Stts... Tetangga Kok Gitu

Stts... Tetangga Kok Gitu
terusir


__ADS_3

pak Toto sore hari mengajak beberapa Tarang taruna berjaga, dan kali ini Julianto memilih untuk tak jaga.


karena dia beralasan bahwa dia sedang tak enak badan, ya pria itu menindaklanjuti tentang aduan dari Bu Eka.


karena pak Toto ingin memastikan semuanya sendiri, pasalnya Bu Sundari ini seorang janda.


dan tak elok jika yang di katakan oleh Bu Eka itu semua terbukti benar.


"pak ini kita beneran mau jaga di rumah Bu Sundari?" tanya Udin yang juga pemuda desa.


"iya Udin,kamu kok gak percaya banget sih, dan berhenti main ponsel," marah pak Toto.


"ini nih pak RW baru, bisanya cuma menyengsarakan kami saja," kata Amin yang kesal juga, sebenarnya ini malam jadwal apel ke rumah pacarnya.


"Halah.. Halah... kamu pikir aku tak tau jika kamu itu mau apel kan, anak orang di Gowa gowo gak di nikahin, nikah Sono," kata pak Toto.


"sudah sih, spa salahnya kita cek saja, karena laporan warga itu penting loh," kata pak Anas yang baru datang.


"sudah deh pak, sekarang ayo kita berangkat, aku yakin pasti sudah mulai ada tuh laki, sudah jam sepuluh lebih gini, kalau gak ada kita pulang ya,"


"iya iya Din, cerewet amat," kesal pak Toto.


mereka pun berangkat ke rumah Bu Sundari, dan dengan bukti rekaman video yang di ambil Amin.


mereka pun mendekati rumah itu, dan sayup terdengar suara yang aneh.


"denger suara ******* gak?" tanya pak Anas berbisik.


"iya, aku juga paham cak, tapi sstss...." kata pak Toto.


Amin mengarahkan kamera ponselnya di sebuah jendela rumah yang kebetulan tak tertutup dengan rapi.


dia mengarahkan ponselnya semakin dekat, ternyata dia kaget melihat ada sosok dia orang yang sedang bercinta.


dan itu adalah Bu Sundari dan menantunya Julianto, melihat itu Amin gemetar dan memukul Udin.


"opo se.."


"Iki..." kata amin menunjuk kamera ponselnya.


dan Udin yang ikut melihat melongo di buatnya, dan bukti mereka sudah cukup.


setelah itu mereka pergi meninggalkan rumah itu karena tak mungkin mereka mengrebek cuma berempat, karena perlu banyak saksi juga.

__ADS_1


mereka pun bergegas ke rumah pak Eko selaku pamong atau kepala dusun di tempat mereka.


tok... tok.. tok...


"assalamualaikum pak poli," panggil mereka semua.


sedang Bu Lastri kaget mendengar ketukan pintu yang beruntun itu, "yah itu siapa yang datang, lihat sana," perintah wanita itu.


"iya sebentar," kata pak Eko yang keluar mengenakan sarung dan kaos oblong.


"wah ada apa ini, kok rombongan datang sih?" tanya pak Eko yang memang belum tau keperluan masyarakatnya itu.


"ini pak kaki mau melaporkan sesuatu yang penting, lihat pak, ya Allah ada yang zina di dusun kita," kata pak Toto.


mendengar itu pak Eko melihat rekaman video yang di tangkap oleh Amin, "ya Allah, apa ini? mereka ini ibu dan menantu kenapa melakukan ini?" kaget pak Eko


"kami tak ingin melangkahi bapak sebagai kepala dusun, tapi ini kita harus gimana, tak mungkin kan kita cuma diam saja pak," kata pak Toto.


"iya, tapi jangan di geruduk itu akan membuat heboh kita datangi sekarang dan minta penjelasan, dan jika tak bisa besok kita bawa ke balai desa dan menyelesaikan semuanya," kata pak Eko.


"siap pak, kami ikut anda saja," jawab keempat pria itu.


pak Toto dan pak Anas tak menyangka kali ini informasi yang di berikan bu Eka ternyata benar.


mereka pun bergegas ke rumah Bu Sundari, dan saat di ketuk wanita itu bahkan belum berpakaian dengan benar.


