
"Aku ingin kaya" ucap Rian membuat Naya menoleh ke arah nya sangat cepat.
"Maksudmu?"
"Tidak, aku ingin sector cosmetic di negara kita bisa bersaing dengan sector di negara lain yang sudah sangat berkembang, menurut ku, sector di negara kita masih tertinggal jauh dan masih bergantung dengan perusahaan dari luar" jawab Rian membuat Naya tersenyum dan kembali mengucap rasa syukur untuk itu.
Rian adalah definisi yang sangat sempurna bagi nya.
Naya mangut-mangut, pertanda mengerti.
"Kapan kamu akan melaunching ini?" tanya Naya tak sabar.
"Sabar dulu, aku masih mencari dokter untuk membuat resep semua nya, dan mencari perusahaan yang mau bergabung untuk membuat wadah nya" jawab Rian.
"Rumit sekali, tapi perkiraan kapan ini akan selesai?"
"Aku kira dua bulan"
"Kamu sudah mempersiapkan dana berapa?"
"Dua miliyar, namun aku rasa itu kurang"
"Benar, ku rasa itu kurang" ucap Naya menimpali, di lihat dari segi, pembuatan bahan pokok untuk cream siang dan malam saja itu seperti nya pas pas pasan, belum juga membayar dokter, membayar pembelian wadah, karyawan dan lainnya?.
Naya memundurkan kursinya, "Aku ingin keluar sebentar" ucap Naya berdiri. Rian mengangguk.
Naya pergi untuk mengambil handphone nya. Dia mengotak atik nya sebentar lalu menunjukkan pada Rian. "Kamu bisa memakai uang ku untuk kekurangan nya" ucap Naya memberikan ponsel yang layar nya terpampang sebuh saldo dari rekening Naya.
Rian membaca deretan angka itu, angka yang berjumlah cukup fantatis. Bahkan lebih banyak dari miliknya.
"Tidak perlu, itu uang mu, aku bisa berusaha untuk mencari nya" tolak Rian secara halus, malu. Mana mungkin seorang laki laki tulen seperti dirinya memiliki saldo rekening lebih sedikit dari pada istrinya.
Naya mengerti, dia mengambil tangan Rian dan mengelus nya. "Aku ingin menemani setiap langkah mu, aku ingin membantu membangun perusahaan mu, tolong terima, anggap saja ucapan terimakasih ku karena kamu telah menerima ku apa adanya."
*
*
*
*
__ADS_1
"Rian, ayo, katanya mau ke dokter" ucap Naya mencoba membangun kan suaminya dari tidur siang nya yang tak kunjung terbangun hingga hari menjelang malam ini.
Naya membangun kan suaminya untuk menagih janji nya. Janji untuk menjalankan program diet yang memiliki pengawasan dari ahlinya.
"Enggh.. kamu sakit mau ke dokter?" tanya Rian mendudukkan dirinya, tak lupa dengan kebiasaannya. Garuk garuk kepala.
"Kamu lupa janji kamu tadi pagi?!" tanya Naya sedikit meninggikan suaranya, kedua tangan nya dia letakkan di pinggangnya. Berkacak pinggang dengan bibir yang mayun.
"Janji apa Nayaaaa?" tanya Rian kembali merebahkan tubuhnya di kasur empuk nya.
"Kamu memiliki janji untuk mengantarkan ku bertemu dokter untuk menjalankan program diet" ucap Naya memberi tahu janji yang Rian lupakan.
"Em, jam berapa sekarang?" tanya Rian kembali mendudukkan dirinya.
"Jam empat sore, ayo bangun~" rengek Naya. Naya maju menghampiri suaminya, memegang tangan Rian dan menariknya agar berdiri.
Rian berdiri, dia sudah mengingat janji yang dia berikan tadi pagi. "Baiklah, aku akan mandi, kita akan berangkat sebentar lagi, bersiap lah" ucap Rian tersenyum, tangannya mengelus rambut hitam Naya kemudian beranjak masuk ke dalam kamar mandi.
Segurat merah menjalar di pipi Naya. Naya tersipu.
"Kenapa kamu mematung seperti itu? kamu simulasi?" tanya Rian keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit tubuh bagian bawahnya, dan handuk yang dia bawa di tangannya.
"Kamu mandi model bagaimana?" tanya Naya menggelengkan kepalanya sebentar.
"Maksud kamu?" tanya Rian tak mengerti.
"Kamu masuk kamar mandi belum lima menit—"
"Kata siapa?, aku delapan menit mandi" potong Rian melihat jam yang berada di dinding kamar mereka.
"Bukan nya?" tanya Naya menggantungkan kalimatnya. Dirinya masih belum bisa mencerna kejadian ini.
"Kamu yang kebanyakan melamun"
*
*
*
"Jadi dok, ini istri saya mau menjalani program diet" ucap Rian sangat datar ketika melihat lawan pembicaraan nya berpotensi merebut perhatian Naya.
__ADS_1
Rian akui bahwa dokter itu tampan, namun lebih tampan dirinya.
"Baik, kalau boleh tahu Nama istri anda siapa?, umur nya?, dan pekerjaan nya apa?" tanya dokter itu kembali.
Rian menyenggol lengan Naya dengan bahu nya pertanda Naya yang harus menjawab pertanyaan dari dokter itu.
Naya menoleh kearah Rian, kemudian menoleh ke arah dokter pria di depan nya itu. "Nama saya Naya, umur saya 24 tahun, pekerjaan saya ibu rumah tangga" jawab Naya membuat dokter pria itu mengangguk dan menulis nya di atas kertas.
"Jadi begitu, saya akan mengirimkan seorang wanita untuk menemani langkah langkah nya ya, mulai dari makanan, olahraga dan lainnya, boleh minta alamat rumah anda tuan? tanya dokter itu.
Kening Rian mengkerut mendengar apa yang di ucapkan oleh dokter itu. "Maksudnya?"
"Jika saya langsung turun tangan melihat perkembangan diet istri anda, maka yang lainnya bagaimana? maka, jalan alternatif nya adalah mengirimkan seseorang yang masih dalam pengawasan ku" jawab dokter muda itu.
Rian mengangguk. "Baik, ini alamat rumah saya, apakah besok istri saya sudah bisa mendapatkan pengawasan program diet itu?" tanya Rian memberikan sebuah kartu kecil pada dokter itu.
"Baik, besok bawahan saya akan ke rumah anda" ucap dokter itu.
Rian mengangguk singkat. "Baiklah, kami permisi, ayo Nay" ucap Rian merangkul pinggang Naya.
*
*
*
"Ini, kamu harus makan malam yang enak sebelum kamu menjalani program diet besok" ucap Rian menyodorkan beberapa piring kecil kecil yang berisi berbagai steak yang memiliki tingkat kematangan yang berbeda beda.
"Aku akan mulai mencegah nya sekarang" ucap Naya menolak, dia mendorong kecil piring itu agar ke tengah meja.
Rian menatap Naya tajam, "Kamu makan sekarang atau aku akan membatalkan program diet mu itu" putus Rian final sembari menatap Naya dengan datar, sangat datar.
Naya menatap Rian memelas, "Baiklah" ucap Naya pada akhirnya, dia belum bisa sepenuhnya melupakan rasa masakan yang begitu sedap di lidah seperti steak ini.
Naya mengambil garpu dan pisau dan mulai memotong daging itu.
Rasa gurih, karena balutan rempah rempah dan tingkat kematangan yang sempurna membuatnya semakin enak. Rasa ini adalah rasa yang sangat sulit di lupakan oleh lidah Naya.
****
Jangan lupa like, subscribe dan komen nya ya..
__ADS_1