Suami Penebus Hutang

Suami Penebus Hutang
Hasil.


__ADS_3

"Kita mendapatkan delapan ratus pemesanan pertama!" pekik Raya ketika melihat rincian pemesanan di handphone nya.


Setelah dua jam melakukan live di salah satu platform, akhirnya Naya mendapatkan jumlah pemesanan nya sebanyak delapan ratus.


"Benarkah? wah kau akan kaya Naya!" sahut Vita mendatangi Naya, dia ikut melihat rincian pemesanan yang sangat banyak.


"Benar, kapan kamu akan membungkus nya?" tanya Vita membuat Naya terdiam, dia melihat ke arah sang suami.


"Kapan kita akan membungkus nya?" tanya Naya pada Rian.


"Kalau sekarang bagaimana?" tanya Rian membuat Naya mengangguk senang.


"Ayo!" seru Naya.


"Aku akan ikut!" sahut Vita.


Sementara Raya kini tengah sibuk dengan dunianya sendiri, dia sedang membuat akun media sosial nya sendiri. Setelah melakukan live selama satu jam penuh, dirinya merasa jika dirinya sudah sedikit di kenapa oleh masyarakat.


"Kak, apa kamu tidak mau ikut?" tanya Naya mengajak sang kakak.


"Tidak" jawab Raya singkat yang sudah memperjelas segalanya.


"Baiklah, ayo kita ke ruang kerja!" seru Naya beranjak pergi menuju ruang kerja nya.


Ruang kerja Naya dan Rian sudah di rombak kembali oleh Naya, dengan tambahan rak rak untuk meletakkan stok produk yang akan dia edarkan ke pasaran.

__ADS_1


*


*


*


"Aku berangkat dulu ya" pamit Rian pada sang istri.


Naya mengangguk, dia pergi ke depan rumah nya untuk mengantarkan suaminya pergi bekerja.


"Hati hati Mon" ujar Naya membuat Rian mengangguk.


*


*


*


*


"Baiklah, ayo kita jenguk dia" ujar seorang pria yang sedang merangkul pundak wanita itu dan membawanya pergi dari sana.


Di dalam mobil taxi, hanya ada keheningan yang menerpa mereka. "Aku ingin berbicara" ucap wanita itu lirih.


"Bicaralah"

__ADS_1


"Sebenarnya, aku sudah tidak memiliki uang untuk membayar pengobatan anak kita, semua uang tabungan ku sudah ludes di makan oleh biaya perawatan ke rumah sakit" ujar wanita itu membuat pria yang sedari tadi melihat pemandangan luar langsung menoleh ke arah nya.


Pria itu melihat wanita yang berada di depannya dengan sendu, "Butuh berapa?" tanya pria itu tersadar, tersadar bahwa dia tidak pernah sekalipun Membiayai pengobatan darah daging nya sejak empat tahun yang lalu.


Semuanya di tanggung oleh wanita di depannya selalu ibu dari anak nya.


"Setengah miliar" jawab wanita itu membuat sang pria menahan nafas nya kaget.


•••


"Daddy!!" pekik anak kecil yang Kepala plontos itu.


Pria yang berada di sebelah wanita itu tersenyum lembut melihat sang buah hati telah tumbuh dengan sangat cantik meskipun harus berbaring di ranjang rumah sakit.


Pri itu mendekati anak kecil itu, tersenyum lembut, tangannya mengelus rambut anaknya dengan penuh kasih sayang. "Bagaimana kabar mu nak?" tanya pria itu membuat senyum pada anaknya luntur.


Pria itu mengetahui perubahan dari raut wajah sang anak pun merasa nyeri di hatinya. "Aku tidak baik Dad" jawab anak itu lirih yang sukses membuat sepasang orang tua tanpa adanya ikatan pernikahan itu nyeri.


"Kenapa putri daddy tidak baik baik saja hmm?" tanya pria itu mencakup wajah kecil anak nya.


"Aku ingin cepat sembuh dad, supaya bisa bermain seperti anak anak yang lainnya, bisa merasakan seperti apa memiliki rambut yang indah dan supaya bisa merasakan berlari di taman dengan rambut indah itu" jawab anak kecil itu membuat hati pria itu mencelos.


"Rian, tolong geser sedikit"


***

__ADS_1


Minta komen nya dung, apapun...


__ADS_2