Suami Penebus Hutang

Suami Penebus Hutang
Kangkung


__ADS_3

Pagi ini, Naya tengah berkutat dengan wajan dan kawan kawannya di temani oleh sang kakak yang sedang melihat saja.


"Apa masih lama?, masak begitu saja lama!" tanya Raya sebal sudah tiga puluh menit dirinya menunggu Naya memasak tapi sampai sekarang belum selesai juga.


Sebenarnya Raya tidak sudi berada di dapur untuk waktu yang lama, hanya saja sang adik ipar nya yang tampan itu menjadi pemicunya.


Namun, sampai sekarang sang adik ipar nya itu belum keluar juga dari kamar nya setelah kejadian kemarin malam.


"Sebentar kak, ini mau selesai" jawab Naya sabar.


Tok...


Tok...


Tok...


Naya dan Raya menoleh mendegar suara ketukan itu. Naya tau pasti orang yang mengetuk adalah sang pendamping program diet nya.


Naya menatap ke arah Raya. "Kak, tolong bukakan, aku harus memotong wortel ini, sebentar lagi Lemon akan datang" pinta Naya pada Raya.


Raya mendengus, dia berdiri dari duduk nyaman nya, menghampiri Naya dan langsung mendorong nya. "Sana, aku yang akan memotong nya" ucap Raya mengambil alih pisau yang ad di tangan Naya.


Naya menghela nafasnya, tanpa mengucapkan apapun dirinya pergi ke depan, membukakan pintu rumah nya agar Vita dapat masuk.


Cek lek...


"Yuhu... apakah kamu sudah mandi?" tanya Vita sebagai sapaan di pagi ini.


Meskipun baru beberapa hari dirinya mengenal Vita, Naya sudah tahu kepribadian Vita bagaimana, Vita memiliki kepribadian sangat penasaran tapi mengerti, juga Vita memiliki mulut yang ceplas ceplos.

__ADS_1


"Sudah. Apa kamu sudah sarapan?" tanya Naya membuat Vita menggeleng.


"Aku belum sarapan, aku mau numpang boleh? roti saja, cuma lima kok"


Kan... Benar apa kata Naya, Vita itu orang nya ceplas ceplos. Sangat bar bar. Bagaimana orang seperti Vita menjadi seorang pendamping sebuah program diet yang mengutamakan soan santun?.


"Ayo, aku sudah memanggangkan nya untuk mu," jawab Naya mempersilahkan Vita masuk.


*


*


*


"Khem, kemana istri ku kakak ipar?" tanya Rian mengambil gelas yang berada di atas meja dan meneguk nya.


Raya tersenyum, tapi ada sedikit rasa sebal karena Rian mencari Naya bukan Dirinya. Raya.


"Aku tidak tahu, dia menyuruhku untuk membantu nya, dan dia malah pergi entah kemana" jawab Raya sedikit memainkan lidahnya.


Rian tak percaya, dua bulan berumah tangga bersama Naya, dirinya tidak pernah yang namanya Naya lalai dalam hal mengurus pekerjaan rumah tangga meskipun Naya sedang menjalani program diet dan menulis novel yang akan di terbitkan nya bulan depan.


"Lalu kemana istri ku?" tanya Rian mendudukkan diri di kursi.


"Aaw, ssstttt, sakit.." ringis Raya memegang jari nya yang teriris dan mengeluarkan darah.


Rian menoleh mendengar suara ringisan yang keluar dari bibir kakak ipar nya itu.


"Are you okey?" tanya Rian berdiri lalu melihat jari Raya yang terluka.

__ADS_1


Raya diam, dia menekan luka nya agar keluar darah.


Rian yang melihat darah langsung mencekal tangan kiri Raya dan membawanya ke kran. Lalu mengalir inya dengan air.


"Jika kau terluka, alangkah baiknya segera di basuh agar tidak menyebabkan terjadinya infeksi" tutur Rian mematikan kran itu, membawa Raya agar duduk di kursi nya tadi.


"Duduk dulu" sambung Rian.


Raya tersenyum lebar akan perlakuan yang Rian berikan. Ada untung nya dia terluka karena melamun memikirkan Rian.


Rian pergi ke pojok ruangan guna mengambil kotak obat.


"Setelah di basuh, kau harus memberikannya betadine dan membalut nya dengan plester" jelas Rian sambil mengobati jari Raya.


"Mereka sangat romantis ya, meskipun berstatus sebagai ipar" suara perempuan menggema di seluruh dapur membuat Rian yang sedang mengobati luka Raya berhenti lalu dia berdiri. Meskipun belum selesai mengobati luka Raya.


Rian melihat Naya dan seorang perempuan yang menjadi pendamping program diet istrinya. Rian menghampiri Naya yang tengah berdiri.


"Dari mana saja sayang?, jangan salah paham, tadi aku hanya mengobati kakak ipar yang terluka sekaligus membantu nya" jelas Rian tanpa menunggu Naya meminta penjelasan.


Naya tersenyum, "Memang nya siapa yang meminta penjelasan kepadamu? aku hanya diam. Dan lagi pula sedari tadi aku sudah berada di sini. Sebelum kak Raya terluka—"


"Bau apa ini?" celetuk Vita mengendus bau yang tak sedap di hidung nya.


Naya yang mendengar ikut mendengus. "Iya bau apa ini?" tanya nya menggulirkan pandangannya pada seluruh ruangan.


Naya melihat kompor yang sedang menyala dengan api nya yang besar, dan sedikit mengeluarkan asap.


"Kangkung ku!!" pekik Naya berlari ke arah kompor dan mendapati bahwa kangkung nya teah hangus.

__ADS_1


"Kangkung ku hangus... "


__ADS_2