Suami Penebus Hutang

Suami Penebus Hutang
Pulang.


__ADS_3

"Naya, aku pulang!" pekik Rian dengan wajah yang berbinar binar, di telah pulang, dengan membawa buket mawar merah yang berada di tangan kanannya.


Rian membuka pintu ruang kerja mereka, karena Rian yakin bahwa Naya berada dia sana jika mendengar ucapannya bahwa Naya tengah mengejar target lima ratus juta nya.


Sejujurnya Rian merasa prihatin dengan Naya, namun, mau bagaimana lagi tidak ada yang mampu membantu usahanya kecuali Naya.


Maka dari itu, dia pergi ke toko bunga dan membeli bung. untuk Naya.


Dan benar, Naya berada di dalam ruang kerja mereka, duduk fokus dengan kaca mata yang bertengger manis di hidung nya.


"Hai, selamat malam" ujar Rian yang menunduk tepat di samping pipi Naya.


Naya terkejut, dia menoleh "Selamat malam" ujar nya kemudian menyimpan file yang dia ketik tadi.


Untuk hari ini sudah, dirinya akan berhenti karena punggung nya sudah merasakan penat.


"Istirahat dulu" ujar Rian mematikan PC yang berada di hadapan Naya.


Naya tersentuh dengan sikap kecil itu, meskipun rasanya ada yang berbeda dari sikap suaminya karena kejadian tadi pagi, namun dirinya tidak memikirkan itu.


Cukup percaya dan tidak mencari tahu apa yang sebenarnya tidak di beri tahu itu lebih baik untuk sekarang.


Rian memutar kursi Naya untuk menghadap ke arah nya.

__ADS_1


"Bunga untuk tuan putri" ujar Rian berlutut di hadapan Naya dan memberikan sebuket bunga mawar merah untuk Naya.


Naya kembali tersenyum, dia menerima buket itu dengan penuh rasa yang berbunga-bunga.


"Flower For¹?" tanya Naya tersenyum tipis dan menatap ke arah Rian.


"flowers for loved ones²" jawab Rian mengulurkan tangannya ala-ala ingin menari.


"Thank you, I'm flattered about that³" jawab Naya menerima uluran tangan dari Rian, dia berdiri di ikuti oleh Rian yang berdiri.


"Masih pukul tujuh, ayo kita keluar" ujar Rian melepas pegangan tangan mereka dan merangkul pundak Naya yang sudah mulai mengecil.


Perjuangan wanita itu selama delapan bulan terakhir sangat membuahkan hasil, meskipun ada sedikit kelicikan dalam program dietnya, seperti seminggu dua kali memakan seblak, mie ayam dan yang lainnya. Padahal itu tidak boleh dalam program diet yang di lakoni oleh Naya.


"Jalan jalan saja, naik motor, keliling kota, dan membeli jajanan di pinggir jalan, kamu tidak pernah keluar kecuali membeli perlengkapan rumah 'kan?," ujar Rian yang tepat sekali.


Selama ini Naya tidak pernah keluar dari area rumah, alasannya malas.


Naya nampak berpikir sejenak.


"Ayo, kita membuat sebuah kenangan" ujar Naya melepas rangkulan Rian, dia masuk ke dalam kamarnya dengan sedikit berlari dan meletakkan buket bunga itu di atas nakas samping tempat tidur nya.


Lalu, Naya berlari ke arah lemari dan membukanya. "Kenapa kamu tergesa gesa seperti itu? apakah sudah tidak sabar untuk keluar dan pergi berjalan jalan?" tanya Rian tersenyum melihat tingkah Naya yang menurut nya di luar pemikiran.

__ADS_1


Rian melepaskan satu persatu kancing kemeja nya.


"Aku memiliki paket yang belum aku buka" ujar Naya menunjukkan sebuah kardus yang masih tersegel dengan bubble wrap nya.


"Apa itu?" tanya Rian. Naya tidak menjawab tangan nya bergerak lincah membuka kardus itu. Setelah terbuka, Naya mengeluarkan kardus berisi sebuah benda kecil yang biasa di sebut dengan kamera.


"Camera, for?" tanya Rian.


"To make a memory⁴"


••••



Flower For? \= bunga untuk?


2.flowers for loved ones\= bunga untuk orang tersayang


3.Thank you, I'm flattered about that\= Terima kasih, saya tersanjung tentang itu


4.To make a memory\= Untuk membuat kenangan


__ADS_1


__ADS_2