
ia tak peduli, yang terpenting baginya adalah Suaminya saja, pasalnya Nia ini adalah tipe wanita yang menyukai sentuhan fisik dengan pria yang dia cintai.
dan beruntung pak Yudi ini adalah pria yang menyukai hal yang sama, "nda... peluk," kata Raka yang langsung memeluk bundanya itu.
"bagaimana pesanannya dek?" tanya pak Yudi
"pasti sudah selesai, dan kita bisa mulai membuka warung, dan anak-anak temani nenek di kantor ya, karena bunda dan ayah harus bertempur di dapur," kata Nia pada kedua putranya.
"siap bunda, tapi sekarang kami mau bantu di luar ya, mau bagi-bagi kertas," kata Fahri.
"baiklah nanti kalau capek istirahat ya, ibu saya titip mereka ya," kata Nia.
"tenang saja biar ibu jaga mereka," Jawab Bu Yanti.
Nia dan pak Yudi pun sudah di dapur, sebelum mulai mereka pun berdoa terlebih dahulu.
tentu saja pak Yudi sudah membagi setiap orang dalam pekerja masing-masing hingga tak ada yang merasa iri.
pak Yudi dan Nia berada di dapur dengan senjata tempur masing-masing.
Nia mengatasi untuk semua pesanan makanan dan pak Yudi adalah yang mengurus pesanan gorengan.
satu persatu pesanan datang, dan sama sibuknya, bahkan pak Yudi melihat Nia yang begitu pintar memasak.
dan Nia ntkugat suaminya yang begitu cekatan juga tak menyangka jika suaminya itu sangat pintar memasak seperti ini.
mereka berdua terus berada di dapur hingga tanpa terasa jam makan siang terlewati dan akhirnya jam tutup karena ini adalah pembukaan awal.
tak lupa mereka juga sudah memasak untuk para tetangga yang di undang.
setelah selesai, Nia memilih mandi di kantor milik suaminya yang memang sengaja di buat sangat nyaman.
tak hanya itu, bahkan kantor itu cukup luas dengan meja kerja, lemari dan juga ada sofa lipat yang bisa di gunakan untuk sofa dan ranjang.
terlihat anak-anak sedang tidur karena lelah, begitupun Bu Yanti.
"loh kamu nduk, maaf ibu ketiduran, habis ngeloni anak-anak malah ikut tidur," kata Bu Yanti.
"tidak masalah Bu, lagi pula warung sudah tutup, sebentar lagi tetangga akan datang, mas Yudi juga sedang mandi," jawab Nia.
"iya nduk, kalau begitu ibu keluar dulu ya," kata Bu Yanti.
__ADS_1
pak Yudi keluar dari kamar mandi, dan langsung menganggu putra-putranya itu agar bangun dari tidurnya.
"mas ini kenapa malah ganggu anaknya sih,"kata Nia yang kini di peluk oleh pak Yudi.
"ya sudah ganggu bundanya saja," kata pak Yudi
"mas .. itu para tetangga sudah mau datang," protes Nia yang mendapatkan serangan ciuman.
"ayah!!" teriak Fahri dan Raka yang bangun.
akhirnya mereka keluar setelah membasuh wajah dari dua bocah itu.
dan ternyata semua semua tetangga datang, mereka semua datang dengan pasangan masing-masing.
Nia sudah menyiapkan semua menu yang ada untuk semua orang, Bu Eka yang duduk dengan Bu Lastri pun langsung merasa kesal melihat Nia.
"lihatlah wanita itu tak tau malu, dia menggoda pak Yudi, hingga mau menikahinya, padahal makan Bu Susi saja belum kering," kata Bu Lastri
"aku juga heran kenapa bisa oria seperti pak Yudi mau mengurus anak yang bukan darah dagingnya, susah-susahin hidup saja," kata Bu Eka.
"ya itu benar Bu, padahal aku mau jodohin sama orang yang lebih baik, eh malah dapat janda kayak Nia itu,"
"ibu hebat, padahal menurut ku Nia itu centil dan suka pamer tubuh, tuh lihat saja," kata Bu Eka.
"itu kan menurut ibu, sudahlah ibu itu memang tak suka dengan ksmi, jadi apapun yang kamu lakukan pasti salah," kata Bu Eka.
Bu Tomo hanya bisa mengeleng pelan, bagaimana tidak dia wanita ini benar-benar tak tau malu.
padahal sudah di tegur oleh tuhan berkali-kali, hingga ada bukti nyata, tapi tetap saja tak ada yang bisa menghentikan mulut julid wanita itu.
acara makan bersama itu berjalan sangat baik dan pak Yudi bersyukur semuanya lancar.
