Suami Penebus Hutang

Suami Penebus Hutang
Prom night (Lima tahun yang lalu).


__ADS_3

"Rian!" pekik Rima menggedor gedor pintu kamar kos Rian.


Cek lek..


Rian membuka pintu kamar nya, menampilkan sosok nya yang begitu sempurna dengan balutan kemeja hitam dan celana berwarna hitam.


Sesuai dengan perkataan Rima bahwa dress code prom night kali ini memakai pakaian serba hitam.


Rima melihat Rian dengan tatapan kagum nya, kekasihnya itu sangat tampan, dan beruntung nya kali ini dia pergi ke acara prom night bersama Rian. Rian tidak pernah memalukan.


"Rian ganteng banget, Rima jadi salah tingkah sendiri deh" puji Rima secara gamblang, dia selalu mengekspresikan perasaan nya langsung.


"Pacar siapa dong.." jawab Rian bercanda membuat Rima terkekeh geli dengan sendirinya.


"Rima suka deh ngajak Rian ke acara prom night nya Rima, soalnya Rian ganteng, Rian gak malu maluin Rima yang cantik ini" ujar Rima memutar tubuh nya bak princess.


Rian melihat tingkah laku Rima yang menurutnya sangat ajaib itu terkekeh kecil, gadis yang menjadi kekasih nya itu menggunakan dress selutut dengan model payung di bawah nya.


Rima tiba tiba diam membuat Rian mengerutkan kening nya. "Rima kenapa?" tanya Rian.


"Tapi... Gara gara ngajak Rian payudr4 Rima ngilu" curhat Rima membuat Rian yang tadinya merengut kini terkekeh dengan ucapan polos dari kekasih nya itu.


"Rian jangan ketawain Rima dong" rengek Rima menghentak hentakan kakinya.


Rian menghentikan kekehan nya, dia mengelus rambut Rima yang di biarkan terurai itu.


"Iya, iya, tapi kamu keenakan kan tadi?" tanya Rian membuat rona pada pipi Rima.

__ADS_1


"Jangan di bahas ih, ayo kita pergi!" ujar Rima menggandeng lengan Rian yang di tutupi oleh kemeja hitam itu.


"Baiklah baiklah" jawab Rian mulai berjalan, dia sudah meminta izin kepada ibu kost selaku ibu dari kekasihnya itu. Meminta izin untuk pergi bersama ke acara prom night Rima dengan motor yang dia beli satu bulan yang lalu.


Masalah hubungan nya dengan Rima, keluarga Rima sudah mengetahui dan setuju setuju saja, asal jangan kelewatan batas dalam hubungan.


*


*


*


Sesampainya di sebuah gedung bertingkat, Rian masuk sambil merangkul pinggang Rima mesra.


Mereka berdua bergabung dengan yang lainnya, melakukan hal yang seru, berdansa bahkan meminum alkohol yang memang di sediakan oleh pihak sekolah nya.


Alkohol dengan kadar yang sedikit, tidak mencapai 10%.


"Wanita manja seperti mu tidak pantas untuk pria tampan itu!" ejek lawan bicara Rima yang di ketahui bernama Jesi itu.


"Kenapa memang nya, kau iri dengan pacar ku yang tampan itu, bukannya kau juga memiliki pacar, apa pacarmu itu jelek sehingga melirik punya ku?" tanya Rima dengan ejekan.


Jesi menggeram marah, sebelumnya wanita di depannya ini tidak pernah melawan atau bahkan menjawab semua perkataan nya, tapi sekarang? bahkan wanita di depannya ini sudah pandai mengejeknya. Akan Jesi balas wanita itu.


Rian hanya diam sembari duduk di hadapan wanita yang tengah berdebat itu.


Rima tersenyum ke arah Jesi, Jesi terbakar api, dia pergi meninggalkan Rima untuk pergi mengadu ke kekasih yang ayahnya adalah pemilik sekolah nya.

__ADS_1


Rima duduk dengan cemberut di samping Rian.


"Kenapa hmm?" tanya Rian.


"Aku sebal karena—"


"Permisi, ini minuman penangkal mabuk kak, ini sudah di sediakan oleh pihak sekolah" ujar seorang pelayan pria memberikan dua gelas kecil yang berisi air berwarna sedikit kecoklatan.


Pelayan itu pergi.


Mereka berdua saling menatap satu sama lain, kemudian Rian mengambil kedua gelas yang berada di atas meja itu.


"Ini, agar kamu tidak mabuk" ujar Rian memberikan satu gelas itu pada Rima.


Rima mengangguk, "Ayo kita minum bersama sama" ujar Rima mengangkat gelasnya di ikuti oleh Rian.


"Bersulang" ucap mereka berdua.


Cing...


Mereka berdua meneguk minuman itu, namun, ketika tiga tegukan masuk ke dalam tubuh mereka, mereka merasakan ada yang aneh, seperti tubuh mereka terbakar.


"Kak, panas" ujar Rima membuat Rian mengangguk.


Dia juga merasa panas, gerah dan lain sebagainya.


Rima duduk dengan gelisah. Rian pun juga, namun, tiba tiba Adik kecilnya terbangun, dan saat itulah Rian baru menyadari bahwa minuman itu adalah obat PERANGSANG.

__ADS_1


****


KOMEN*...


__ADS_2