Suami Penebus Hutang

Suami Penebus Hutang
sindiran.


__ADS_3

"Maaf ya Mon, gara gara kelalaian ku kamu harus memakan roti pagi ini untuk sarapan" ucap Naya meletakkan dua lembar roti yang di dalam nya ada berbagai macam isian, dari tomat, daging sosis, serta telur pada tiap tiap orang.


Di meja makan itu ada Raya, Naya, Rian, dan Vita mereka tengah duduk dan memakan sarapan yang telah Naya siapkan.


"Tidak, kamu tidak bersalah Naya, yang bersalah adalah orang yang masih belajar menjadi seorang pelakor" sahut Vita di sela sela kunyahannya.


Semua orang di meja itu terdiam, Naya menarik kursi yang berada di samping suami nya, dia tidak ikut makan, karena program dietnya mengizinkan nya makan setelah melakukan proses olahraga.


Raya menghentikan kunyahan nya mendengar ucapan wanita yang tiba-tiba datang dan merusak momen yang selama ini dia nantikan.


Raya menatap Vita dengan tajam, tapi tak Vita gubris sama sekali, dia masih menikmati sarapan pagi yang sudah dua bulan ini dia tidak menikmati nya.


"Ucapan mu kau tunjukkan pada siapa?" tanya Raya kembali mengunyah rotinya.

__ADS_1


"Untuk orang yang merasa saja, yang pasti bukan aku, karena aku masih di jemput oleh istri sah nya untuk masuk" jawab Vita menyahuti dengan menekan kalimat 'sah' nya yang berarti Naya adalah istri sah Rian.


Dan ucapan itu sukses membuat Raya menggeram marah.


"Maksud mu aku!?" tanya nya menghentikan kunyahannya, dia meletakkan roti kembali di atas piring nya.


Sementara Rian yang sedari tadi tidak menghiraukan apapun hanya terdiam, dia telah menyelesaikan acara sarapannya, dia menyenggol pundak Naya yang tengah menopang dagunya melihat perdebatan itu.


Naya menoleh, "Ada apa Mon?" tanya Naya berbisik sambil memberi isyarat kepada Rian melalui jari telunjuk yang dia letakkan di depan bibir nya. Syarat untuk diam tidak mengacau.


"Kamu juga, jaga diri baik baik" ujar Naya. Rian mengangguk. Dia pergi dari dapur dengan hati hati tampa menimbulkan suara.


Naya kembali menopang dagu nya, melihat aksi saling sindir menyindir yang di lakukan oleh kedu orang di depannya.

__ADS_1


"Tidak ada seorang wanita yang tidak tertarik dengan suami Naya, dan aku akui, dia tampan sangat tampan, aku menyukai nya tapi hanya sekedar suka, bukan cinta, dan ku rasa, kedatangan mu akan memberi ku topik gosip setiap hari" ucap Vita.


"Apa maksud mu mengatakan itu? dan membicarakan ku sebagai topik untuk bahan gosip mu?" tanya Raya yang sudah melipat kedua tangannya di depan dadanya. Dia menatap wanita cilik yang sudah berani menyindir nya di langsung di depan wajah nya.


"Ya, setiap hari aku dan Naya hanya membahas topik yang biasa saja, dan hari ini dan seterusnya kita akan membahas tentang seseorang yang menjadi bibit..." Vita menggantung kalimat nya.


"Bibit bibit pelakor.. " sambung Vita jelas. Dia mengambil gelas yang berisi air dan meneguknya hingga tandas.


Vita tau jika seperti nya wanita di depannya ini adalah calon calon penggoda, di lihat dari topik obrolan yang dia ketahui dari mendengarkan semua obrolan yang di lakukan nya dengan Rian.


Topik obrolan yang seperti sedang menjelekkan Naya di depan suaminya.


Raya gemas, dia berdiri dan menggebrak meja. "Apa maksud mu ja lang!!?" pekik Raya menunjuk wajah Vita dengan telunjuknya.

__ADS_1


"Wah.. santai dong kak.." ucap Vita mencoba menenangkan Raya.


"Apakah kalian tidak akan berhenti berdebat? ini masih pagi.. "


__ADS_2