Suami Penebus Hutang

Suami Penebus Hutang
...


__ADS_3

"Kamu tidak mau pulang?" tanya Rima, kali ini, mereka tengah berada di taman apartemen. Dengan Nayla yang yang sedang bermain dengan teman teman random nya.


Rian yang tengah duduk bersandar pada Rima mendongak, "Kenapa?" tanya nya.


"Kamu tidak mau pulang? Naya masih menjadi istri kamu" ucap Rima mengelus rambut Rian.


Rima sadar akan kesalahannya kali ini, meskipun Rian memiliki janji dengannya— janji akan menikahi nya, Rima tidak akan menutup matanya bahwa Rian adalah pria beristri.


Dan kebetulan dia adalah orang yang ada di masa lalunya, dan kebetulan juga memiliki anak dari Rian.


"Aku masih tidak ingin melihat wajah nya, dia telah bersikap polos padahal ya begitu" jawab Rian membuat Rima memberhentikan elusannya, dia mendorong kepala Rian dan menatapnya lekat.


Sudah dua minggu Rian lari dari masalah keluarga nya, seharusnya dia—sebagai kepala dan pria yang baik adalah menyelesaikan masalahnya terlebih dahulu, dan mengenai janji itu, dia rela untuk menjadi kedua dan berbagi hati serta rumah dengan Naya.


Raya sudah mengetahui semua cerita hidup Rian menikah dengan Naya, mengetahui bahwa Naya berperan penting dalam pembangunan perusahaan cosmetic yang sedang melejit tinggi saat ini.


Maka dari itu, dia tidak ingin menjadi egois. Mengambil manis dari Rian, dan membuang Naya yang ikut pahit usaha Rian.


"Dia masih istrimu, kau tidak akan lari dari masalah kan? kamu itu kepala keluarga, dan dari ceritamu, mungkin, Naya adalah korban pemerkosaan seperti yang saat ini marak terjadi, kamu tidak boleh menyimpulkan tanpa mendengar penjelasan dulu Rian," ucap Rima mencoba memberitahu kemungkinan kemungkinan.


Entahlah, hanya kemungkinan itu yang positif di pikiran nya.

__ADS_1


Benar, apa yang di katakan oleh Rima, dia tidak boleh lari dari masalah, dia harus mengatakan sejujurnya, dan menyelesaikan ini, semua, mengenai Rima dan anaknya, dan masalah rumah tangganya ke depan nya.


Rian nampak berpikir sebentar, dia memejamkan matanya, mengingat ngigat sesuatu yang salah. Ketika dia mencium bibir Naya, tidak ada masalah, namun ketika tangannya mulai menjalar ke bukit kembar milik Naya, Naya langsung mendorong nya.


Sial, apa perkataan Rima benar? jika Naya adalah korban dari pelecehan, tapi ada kemungkinan lain, sesuai apa yang dia lihat dan simpulkan sendiri, mungkin saja Naya adalah wanita gampangan seperti kakak nya? tidak menutup kemungkinan bukan?.


"Lalu bagaimana dengan janji ku dulu? aku sudah berjanji akan menikahi mu Rima" ujar Rian membuka matanya, dia menatap lekat mata Rima.


Rima tersenyum "Aku bersedia menjadi yang kedua" jawab Rima membuat Rian langsung berdiri.


"Aku akan pergi" ujar nya mengecup pelan bibir Rima. "Bilang ke Nayla, aku akan pergi" ujar Rian beranjak dari hadapan Rima.


Bohong, dia tidak ingin di madu, sungguh.


Rian membuka pintu rumah nya, setelah dua puluh lima menit berkendara, akhirnya dia telah sampai ke tujuannya. Rumah.


Rian memasuki rumah nya, dia mengerutkan keningnya, kenapa rumah nya kotor sekali, banyak debu debu. Apa Naya tidak membersihkan rumah nya?.


Rian melangkah menuju kamar nya, dia membuka pintu kamar nya, banyak noda merah yang berceceran di lantai kamarnya, Rian menahan nafasnya, apa seperti ini Naya selama di tinggal selama dua Minggu? menjadi seorang pelalas?.


"Naya!" pekik Rian keluar dari kamar nya, dia tidak mau melihat kamar nya lagi.

__ADS_1


Rian membuka pintu ruang kerja mereka. Masih sama sejak terakhir yang dia lihat, cangkir kopi yang berada di meja atas Naya. Dan handphone Naya?


Merasa tidak ada Naya, dia mulai mencari keberadaan Naya di seluruh rumah nya, dan nihil dia tidak menemukan apapun.


Pasti Naya selingkuh! j4lanh si4l4n! pikir Rian sudah tidak ada kemungkinan lagi kecuali selingkuh, Rian menahan emosi nya.


Rian masuk ke kamarnya, dia akan mandi untuk menyimpan emosinya agar ketika Naya pulang dia bisa melampiaskan nya pada Naya.


*


*


*


Tok tok tok...


"Rian!!"


Rian mendengar suara dari kakak ipar nya.


Rian yang sudah berganti baju langsung membuka pintu kamarnya.

__ADS_1


"Kemana adik si4lan mu itu?"


Plak...


__ADS_2