
para bapak-bapak ini pulang dari masjid, tak dengan mereka melihat pak Eko yang keluar dari rumah.
"loh pak Eko, katanya kurang enak badan, kok malah keluar makan," kata pak Anas yang melihat pria itu.
"iya nih pak, lagi mau cari makan, permisi ya," kata pria itu yang langsung pergi.
"aku dengar jika Bu Lastri ini sudah pergi dari rumah, sepertinya mereka bermasalah," kata pak Tomo.
"wah kurang canggih nih, kata istri saya sih katanya pak Eko ini punya simpanan artis dangdut gitu, bahkan katanya punya anak kembar laki-laki, eh taunya bukan anaknya tapi anak orang lain, karena anunya sudah di potong sana Bu Lastri, jadi gak akan bisa menghamili wanita lain," kata pak Anas.
"widih... sadis juga sih, tapi itu membuktikan jika sebaik-baiknya pria, jika pegang uang banyak pasti njlanah, bapak Tomo tidak begitu kan," kata pak Yudi melihat tetangganya itu.
"menurut mu begitu pak, bisa di injak istri ku nih dua bijih kesayangan, lagi pula jangan pegang duit banyak-banyak karena para janda mengincar." kata pak Tomo tertawa.
"Alhamdulillah, kalau sekarang bendahara umum ku ini emm... terbaik pokoknya," kata pak Yudi.
"Halah pamer nih pak Yudi," kata pak Anas.
"ya maklum, yang dulu kan mekikit pak RT, jadi sekarang bebas merdeka karena sudah cantik, molek dan Mont*k, pintar cari uang juga," kata pak Tomo.
"he-he-he, anda minta di tonjok ya berani ngomongin istriku," kata pak Yudi yang berhasil membuat mereka tertawa.
mereka bertiga pun berpisah dan memilih untuk pulang ke rumah masing-masing.
sesampainya di rumah, pak Yudi sudah di tunggu oleh Nia, "bagaimana mas, soalnya baku baca di grup warga, mas jadi ketua panitia Agustusan,"
"waalaikum salam sayang, Ita sayang ku cintaku, sekarang istirahat ya, karena besok kita ada jumpa dokter sayang," kata pak Yudi.
"baiklah mas, tapi tolong buatkan mie kuah," mohon Nia.
"baiklah tunggu di ruang tengah ya, kebetulan aku juga ngidam mau makan ayam goreng," kata pak Yudi.
"mas ih... awas ya kalau pakai minyak," kata Nia yang mengikuti suaminya
Nia yang memasak untuk pak Yudi membuat ayam goreng, sedang pak Yudi membuat mie kuah.
setelah jadi mereka berdua saling berbagi, bahkan Nia baru merasakan bahagianya seorang wanita hamil yang di manjakan oleh suami.
__ADS_1
"kenapa nangis si sayang? jangan sedih nanti dedeknya ikut sedih," bujuk pak Yudi.
"maaf mas, aku dulu saat hamil Fahri dan raja selalu melakukan semuanya sendiri, dan tak pernah di manjakan, tapi sekarang aku punya mas dan ibu mertua yang sangat baik," kata Nia.
akhirnya mereka berdua berpelukan, pak Yudi tak mengira hidup Nia dulu seburuk itu.
sedang pak Eko sampai di sebuah warung penjual nasi goreng, dia sedang dalam peninjauan, jika kecamatan dan kabupaten menyetujui surat pencopotannya.
maka sudah di pastikan dia akan di berhentikan secara paksa dari jabatannya saat ini.
dia pun makan dengan lahap, untungnya dia masih memiliki beberapa uang yang dia sembunyikan.
"pak polo, aku dengar kasusnya, ya Allah turut prihatin ya pak," kata penjual nasi goreng itu.
