Suami Penebus Hutang

Suami Penebus Hutang
Cerita masa lalu Naya.


__ADS_3

Naya kecil, Naya waktu itu masih berumur empat belas tahun, dimana umur anak yang sudah sedikit paham akan hal hal berbau dewasa.


"Mau kemana om?" tanya Naya kecil ada seorang pria dewasa yang umurnya terpaut 8 tahun dari dirinya.


pria dewasa itu adalah seorang yang menyukai kakak Naya, Raya. Naya kecil tahu, pasalnya pria dewasa itu sering mengantarkan kakak nya pulang ketika sekolah.


"Ikut saja, ini perintah kakak kamu" jawab pria itu berjalan menuju mobil yang berada di samping kanan jalan.


Naya kecil hanya diam dan menuruti apa kata pria dewasa itu.


Naya masuk di ikuti oleh pria itu, lalu pria itu membawa mobil mereka berjalan ke arah jalan raya.


Suasana di mobil itu hening, tidak ada percakapan sekata pun yang terucap oleh kedua bibir mereka.


Hingga Naya merasa ada yang janggal, dia menoleh ke arah pria dewasa itu dan bertanya "Mau kemana kita om? kok jalan nya sepi?"


Pria dewasa itu tetap diam, membuat Naya kembali melihat pemandangan alam yang berada di jalanan.


Mobil itu melaju melewati jalan setapak hingga membawa kedua orang yang berada di dalam nya kesebuah gubuk kecil di tengah tengah hutan belantara.


Naya kembali menoleh ketika dirinya merasa bahwa mobil yang di tumpanginya telah berhenti di tempat yang dirinya tidak tahu dimana, bahkan jalan menuju ke sini Naya tidak pernah tahu.

__ADS_1


"Kita mau ngapain om di sini? apa kak Raya ada disini juga?" tanya Naya dengan polos nya melihat wajah pria dewasa yang berada di samping nya dengan penuh tanya.


"Iya, ayo turun" jawab pria dewasa itu datar, dia turun, ikuti oleh Naya.


"Ikuti aku!" ujar pria itu masuk ke dalam gubuk kecil.


Naya mengangguk, tanpa adanya rasa curiga setitik pun, akhirnya Naya melangkah masuk mengikuti langkah lebar dari pria dewasa di depannya.


Naya melihat dalam gubuk itu, dirinya mencari keberadaan sang kakak, namun, tidak ada kakak nya di dalam sini. Di gubuk kecil ini hanya ada satu hambal yang sudah tergelar dan satu buah keranjang yang Naya tidak tahu isinya.


Naya membalikkan badannya, dia melihat ke arah pria dewasa yang Naya ketahui namanya adalah Jeffer.


"Om, kemana kak Raya?" tanya Naya ketika dirinya tidak menemukan kakak perempuan nya di sini.


Ceklekek..


Suara pintu di kunci, membuat Naya seketika gelisah.


Jaffer membalikkan badannya, dia meletakkan kunci gubuk itu ke dalam saku celananya.


"Kenapa di kunci pintunya om?, kemana kak Raya?" tanya Naya kecil maju beberapa langkah hingga lengan kanannya di tarik oleh Jaffer dan menghimpit nya ke tembok.

__ADS_1


"Om, lepas!" lirih Raya mencoba mencari celah agar dirinya bisa lepas dari pria dewasa di depannya ini.


Jaffer tersenyum, "Jika aku tidak bisa mendapatkan kakak mu, kau juga tidak apa-apa, seperti nya kau lebih menggoda dari kakak mu itu" ucap Jaffer mengelus pipi Naya.


Naya mencoba memberontak, tapi terlambat, karena kedua tangannya sudah Jaffer cekal ke atas dengan satu tangan nya yang besar.


"Om, lepass!" ucap Naya memberontak.


Tak ada gunanya untuk memberontak, tenanga Naya tidak akan bisa menyaingi tenaga badak milik jaffer.


Jaffer tak menghiraukan, dia melihat tubu Naya dari atas hingga ke bawah membuat Naya sangat risih.


"Tubuh mu lebih mon tok dari kakakmu yang seperti sapu lidi itu" ujar Jaffer.


Naya melebarkan matanya, rasa khawatir itu sudah memenuhi seluruh tubuhnya.


"Apa maksud—Emmpplppttthhh"


%%%%%


komennnnn, komennnnn, komennnn, komennnn, komennn, komennnn, komennnn, komennn, KOOOMEEENNN...

__ADS_1


__ADS_2