
Suara langkah kaki yang begitu tegas terdengar di seluruh penjuru lorong sebuah mansion miliknya.
Ceklek..
Mata tajam nya mengamati seluruh ruangan yang menjadi kamar seorang wanita yang mampu membuat dirinya menjadi gila selama sembilan tahun terakhir.
Pria itu masuk ketika mendapati wanita nya tengah berpose di depan kaca besar dengan baju cosplay nya.
"Hai sugar" sapa pria itu memeluk perut wanita di depannya dari belakang.
"Kamu sudah pulang?" tanya wanita itu menatap kaca di depannya. Tangannya memegang tangan besar yang melingkar di perut ratanya.
"Kurasa kau tidak buta" jawab nya mulai menggerayangi leher jenjang wanita yang berada di pelukannya.
Wanita itu mendengus kasar. Selalu seperti itu, membuat dongkal saja
"Lepas!" ujar wanita itu menyentak tangan yang berada di dadanya.
Pria itu tersenyum miring. "Kau sudah mulai berani rupanya ha?" tanya pria itu dengan nada yang sangat rendah.
Wanita di depannya meringsut takut, dia mundur dua langkah hingga sedikit terbentur dengan kaca besar di depannya.
"Tidak, maafkan aku Jaffer" lirih wanita itu menunduk.
Jaffer tak diam, dia maju dua langkah dan menghimpit wanita nya dengan kedua tangannya.
"Aku tidak suka nada tinggi mu Naya!" ujar pria itu mencengkram kuat pipi Naya dengan satu tangannya.
Naya mengangguk, "Tolong lepaskan, ini menyakiti ku Jaf," ucap Naya membuat Adam sedikit meluruh, dia melepaskan cengkraman itu lalu memeluk tubuh kurus Naya dengan sangat erat.
__ADS_1
"Jangan membangkang, kau tahu aku bukan lah pria yang bisa bersabar" ujar Jaffer membenamkan kepalanya di celuk leher Naya.
Naya mengangguk, tinggal selama tujuh tahun bersama dengan Jaffer membuat nya sangat tahu apa yang di sukai dan tidak di sukai oleh pria yang menjabat sebagai suaminya ini.
Entah bagaimana ceritanya Naya terbangun dengan semu ingatan nya hilang, dan Jaffer muncul di depannya dan mengatakan, "Aku suami mu sugar,"
Dan luka sayat yang berada di sekujur tubuhnya, entah apa yang terjadi di masa lalu Naya tidak ingin mengetahui nya, karena jika di lihat dari luka itu, seperti nya dirinya di masa lalu sangat lah buruk.
Percaya tidak percaya, Naya tidak bisa menolak, karena tidak ada satupun ingatan yang berada di dalam otaknya.
Dan perlahan dia mulai menerima Jaffer sebagai suaminya. Lagi pula seperti nya tidak ada yang perlu di curigai dari Jaffer, dia orang yang sangat keras, namun tidak dengan dirinya. Seperti kejadian tadi contoh nya.
Dan selama tujuh tahun, tidak ada satupun ingatan nya yang kembali, mungkin dia memang benar benar istri seorang Jaffer. Jaffer juga memberikan nya sebuah bukti buku nikah keduanya pada nya.
Naya pun tidak ingin mengetahui seperti apa dan bagaimana masa lalunya. Yang terpenting dirinya bahagia dengan Suami dan kedua anaknya.
"Maafkan aku, jadi bagaimana dengan kondisi anak kita?" tanya Naya melepaskan pelukan itu namun Jaffer menahannya.
"Anak kita baik baik saja, dia akan pulang sebentar lagi" jawab Jaffer menggigit gigit pundak Naya yang sangat bersih itu.
Jaffer melepas pelukannya, dia menatap istri nya mulai dari bawah ke atas. Perfect. Satu kata untuk istrinya.
Dengan memakai baju cosplay milik salah satu karakter di anime yang biasa di tonton oleh istrinya membuat istrinya itu semakin imut dan sangat cantik. Meskipun umurnya sudah menginjak kepala tiga.
"Menolak tua huh?" tanya Adam.
Naya menggeleng, "Aku belum tua, kamu yang sudah tua tiga puluh sembilan tahun" ujar Naya meledek.
Adam tersenyum miring. "Meskipun aku sudah tua, tapi aku bisa membuat mu menjerit di atas ranjang sugar," ucap Jaffer mengangkat tubuh Naya ke atas ranjang nya, kemudian dia memeluk Naya dan membenamkan kepalanya di belahan dada besar Naya.
__ADS_1
Naya tersenyum, dia mengelus rambut pria yang sudah di cintai nya ini.
Naya memejamkan matanya. Entah apa yang terjadi di masa lalunya, dia tidak peduli, dia tidak akan mencari tahu dan dia tidak akan kembali pada masa lalu nya seandainya ingatannya kembali.
Dia sudah bahagia bersama dengan suami dan kedua anaknya sekarang. Ya meskipun dia tidak di perbolehkan sama sekali keluar ke khalayak ramai oleh suaminya yang sangat posesif dan sial nya dia sangat menyayangi nya.
"Tetaplah seperti ini hingga nanti Naya, hanya aku, Ziko, Raya dan obat itu yang tahu segala nya, biarkan aku menebus kesalahanku dengan membahagiakan kamu hingga maut menjemput kita"
"Maaf jika sudah membuat semua masa lalu mu hilang bersamaan dengan luruhnya obat itu pada tubuh mu"
"Mau kemana mas?" tanya Rima sembari meletakkan novel nya.
"Mau ke makam Naya, mau ikut?" tanya Rian membuat Rima mengangguk.
Tujuh tahun berlalu, akhirnya janji itu sudah terpenuhi, menikah dan hidup bahagia.
Rian bersyukur Tuhan mengirimkan Naya untuk membantu nya, meskipun Naya sudah pergi duluan bersama dengan semua rasa sakit yang di deritanya.
Rian sudah berdamai dengan semua keadaan termasuk dengan Raya, sang kakak dari mantan istrinya yang dia ceraikan karena meninggal.
Rian tidak akan melupakan semua kenangan yang Naya berikan, tanpa Naya dirinya tidak akan mampu membuat perusahaan besar seperti saat ini, bahkan dengan semua novel dan semua foto foto yang telah Naya jepret untuk mengabadikan momen itu.
Naya akan menempati tahta tertinggi di dalam hatinya. Setelah Rima tentunya.
Epilog..
Biarlah semua berlalu mengalir seperti air dan biarkan waktu membawa air itu menjadi sebuah es di kemudian hari.
Kisah mereka telah usai, semua kembali pada kehidupan masing masing yang membuat mereka tenang dan bahagia.
__ADS_1
Dan Naya akan tetap abadi di dalam hati Rian selamanya.
Meskipun Naya tidak pernah mengingat sedikit pun tentang Rian.