Suami Penebus Hutang

Suami Penebus Hutang
Raya.


__ADS_3

Kali ini Raya sedang duduk sambil live di salah satu aplikasi yang tengah populer di kalangan remaja. Dengan sepaket skincare dengan merek Yarin yang berada di depannya. Merk milik Rian dan Naya.


Setelah kejadian kepergok oleh Rian tadi sebab ciuman dari Jaffer, Raya malu, sangat malu. Maka dari itu dia mengunci pintu kamar nya dan mencoba melupakan kejadian kepergok itu.


"Kak, bagaimana cara glowing seperti kakak?" ucap Raya mengeja pertanyaan dari penonton live nya.


"Kalian ingin glowing seperti aku? aku punya rekomendasi banget nih, cocok untuk kalangan remaja, dewasa hingga lansia" ucap Raya dengan ramah. Di tersenyum manis menyapa para penonton nya.


Tangan nya mengambil sebuah cream di atas meja.


"Kalian harus membeli ini, karena ini sangat bagus, mengandung —"


Plak


"Jawab Ja lang!"


Raya terkejut dengan teriakan sang adik ipar beserta suar tamparan itu, dia meletakkan handphone nya di atas meja, lalu berdiri, "Nanti aku akan mereview nya" ujar Raya sebelum mematikan live itu.

__ADS_1


Raya keluar dari kamar nya dengan pelan pelan, dia membuka pintu kamar nya dan melihat Rian keluar masih dengan memakai kemeja tadi.


Raya diam, dia kira kenapa, dan mungkin Naya bersama suaminya tengah bertengkar, dia kembali masuk dan menutup pintunya.


"AAAAAHHHHHHHH" jeritan Naya kembali membuat Raya terkejut, dia keluar, tidak jadi masuk dan menghampiri kamar Naya yang berada di samping kamar nya.


Raya menempelkan telinganya di depan pintu kamar Naya, "AAAAAHHHHHHHH" jerit Naya sekali lagi membuat Raya kembali teringat kejadian di masa lalu.


Jeritan itu sama persis seperti jeritan Naya waktu Naya berumur 14, jeritan yang membuat dirinya harus pura pura membenci Naya agar dirinya tidak terlihat rapuh di depan Naya.


Jeritan itu, jeritan yang selama dua tahun selalu dia dengar dulu, jeritan yang tidak pernah berhenti membuat hati nya terluka.


Semua terjadi karena dirinya menolak pernyataan cinta dari pria itu, jika dia menerima pasti semuanya tidak akan berakhir seperti ini. Berakhir adik nya yang menjadi korban dari pria tak beradab itu.


Tubuh Raya merosot, dia duduk bersandar di pintu itu dengan tangis yang amat mendalam. Waktu itu, psikologi Naya sangat terguncang selama dua tahun penuh.


Raya ingat, ada yang salah dalam dirinya, dia melupakan sesuatu, Raya berdiri, dirinya mencoba membuka pintu kamar Naya, namun hasilnya nihil, pintu itu terkunci membuat dirinya di landa rasa takut dan cemas.

__ADS_1


Raya mencoba menenangkan dirinya, dia harus sesegera mungkin mencari sebuah kunci atau bagaimana cara membuka pintu kamar ini dengan cepat, jika tidak, Raya takut kebiasaan Naya untuk melukai dirinya sendiri kembali.v


Dulu, setiap hari Naya selalu menggores tangannya dengan sebuah cutter, jika tidak ada maka pecahan kaca. Naya akan Jika memang tidak ada semuanya, Naya mengigit tangan nya hingga berdarah.


Pernah suatu hari Raya bertanya ketika Naya tidak kambuh. Kenapa Naya melukai dirinya sendiri maka jawaban Naya membuat Raya takut dan sangat syok.


Naya bilang, "Dia tertawa ketika aku mengeluarkan darah dari tubuh ku, dan aku juga tertawa karena itu, sekarang"


"Aku tidak ingin hidup lagi, mereka sangat kejam pada ku."


*


*


*


***

__ADS_1


Komen ya..


.


__ADS_2