Stts... Tetangga Kok Gitu

Stts... Tetangga Kok Gitu
tetangga baru


__ADS_3

ibu-ibu pulang dari pengajian, mereka pun tak menyangka akan melihat dan mendengar hal seperti tadi.


padahal mereka semua juga tau jika Lulu itu menikah dengan salah satu keluarga kaya dari desa sebelah.


"kasihan sekali ya Lulu tadi, dia sepertinya di siksa oleh keluarga suaminya" kata Bu Anas.


"ya mau bagaimana lagi Bu, salah sendiri menikah dengan orang yang tak sepadan," saut Bu Susi.


"ya bukan begitu, yang aku dengar itu jika Lulu itu di jadikan alat pembayaran hutang, orang tuanya punya hutang di keluarga suaminya, eh taunya malah di siksa," kata Bu Toto.


"ini nih karena hutang yang tak sadar diri, sudah tau rentenir masih juga berani hutang," kata Bu Eka.


"loh emang rentenir ya Bu?" tanya Bu Lastri.


"iya Bu, mertuanya dan suaminya itu terkenal menjadi lintas darat yang sering merampas sawah dan harta orang yang meminjam uang darinya, dan yang terpenting mereka itu sangat kasar," kata Bu Eka.


"ya Allah... kasihan sekali, sekarang ibunya juga gila," kata Bu Anas.


"iya Bu, kemarin suami saya mengurus untuk surat agar bisa di rawat di poli jiwa di puskesmas, ya semoga bisa di sembuhkan ya, kasihan Lulu cuma punya ibunya itu," kata Bu Lastri.


"Amiin ya Bu, sudah kapan-kapan kita kumpulkan dana buat beli sembako dan membantunya yuk," usul Bu Tomo


"boleh tuh boleh," kata Bu Toto dan Bu Anas.


sedang Bu Eka dan Bu Susi cuma melengos saja, mereka sepertinya tak akan Sudi membantu wanita itu.


toh dia normal dan masih muda dan bisa mencari uang sendiri, lagi pula ada desa yang punya kewajiban menjaga warganya.


"saya duluan ya, sudah di tunggu suami," kata Bu Susi yang langsung ngacir pergi.


"dasar pelit, Bu Eka bagaimana mau ikut nyumbang?" tawar Bu Lastri.


"saya baru ingat ada jemuran kerupuk belum di angkat, duluan ya Bu," pamit wanita itu yang sudah pergi begitu saja.


mereka berempat pun mengeleng pelan melihat tingkah keduanya,mereka ini paling nomor satu untuk mengatakan keburukan orang.


tapi selalu seperti ini saat di ajak untuk membantu warga yang kesulitan.

__ADS_1


"sudah ibu-ibu,biar nanti aku telpon mbak Wulan minta bantuan, dia bilang jika di desa ada masalah, kita bisa bilang pada mbak Wulan untuk minta bantuan," kata Bu Anas.


"memang gak papa Bu RT?"


"tentu saja tidak apa-apa Bu, karena mbak Wulan bilang jika ini desa tempat kelahirannya jadi wajar saat kita minta tolong untuk warga di desa, dan jika mbak Wulan bisa bantu, maka dia akan membantu," kata Bu Anas.


"Alhamdulillah kalau begitu," kata ibu-ibu pengajian itu.


saat sedang berbincang sambil mengambil iuran, tiba-tiba ada sebuah mobil mewah melintas.


ternyata itu orang yang Kaya menempati rumah yang di beli dari pak Harto kapan hari.


para ibu-ibu pun berhenti dan melihat wanita yang turun dari mobil mewah itu.


sebagai ibu RT, Bu Anas pun langsung menghampiri tetangga baru datang itu.


"assalamualaikum... ibu penghuni baru ya, perkenalan saya Bu RT di dusun ini," kata Bu Anas.


"waalaikum salam,iya Bu RT salam kenal, saya ibu Anita Hartono, tadi ada apa kok berdiri di pinggir jalan, maaf jika saya ingin tau," tanya wanita cantik itu.


