Suami Penebus Hutang

Suami Penebus Hutang
....


__ADS_3

"Jadi, nona Naya meninggal karena tusukan pada jantung nya," Rian terkejut, dan raut wajahnya tidak bisa menyembunyikan raut terkejut itu, apa? tusukan? Amarah Rian meningkat di atas kepalanya.


"Siapa yang berani menusuknya dok?" sumpah demi apapun, Rian akan membalas orang yang telah membunuh istrinya.


Sementara dokter pria itu semakin mengerutkan keningnya, menjadi dokter pribadi bagi dua pasien VVIP membuat nya bisa mengenal dan menganalisa dengan jelas siapa keluarga dan penyebab pasti dari sakitnya pasien nya itu.


"Dia menusuk dirinya sendiri" jawab dokter itu membuat Rian terlonjak kaget, menusuk dirinya sendiri? untuk apa? dan Rian tahu bahwa Naya tidak segila itu untuk menusuk dirinya sendiri.


"Jangan bercanda dok,!" ujar Rian sedikit meninggikan suaranya.


"Saya tidak bercanda, dan tidak ada yang tidak mungkin jika pasien mengalami gangguan depresi seperti nona Naya" jawab dokter itu kembali membuat Rian terkejut.


Depresi? sungguh selama ini Naya tidak pernah cerita apa apa padanya.


"Bisa di ceritakan semua nya dokter?" tanya Rian meremat tangan nya.

__ADS_1


Dokter itu mulai menceritakan semuanya dari awal, dari cerita Raya dan dari apa yang di lihat nyaa.


Rian mengelapkan tangannya, perasaan menyesal itu menyeruak di seluruh dads Rian, sesak dan sakit mendengar cerita dari dokter itu.


Flashback end...


"Heh bajing4n ternyata sudah punya anak kau ya!!" pekik Raya membuat lamunan Rian langsung terhenti, mendengar kata anak dia langsung menoleh dan melihat anak dan kekasihnya tengah berada di samping nya.


Rian menolehkan pandangannya ke arah pemakaman. Pemakaman itu sudah selesai, dan Raya sedang berdiri sambil membawa sekeranjang bunga uang sudah kosong.


"KAU MENUDUH ADIK KU ****** HANYA KARENA DIA TIDAK PERAWAN, TAPI KAU SENDIRI? KAU SUDAH MEMILIKI ANAK, ASAL KAU TAHU YA, DIA TIDAK PERAWAN KARENA PEMERKOSAAN, SEDANGKAN KAU" Raya menjerit, dia menangis histeris tak terima jika adiknya mati sia sia.


"KENAPA KAU TIDAK PULANG SELAMA DUA MINGGU SETAN! JIKA KAU PULANG MUNGKIN ADIKKU TIDAK AKAN MATI!"


"GARA GARA KAU ADIK KU MATI, GARA GARA KAU BAD— Duk brukk" Ziko memukul tengkuk Raya, dan seketika itu juga Raya tidak sadarkan diri, Ziko masih menghormati area pemakan, dan maka dari itu lebih baik dia melakukan ini pada Raya dari pada membuat kegaduhan yang menyebabkan semua orang marah.

__ADS_1


Ziko mengangkat tubuh Raya, "Aku pergi" ujar nya beranjak dari area pemakaman.


Meninggalkan Rian dan Rima serta anaknya yang berada di area pemakaman itu.


Rima datang kemari karena telepon dari Rian yang mengatakan bahwa Naya telah meninggal.


Rian berjongkok di samping pemakaman Naya. Dia menatap lekat batu nisan di depannya. "Maafkan aku Naya," ujar nya.


"Maafkan aku, kenapa kau tidak mengatakan sedari awal? jika kau mengatakan nya sedari awal mungkin semua ini tidak akan terjadi" sambungnya, sungguh, jujur dari hatinya yang terdalam, dia tidak merasakan apapun selain rasa suka karena Naya bisa membantunya membuat perusahaan nya.


Rasanya seperti penipu memang, tapi sungguh Rian tidak tahu harus bagaimana lagi, selama dua Minggu penuh di memikirkan, dan sudah bulat akan menceraikan Naya secara baik baik karena janjinya pada Rima, namun ternyata tuhan berkehendak lain, Naya pergi sebelum dia melepaskan nya.


"Maafkan aku Naya, aku sudah mempunyai seorang anak, dan maafkan aku tidak pernah memberikan rasaku padamu"


"Maaf, dan terimakasih, aku akan mengenang mu selama nya, bukan sebagai istri, namun sahabat yang terbaik"

__ADS_1


End...


__ADS_2