Nia mengecek semua persediaan untuk besok berjualan juga masih aman.
"besok kalian mulai masak sendiri seperti yang saya ajarkan, jadi jangan ada yang terlupa ya," kata Nia.
"siap Bu bos," jawab mereka semua.
pak Yudi mengajak istrinya itu pulang, dan sesampainya di rumah mereka pun duduk santai di teras, dan Nia mencatat beberapa kue yang Japan hari di pesan oleh Bu Anas.
karena acara lamaran dari Vina dan Jerry juga semakin dekat, jadi dia tak mau membuat tetangganya yang sangat baik itu kecewa.
__ADS_1
sedang tak di duga Ninik pulang ke rumahnya bersama dengan suaminya.
begitupun dengan Wulan yang akan libur beberapa hari di rumah orang tuanya bersama dengan mas Yono.
terlebih mas Yono baru tau jika ada musibah yang menimpa pak Yudi, dan ternyata tak lama juga melangsungkan pernikahan juga.
dia ingin mengucapkan selamat, tapi malah sampai di rumah mertuanya sudah cukup larut.
"kalian mandi dulu, besok baru ke rumah pak Yudi, oh ya mereka sekarang tinggal di rumah Bu Yanti," kata ibu Wulan
"inggeh Bu," jawab Wulan yang sekarang sedang dalam keadaan hamil besar.
ya beruntung mereka pindah dari desa dan Wulan ternyata langsung hamil.
sedang di rumah Ninik, wanita itu masih saja belum bisa hamil, tapi tak masalah untuk suaminya karena itu bukan prioritas utama.
keesokan harinya, Bu Eka saat sedang belanja di tukang sayur kaget melihat sosok keponakannya yang kurang ajar.
dia pun melengos melihat Wulan dan ibunya datang untuk belanja. "pak i, ada ayam gak mau satu ekor ya,"
"ini bude, tapi ayam kampung harganya cukup mahal tapi," kata tukang sayur itu.
"kamu itu ngomong apa sih pak i, ya bisa beli dong masak istri juragan kaya raya beli ayam kampung saja tak bisa, memang sudah jatuh bangkrut hingga miskin," ketus Bu Eka .
"ya Allah mbak," kata ibu Wulan sedih
"kenapa memang salah, tidak bukan, karena uangnya sudah banyak bahkan dia sudah bisa menghina budenya di depan warga desa, demi membela janda fatal itu, cih... sekarang kenapa menyesal kenapa kembali kesini hah,"
"saya hanya berkunjung ke sini karena merindukan orang tua ku, jadi tidak ada hubungannya dengan bude, dan bude tak perlu repot karena bagi saya, menghargai orang itu juga harus lihat dulu, apa orang itu bisa menghargai kita, atau tidak, atau hanya bisa bermulut besar," kata Wulan.
"wah... kamu selama tinggal di kota sekarang makin berani ya, berani menjawab ku, benar-benar gadis yang kurang ajar," kesal Bu Eka.
"siapa yang kurang ajar dulu,aku atau bude yang selalu menghina keluarga kami," kata Wulan tak tahan lagi.
"sudah cukup hentikan, nduk pulang dulu biar ibu yang belanja, dan untuk mu mbak, saya mohon berhenti menghina putriku," kata ibu Wulan
Bu Anita datang, "bang daging sekilo pesanan saya, wah ada apa lagi, Bu Eka menghina orang lagi, tak terkejut, emang ya kalau hidup tidak menginjak orang itu sepertinya kurang afdol bagi Bu Eka," kata Bu Anita yang memang tak menyukai perangai tetangganya yang satu ini.
"eh pelakor diem ya," marah Bu Eka pada Bu Anita.
"hei siapa yang anda sebut pelakor, bukankah itu diri anda, ops... maaf salah ya, seharusnya aku sebutnya wanita murahan tak tau diri,berani merebut majikannya, dan saat hamil tak ada yang menikahimu, kamu pulang ke desa dan membuat seorang pria baik untuk mau menikahi wanita jahat seperti mu, wah... itu hebat, tapi memang ya buah jatuh tak jauh dari pohonnya," kata Bu Anita yang membuat Bu Eka diam.
__ADS_1
dia tak menyangka wanita itu bisa mengetahui masa lalunya yang kelam.