"iya pak, saya khilaf, terlebih istri saya yang begitu kasar dan di rumah jarang dandan, bagaimana tidak berpaling saya ini kerjanya di luar yang selalu bertemu wanita cantik, tapi di rumah ya Allah..." kata pak Eko.
"iya juga sih, terlebih kalau bapak harusnya di sambut dengan sosok cantik ya," kata penjual nasi goreng itu.
setelah kenyang, pak Eko memutuskan untuk melihat rumah lamanya yang sudah dia perbaiki, meski rumahnya itu di daerah cukup jauh dari tempat tinggalnya saat ini.
tapi saat sampai dia kaget melihat rumahnya ada yang menempati, padahal dia tak menyuruh seseorang menempati rumah itu.
dia pun memutuskan pulang saja, besok baru melihatnya lagi dan bersiap pindah dan istirahat untuk beberapa hari.
dia kembali ke rumah, dan langsung masuk kedalam kamar miliknya dan memilih tidur.
sedang di rumah mewahnya, Bu Lastri merasa sedih, dia mengira jika suaminya itu akan mengemis dan memohon padanya.
tapi nyatanya suaminya itu tak datang, bahkan menelpon dirinya saja tidak.
dia merasa kesepian sekarang, bagaimana tidak merasa sepi, biasanya dia selalu menganggu pak Eko yang ingin tidur.
bahkan pria itu tak bisa tidur jika tak memeluknya atau tak menerima ciuman dari istrinya itu.
kini dia merasakan apa itu hampa sebuah suasana karena suaminya yang tak berada di sisinya.
pak Eko juga tak bisa tidur, dia selalu memeriksa samping ranjang tempatnya itu tidur.
__ADS_1
"sudah lah Eko... dia memilih jalannya, kamu juga harus seperti itu," gumamnya menyadarkan dirinya sendiri.
keesokan harinya, Bu Yanti libur mengantar sekolah, tapi jaga rumah bersama Fahri karena tadi jam enam pagi Nia dan pak Yudi sudah berangkat ke klinik salah satu dokter terkenal.
mereka juga sudah mendaftar sehari sebelumnya, jadi mereka sudah punya nomor urut di klinik itu
"loh kok tumben Bu Yanti yang belanja, mana mbak Nia kok gak kelihatan, tumben apa sedang tak enak badan?" tanya Bu Anas.
"sedang ke dokter karena Yudi, nanti juga langsung ke warung, jadi saya yang mengawasi di rumah," kata Bu Yanti.
"loh kenapa kok ke dokter, apa sakit ya, atau ada masalah?" tanya Bu Tomo
"tidak apa-apa hanya periksa kandungan Bu, maklum mereka berdua sepertinya akan jadi orang tua lagi," kata Bu Yanti.
"e ... Alhamdulillah Bu, akhirnya nambah anak," kata Bu Anas senang.
Fahri membawa sepeda miliknya menghampiri sang nenek yang masih belanja.
"nenek, Fahri berangkat ke sekolah dulu ya, assalamualaikum..."pamit bocah tampan itu
"waalaikum salam..." jawab mereka semua
pak Eko keluar dari rumah karena dia di minta datang ke kecamatan untuk melakukan sesi tanya jawab.
Bu Anas dan Bu Tomo langsung mulai bergosip, Bu Yanti yang mendengar berita itu syok dan kaget.
pasalnya pak Eko ini selama ini terkenal sangat baik dan pendiam, Bu Yanti tak percaya saja.
"yey... siapa juga yang gak cari yang lain diluar,kalau yang di rumah kayak Bu Lastri begitu," saut tukang sayur
"tuh Abang tukang sayur saja gak mau," kata Bu Anas.
pak Eko memilih mampir ke rumah keluarga miliknya, ternyata itu adalah anak dari pak Gono yang selama ini merawat rumah itu.
"pak Eko datang, maaf saya tidak tahu," kata gadis muda itu.
"tak masalah, aku hanya ingin melihat rumah ini sebentar," jawabnya
__ADS_1