"begini Bu, saya mendapatkan laporan tentang ibu yang melakukan kegiatan terlarang, bahkan kami punya buktinya, dan ibu bisa-bisanya berselingkuh dengan menantu sendiri," kata pak Eko.


Udin sempat melihat Julianto yang mengintip, karena kesal dan pria itu yang pengecut.


Udin menarik pria itu dan mendorongnya hingga tersungkur di depan semua orang.


"dia sembunyi di kamar mandi oak, lihatlah pasangan ini, kamu tak puas memiliki istri cantik dan masih di embat juga mak-nya, ngragas temen Cok Cok," kata Udin jijik melihat pemuda itu.


"tau apa kamu, tapi pak ini urusan kami karena ini rumah tangga ku," kata Julianto.


"kami tau itu mas Julianto, tapi kami tak mau ada perzinahan di desa ini, jadi anda memilih ikut cara kami atau perlu kita selesaikan di balai desa dengan membuat kalian malu," kata pak Eko


"baik pak, kami akan akhiri dan tolong jangan buat kami malu, dan ini yang terakhirnya," kata Bu sundari.


"baiklah, jika kalian mafih tertangkap tangan melakukan hubungan ini, maka kami tak segan mengusir kalian dari desa ini," ancam pak Toto.


"iya pak kami tau, dan terima kasih atas pengertiannya," kata Bu Sundari.

__ADS_1


tapi untunglah tak terjadi hal yang tak di inginkan, tapi Udin dan Amin memiliki dendam pribadi pada Julianto.


mereka pun dengan sengaja menyebarkan video asusila itu bahkan sampai ke pak lurah juga.


jadilah satu desa heboh, tapi kedua pasangan itu masih belum menyadari sesuatu.


keesokan paginya, semua warga menyeruduk kantor desa karena kasus itu.


warga tak mau melihat ada perzinahan di desa terlebih ini sangat memalukan bagi mereka.


Bu Eka ikut saja saat di ajak pergi, begitupun dengan suaminya yang juga terlihat ikut bersuara.


"kau selalu menjadikan orang kambing hitam Bu Sundari, sekarang aku akan tunjukkan apa itu kekuatan lisan, seperti kamu menghasut orang kini aku mengunakan itu padamu," gumam Bu Eka tersenyum menyeringai.


dia sedang berdiri dengan Bu Tomo, Bu Toto, dan Bu Lastri, sedang beberapa warga menyeret kedua pasangan asusila itu.


"wanita sok suci, padahal mah murahan!!" teriak seorang warga


pak lurah yang menemui warganya juga tak bisa menenangkan massa.


pasalnya warga sudah terlanjur marah besar, sedang Bu Sundari tak menyangka jika perjanjiannya dengan pak polo dan beberapa bapak-bapak semalam tak di penuhi.


"usir dia dari kampung ini!!" teriak Bu Eka.


"usir, atau bakar saja," kata bu Susi yang memanasi keadaan.


"hukum pezina ini, usir!!" kata Bu Tomo.


"usir!!" teriak para ibu-ibu.


tiba-tiba sebuah batu melayang melempari keduanya, dan akhirnya para warga mengikuti aksi hakim sendiri.


"Semuanya tenang, jika tidak saya akan bawa kalian semua ke kantor polisi," suara pak Babinsa.


"usir saja pak, mereka itu mempermalukan desa," kata warga yang sudah terlanjur murka.


"bagaimana bisa orang yang selama ini terkenal baik ternyata ****** dan busuk, usir saja!!"


"baiklah-baiklah jika itu keinginan kalian semua," kata pak lurah yang tak bisa membuat tenang warganya.


jadilah keduanya di minta meninggalkan desa dan di beri waktu sebanyak dua kali dua puluh empat jam.


akhirnya warga pun bisa tenang, dan semua memandang jijik pada Bu Sundari dan Julianto.

__ADS_1


yang paling menyakiti Bu Sundari itu adalah dia kehilangan putri dan cucunya.


karena Keduanya memilih pergi semalam dan tak mau mendengar jawaban atau penjelasan apapun.


__ADS_2