Stts... Tetangga Kok Gitu

Stts... Tetangga Kok Gitu
ternyata Bu Eka


__ADS_3

"itu di rumah pak Harto ada truk, sepertinya ada orang yang akan tinggal di sana ya?" tanya Bu Eka.


"iya Bu, sudah laku dan sepertinya mereka sedang melakukan renovasi dulu," jawab Bu Sundari.


"apa ibu Eka tau, kita sekarang kalau kumpul kurang asik nih, habis Bu Susi sibuk jualan,Bu Lastri juga jarang sekali keluar, dan sekarang Bu Anas juga sibuk dengan keluarganya," kata Bu Tomo


"entahlah Bu, aku itu juga mau keluar tapi malas, kalian kan tau jika aku keluar pasti tetangga rumah ku pasti akan bilang begini, itu tuh baru tau rasa sekarang, emang enak di buang keponakannya yang kaya, kan males banget," kata Bu Eka.


"iya ya, Wulan itu tak tau diri ya, sudah di jodohin eh malah marah dan menghina Bu Eka di depan orang, emang gak pernah sekolah ya tuh anak," kata Bu Tomo.


"iya Bu, memang Ninik itu pengaruh buruk, belum saja dia lihat kenyataannya, sudah ayo pulang, dan Bu Sundari kalau mau pacaran tutup dulu pintunya, saya bisa lihat loh," kata Bu Eka tersenyum penuh arti.


"apa..." kaget Bu Sundari.


"ibu ngeri kok, kemarin lusa aku mau beli obat nyamuk, eh pas aku mau ketok pintunya malah menyaksikan uhuy... ya tau lah, sudah ya aku pamit, yok Bu Tomo," kata Bu Eka yang membuat Bu Eka takut.


pasalnya itu adalah malam saat dia dan menantunya ah tidak mungkin, karena jika itu benar Bu Eka pasti langsung menyebarkan informasi itu.


Bu Tomo dan Bu Eka berjalan bersama , merek tertawa sambil mengobrol bersama.


tak sengaja mereka melihat pohon nangka milik Bu Toto yang berbuah lebat.

__ADS_1


"wah panen nih yuk?" tegur Bu Eka.


"iya Bu, kemari sini," panggil Bu Toto yang memang sedang memecah nangka yang masak di pohon.


"mau, bentar biar di potongin suamiku dulu, oh ya selamat atas terpilihnya jadi ketua RW ya pak Toto," kata Bu Eka.


"terima kasih Bu, nanti kalau ada laporan apapun silahkan bilang biar saya cek dulu, karena kegagalan RW sebelumnya kan karena tidak cepat tanggap," kata pak Toto.


"siap pak RW," jawab Bu Eka dan Bu Tomo.


"oh ya, ada yang mau nangka muda, kebetulan ada satu pohon yang khusu buat nangka sayur, mau gak?" tawar Bu Toto.


"mau dong, biar di gulai rak loh itu," kata Bu Tomo.


mereka pun dapat nangka muda dan nangka masak yang aromanya sangat harum.


"pak RW, sebenarnya saya mau lapor tapi takut salah, tapi apa salahnya kalau di cek dulu, sepertinya ada yang gak beres dengan Bu Sundari yang setiap malam kedatangan tamu laki-laki loh," kata Bu Eka.


"lah tadi kata Bu Eka pacarnya," kata Bu Tomo yang duduk di rumput.


"iya tau, tapi kalau malem kan ya gak bagus di lihat orang, Bu Sundari itu janda, ya masak masukin pria sembarangan, mau di cap apa rw kita itu," kata Bu Eka.

__ADS_1


"iya juga, sudah nanti coba bir saya dan Ara Tarang taruna yang jaga deh, terima kasih loh informasinya," Jawab pria itu.


keduanya pun pamit,Bu Toto melihat suaminya itu, "bapak percaya Bu Eka, kok ini ragu ya?"


"bapak percaya, karena Bu Eka itu kalau masalah beginian ada benernya, tapi yang membuat tak suka itu di tambah-tambahin itu loh," jawab pak Toto.


"ya sudah nanti kalau memang bener, berarti bu Eka sudah mulai berubah," kata Bu Toto yang di angguki oleh suaminya.


mereka pun masuk kedalam rumah, Bu Eka sendiri sudah sampai di rumah dan langsung menyimpan apa yang dia dapatkan.


dia kemudia duduk di kamarnya dan masih tak percaya jika dia tak bisa menyentuh keluarga dari pak Sunar.


sudah doa coba berkali-kali tapi tetap mental, bahkan Wulan dan suaminya juga tak bisa di sentuh.


"sialan, mereka mengunakan dukun mana untuk menjaga diri, hingga aku tak bisa menyentuh mereka," gumam Bu Eka.


ya wanita itu sakit hati dan berusaha untuk membuat keluarga dari orang-orang yang menyakitinya terluka lewat serangan ghaib.


beberapa orang bisa di lukai tapi kenapa saat ingin menyerang Wulan dan Yono, ilmunya seperti kembali padanya dan malah menyerang putranya Alan.


seminggu yang lalu dia mencobanya, bukan Wulan atau Yono yang sakit parah.

__ADS_1


melainkan Alan yang tiba-tiba terkena penyakit kulit yang parah, dan seminggu lebih dia berusaha untuk menyembuhkannya.


beruntung Suaminya tak curiga jika itu semua ulahnya karena pria itu sedang fokus menggarap sawah.


__ADS_2