
Dua Minggu berlalu, setelah perjalanan menjelajah pasar malam sambil membuat Vlog kecil kecilan, hubungan Naya dan Rian sudah kembali membaik, hari hari mereka kini kembali seperti pengantin baru.
Naya kini berada di kamar nya, dia tengah melihat buket bunga yang Rian berikan dua Minggu yang lalu kini sudah sepenuhnya layu dan mengering.
Di tangan Naya ada sebuah novel yang tiga hari yang lalu dia terbitkan.
Naya melihat jam, masih pukul enam sore, dia sedang menunggu suaminya itu pulang, lalu makan malam bersama sesuai janji yang Rian berikan pada nya.
***
Rian memarkir motor nya, dia terkejut dan berdecak pelan akan pemandangan yang pertama kali dia di teras rumah nya.
Pemandangan yang bisa menggugah hasrat tapi menjijikan untuk di pertontonkan di teras rumah orang.
Pemandangan dimana kakak ipar nya tengah berciuman secara kasar dengan seorang pria yang seperti nya usia mereka lebih muda sang pria.
Entah terlalu asik atau apa, yang jelas mereka berdua tidak mendengar suara motor yang Rian kendarai.
Dapat Rian lihat, tangan pria itu menyentuh bukit kembar kakak iparnya, sementara satu tangan yang lainnya mencengkram kuat boko Ng sintal milik kakak ipar nya
Kakak ipar yang pernah menggoda nya dulu.
__ADS_1
Suara erangan panjang terdengar, kakak iparnya itu sudah mendongak dan pria itu sudah menciumi leher dari kakak ipar nya.
"Eumm" desah Raya membuat burung kecil Rian mulai bangkit. Si4l4n selama hampir satu tahun pernikahan nya dengan Naya dirinya tidak pernah menyentuh wanita itu, dan bisa bisanya dia berdiri di kala seperti ini.
"Kehm" deham Rian membuat aksi dewasa yang tengah di lakukan oleh kedua orang berbeda jenis kelamin itu terhenti, mereka berdua terkejut, lalu membuang muka mereka agar tidak terlalu malu karena kepergok melakukan hal dewasa di teras rumah orang.
Pria itu menghampiri Rian, lalu mengulurkan tangannya dan di terima oleh Rian.
"Ziko" ucap pria itu memperkenalkan diri nya.
Rian mengangguk, "Rian, lain kali di dalam saja, jangan di luar, permisi" ujar Rian melepas jabatan tangan mereka, menepuk punggung pria bernama Ziko itu tiga kali, lalu berlalu dari sana.
Raya malu, dia menghampiri Ziko sang kekasih lalu menendang tungkak kaki pria itu membuat pria itu melenguh kecil.
"Seperti nya wanita ini harus di beri pelajaran" ucap Ziko dengan nada yang sangat mengintimidasi. Raya tidak tahu bahwa Ziko bukanlah seorang pria biasa.
"Mau apa kau?" tanya Raya memundurkan langkahnya.
"Mau menculik mu"
*
__ADS_1
*
*
Rian melepaskan dasinya sambil berjalan, menuju ke arah kamar nya.
Ceklek..
Rian membuka pintu kamar nya dan langsung di sambut hangat oleh sang istri.
Naya berdiri, dia menghampiri Rian yang sedang menutup pintu kamar mereka.
"Bagaimana hari mu Mon? apa semuanya—Emmm" Naya terkejut ketika Rian langsung mencium bibir nya.
Rian mencium bibir kecil tapi berisi itu, tangan yang semua memegang tas kerja nya kini sudah kosong karena Rian telah melemparkan tas itu ke sembarang arah.
Rian mencium bibir Naya tanpa pengampunan, tangan nya sudah merambat kemana mana.
"Eumm" lirih Naya ketika bok ong nya Rian pegang.
Satu tangan Rian sudah merambat ke atas, dia hendak meremas bukit itu namun, Naya langsung mendorong tubuh Rian hingga ciuman itu terlepas, dan membuat perasaan Rian campur aduk tak karuan.
__ADS_1
Rian menatap Naya, "Kenapa—"
"I'm not a virgin."