Suami Penebus Hutang

Suami Penebus Hutang
Naya.


__ADS_3

Raya juga mendengar kalimat itu terucap saat Naya meracau tidak jelas ketika dia menggores lengannya dengan sebuah cutter, dan waktu itu, Raya tidak bisa melakukan apapun untuk mencegah, karena, Naya mengancam akan menusuknya dengan cutter itu.


Dan dari jawaban Naya membuat Raya harus berpikir, karena kata 'Mereka' untum orang yang lebih dari satu, atau mungkin Jaffer mengajak teman nya? entah lah.


Raya mengambil kunci kamar nya, dia ingin mencoba untuk membuka kunci pintu kamar Naya dengan kunci kamar nya, karena dapat Raya lihat, model kunci pintu kamar nya dan Naya sangat mirip.


Ceklekek..


Ceklek..


Pintu terbuka, Raya langsung membuka pintu itu dengan cepat lalu "NAYAAAA!!" pekik Raya ketika melihat Naya tergeletak tak sadarkan diri di samping tempat tidur dengan darah yang berceceran dan sebuah cutter yang berada di tangan kanannya.


Raya panik, ternyata benar, ketakutan nya terjadi, cerita masa lalu kini kembali terulang, sama persis.


Raya menghampiri Naya, dia memeriksa tangan yang di sayat sendiri oleh Naya, begitu lebar dan dalam. Raya menghitung sayatan itu, empat belas. Sesuai dengan umur Naya yang saat itu berumur empat belas.


Selalu, Naya selalu menyayat lengan nya dengan jumlah empat belas. Namun, Raya terkejut, dia tidak salah melihat kan? di sayatan terakhir itu tepat di nadi Naya.


Nadi yang terus mengeluarkan darah yang kental hingga saat ini. Raya berdiri, dia langsung berlari untuk meminta pertolongan.


Raya keluar dari rumah nya, dia melihat segerombolan laki laki muda yang tengah bersantai di rumah depan rumah Naya.

__ADS_1


Raya menghampiri dengan berlari.


Suasana yang ramai akan candaan dari para lelaki muda itu sudah berganti dengan keheningan karena melihat Raya berlari ke arah mereka, mereka menatap satu sama lain.


"Eh ada apa mbak kok terburu-buru?" tanya salah satu laki laki yang kisaran umur nya adalah 18 tahun.


"Aku ingin meminta tolong!" jawab Raya ngos-ngosan.


"Minta tolong apa?" tanya pemuda yang lainnya.


"Adikku mengiris nadi nya sendiri, ayo bantu aku membawanya ke rumah sakit, dan—" Raya menoleh, dia melihat mobil yang terparkir di depan rumah itu.


"Ayo Cepetan!" ujar Raya sudah mengeluarkan air mata nya.


Para pemuda tadi serentak berdiri, mereka berlari menuju rumah di depan mereka mengikuti wanita di depannya ini.


Sementara lelaki yang memiliki mobil tadi dengan sigap masuk kedalam mobil nya dan bersiap untuk mengantar ke rumah sakit.


*


*

__ADS_1


*


***


Dengan rasa panik yang melebihi jiwa nya, Raya berdiri di depan ruangan IGD yang Naya berada di dalam nya.


Rasa khawatir itu kian membuncah, sudah dua jam Naya berada di dalam sana, ternyata, setelah di lakukan pemeriksaan, ternyata bukan hanya sayatan yang berada di tangan Naya, namun, ternyata Naya menyayat bagian d


perutnya sangat dalam dan panjang hingga harus di jahit oleh dokter.


Ceklek..


"Bagaimana dok adik Saya?" tanya Raya menghapus air mata nya.


"Saya membutuhkan golongan darah O+ dan di rumah habis tadi pagi" jawab dokter itu.


"O+ ?"


****


Jangan lupa untuk like, dan komen, komen, komen, dan komen, entah lah..

__ADS_1


__ADS_2