kanji sama terigu?"
"biasa Bu mau buat cilok untuk bocah-bocah, ya nanti siang katanya Riri mau ngajak temannya main ke rumah sekalian bikin tugas katanya," jawab Bu Tomo.
"owalah begitu toh, eh Bu Tomo, sudah lihat Bu Eka gak sih,kok sudah lama gak pernah kelihatan setelah dia di permalukan di tempat Wulan terakhir kali," kata Bu Sundari.
"ngilmu kayaknya, tapi memang loh Bu bahkan saat belanja saja dia seperti menghindari semua orang," kata Bu Tomo dengan berbisik-bisik.
"kalian mencariku," suara Bu Eka mengejutkan keduanya hingga kaget.
"innalilahi... ku kira hantu, Bu Eka ini bikin kaget, kemana saja selama ini kok gak kelihatan?" tanya Bu Tomo yang masih mengusap dadanya.
"aku beberapa hari ini kurang enak badan jadi malas keluar, memang ada gosip apa tentang ku, pasti kalian merasa aku malu karena kejadian terakhir ya," kata Bu Eka
"tidak kok... iya kan Bu sun,"
__ADS_1
"iya Bu, sudah yang sudah berlalu ya sudah, sekarang mau beli apa ini?" tanya Bu Sundari yang tersenyum agar wanita itu tak curiga.
"tolong gula dua kilo dan kopi satu-satu dua bungkus ya," jawab wanita itu