"ini Bu kami baru pulang pengajian, dan ada tetangga yang kurang mampu sedang sakit jadi kami melakukan iuran untuk membelikan sembako," jawab Bu Anas.


"terima kasih pak," kata Bu Toto.


"mati masuk ibu-ibu, ini suami saya namanya bapak Rudi Hartono," kata Bu Anita sopan.


ibu-ibu pun masuk karena di persilakan, ternyata rumah pak Harto yang selama ini terlihat seperti hampir roboh, kini di sulap seperti rumah baru yang begitu mewah.


"ibu ibu yang lain belum kenalan loh," kata Bu Anita.


para ibu pun mulai memperkenalkan diri satu persatu, setelah itu mereka malah di suguhi makanan cukup banyak.


"aduh ini kenapa kami malah merepotkan,"


"tidak apa-apa Bu, saya senang karena bisa kenal ibu-ibu, oh ya besok ada acara selamatan, semua bisa datang untuk bantu-bantu karena saya belum tau semua tentang desa ini," kata Bu Anita.


"tenang Bu, selama ada Bu RT, Bu RW, dan Bu pamong pasti beres," kata Bu Tomo.

__ADS_1


"Alhamdulillah, sebenarnya saya mau minta tolong pada Bu RT nanti, taunya malah di sambut seramah ini," kata Bu Anita.


"iya Bu,kita sebagai tetangga harus saling bantu," kata Bu Anas.


mereka pun melanjutkan cerita tentang Lulu, dan pak Rudi serta istri akan ikut menolong.


jadi setelah acara selamatan, keesokan harinya mereka akan datang menemui keluarga itu.


akhirnya semua ibu pamit karena hari makin gelap, tanpa lupa karena ibu-ibu sudah mampir, mereka pun di berikan oleh-oleh dan anggap saja salam perkenalan.


esok hari, semua datang dengan membawa Gawan untuk membantu di rumah baru yang sedang di adakan khatam Al-Quran.


Bu Anita pun tak menyangka jika para tetangga begitu dekat hingga saling bantu seperti ini.


tentunya kecuali dia orang yang memang tak tau jika ada seperti itu, karena mereka kematian pulang duluan.


Bu Anas menjadi juru masak karena wanita itu memiliki kemampuan yang mempuni.


keluarga dari pak Rudi Hartono datang dari kota, makin jadi rame.


saat tiba-tiba Bu Anas kaget karena langsung di peluk oleh seorang wanita.


"aduh akhirnya ketemu calon besan, maaf ya belum sempat datang, karena ayah anak-anak lagi sakit, tapi lusa kami datang, bagaimana menantu ku sehat ya, aduh anaknya cantik sekali Bu besan," kata ibu-ibu itu.


"tunggu dulu Bu, ibu ini siapa?" tanya Bu Anas kebingungan.


"aduh ibu berhenti membuat ibu Vina bingung, maaf Bu ini ibu saya," kata Jerry yang mencium tangan Bu Anas, guru yang meminang Vina kapan hari.


"ya Allah besan, akhirnya ketemu, padahal saya sudah tak sabar pingin ketemu loh, karena dari suaranya sudah tau pasti orangnya cantik dan seru ini," kata Bu Anas yang tak kalah antusias.


sedang ibu-ibu lain yang menyaksikan begitu heran karena mereka persis melihat dua ibu Anas sekarang.


"maaf ya besan, tapi saya janji pasti segera datang, tapi nanti tidak ikut ya,"


"ya tidak dong besan, itu anaknya lagi di suruh jaga adik-adiknya," jawab Bu Anas


"ya Allah ... gak sabar aku mau peluk Vina, habis dari video call dan fotonya, anaknya cantik, manis, baik dan kalem, pinter dia pilih calon istri," kata ibu Jerry menunjuk putranya.

__ADS_1


"Alhamdulillah kalau besan suka," kata Bu Anas.


__ADS_2