Suami Penebus Hutang

Suami Penebus Hutang
O+


__ADS_3

Raya keluar dari ruangan IGD dengan keadaan yang sangat pucat dan sangat lemas karena dia telah mendonorkan darah nya untuk sang adik sebanyak empat kantung penuh.


Raya duduk di kursi depan ruangan itu, bersandar dan memejamkan matanya. Sungguh dirinya seperti kehilangan semua tenaganya, dia tidak kuat untuk apapun. Bahkan untuk sekedar kembali berdiri.


Menyesal? tentu tidak, malah Raya bahagia bisa membantu saudara nya itu sekarang, dia lebih, sangat menyesal ketika dirinya tidak bisa menyelamatkan Naya dari pelecehan waktu itu.


Andai dirinya menerima pernyataan cinta dari kakak kelasnya itu, pasti pelecehan itu tidak akan pernah terjadi dan Naya tidak akan melalui hal hal buruk.


Naya sudah terlalu menderita sejak pelecehan waktu itu. Trauma, depresi, dan menilai kelainan psikologis yang lebih dari satu.


Sesungguhnya, Raya berbuat jahat selama ini karena dia ingin melupakan kejadian pelecehan gara gara dirinya, dia di hantu i rasa bersalah dan penyesalan itu seumur hidup nya.


"Kenapa?" suara berat nan lembut itu mengayun lembut di telinga Raya, Raya membuka matanya dia tersenyum ke arah berondong nya ini.


"Kenapa kamu bisa di sini?" tanya Raya mengulurkan tangannya dan mengelus pipi berondong nya bernama Ziko itu.


"Seperti nya kamu lupa tentang kuasa yang di miliki oleh diriku" jawab Ziko membuat Raya mendengus kesal.


"Iya, kan kau calon pemilik perusahaan keamanan swasta terbesar di dunia ini" jawab Raya dengan memanyunkan bibirnya.


"Bahkan aku memiliki lebih dari itu"


"Jadi, kenapa kamu berada di sini?" tanya Ziko dengan nada khawatir, dia khawatir pada wanita yang berbeda usia dengannya.

__ADS_1


"Aku kekurangan uang"


Ziko telah terjebak dengan pesona wanita didepan nya yang sangat matre, dan sial nya dia telah jatuh pada pesona gadi itu.


"Fine, lima ratus juta aku transfer"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ........


Rian memasuki sebuah apartemen sambil menuntun anak dan ibu dari anaknya. Malam ini, anaknya sudah diperbolehkan pulang oleh dokter karena sudah di nyatakan sembuh secara total dan bisa kembali beraktivitas seperti biasanya.


"Maaf, apartemen ku kalangan menengah ke bawah" ujar Rima berjalan mendahului Rian untuk menyalakan lampu.


"Ah, kurasa sangat nyaman" jawab Rian menuntun putrinya.


Nayla melihat apartemen yang akan menjadi tempat tinggalnya mulai hari ini, karena selama empat tahun dia selalu hidup di ranjang rumah sakit.


"Kamu mau minum apa?" tanya Rima yang berada di dapur.


Dapur apartemen ini langsung terhubung dengan ruang tamu dan gandeng dengan meja makan.


"Apa saja" jawab Rian melihat Rima tengah membuka kulkas nya, Rian memberikan gadget pada Nayla, dia berdiri dan menghampirinya Rima.


Rian berdiri di belakang tubuh Rima, lalu dia memeluk nya dari belakang, mencium rakus aroma susu yang tetap melekat. Aroma yang membuat dirinya mabuk kepayang.

__ADS_1


Hasrat Rian yang tadi padam karena mengetahui istrinya tidak perawan kini kembali bangkit, sesungguhnya dia masih menyimpan hasrat itu, namun ketika dirinya mengetahui dan kecewa seketika hasrat nya hilang.


Lalu Rima menelepon dirinya dan memberi tahu nahwa anaknya akan pulang dari rumah sakit. Tanpa berlama-lama lagi dirinya pergi ke rumah sakit dengan kemeja yang masih melekat pada tubuhnya.


Rima merasa sedikit risih dengan sikap Rian, karena Rima sadar bahwa pria yang tengah memeluk nya adalah suami dari seorang wanita lain.


"Lepas Rian!, kamu sudah memiliki istri" ujar Rima mencoba melepaskan pelukan itu.


"Aku akan menceraikan nya, she not a virgin, i don't like her¹"


******


*


*


*


*


*


__ADS_1


dia bukan perawan, aku tidak menyukainya



__ADS_2