
Dan hari itu adalah hari terburuk untuk Naya, hari di mana dirinya di lecehkan oleh seorang pria dewasa yang menginginkan kakaknya tapi pria itu tidak mendapatkan kakak nya.
Hari di mana keperawanan nya di renggut paksa oleh seorang pria dewasa yang mencintai kakaknya.
Naya pulang tengah malam dengan keadaan yang penuh dengan luka, dari luka cambuk, gigitan dan bahkan dirinya sangat susah untuk berjalan karena pria dewasa itu sengaja menggunakan berbagai alat untuk menyiksa mental dan tubuhnya.
Pria dewasa itu menggunakan berbagai alat untuk melakukan BDSM dengan Naya yang masih awal.
Pria bernama Jaffer itu sangat kejam, dia tidak pernah menghiraukan bahkan mendengar satu kata pun kalimat rintihan yang Naya ucapkan.
Naya masuk kedalam rumah nya dengan pakaian yang sudah tidak layak di sebut dengan pakaian, rambut yang berantakan hingga luka di seluruh badannya.
"Dari mana saja kau!?" tanya Wifqi mencegat langkah Naya.
Naya menunduk, dia kembali menangis dengan kencang nya, "Ayah, aku di lecehkan" jawab Naya menghampiri sang Ayah, Naya ingin sebuah pelukan, pelukan yang hangat sehingga mampu membuat bayang bayang itu hilang.
"Hahahah" bukannya mendapatkan kekhawatiran, malah Naya mendapatkan tawa yang begitu menggelegar.
Wifqi menarik dagu Naya dengan telapak tangannya, karena memang, posisi mereka kali ini sudah berhadapan.
"Kau di lecehkan?" tanya Wifqi.
Dengan raut muka yang menahan sakit karena luka yang di berikan oleh Jaffer Naya mengangguk pelan.
"Aku di lecehkan—Ahhh"
Tubuh Naya terdorong ke belakang hingga membuat nya terjatuh di lantai, tenaga nya yang sudah habis karena tidak makan mulai dari pagi hari dan penyiksaan mental bahkan tubuhnya yang di lakukan oleh Jaffer membuat Naya hanya memiliki sisa tenaga yang sedikit.
"Ayah kenapa?" tanya Naya ketakutan ketika Wifqi mulai berjongkok di depannya.
Bayang bayang Jaffer yang ingin menyetubuhi nya kembali terlintas di otak nya. Adegan ini adalah adegan yang sama persis di lakukan oleh Jaffer kepadanya tadi.
__ADS_1
Naya meringsut, dia memundurkan tubuhnya dengan kedua tangannya.
Sementara Wifqi sudah mulai mendatarkan tubuhnya dan mulai mengukung Naya.
Naya menangis, dia takut akan kejadian tadi siang kembali terulang.
"Ayah, Ayah mau ngapain?" tanya Naya di sela sela tangisnya, dia sudah tidak bisa lagi bergerak ataupun menghindar, tubuhnya terpentok oleh tembok yang berada di belakang nya.
Wifqi tersenyum miring, tangannya mulai meraba tubuh Naya.
Naya yang mendapatkan sinyal bahaya mencoba menepis tangan Wifqi yang mulai menggerayangi tubuh nya. "Ayah, jangan lakukan itu— Ahh" desah Naya. Sakit. payudara nya terasa sangat sakit ketika ayah kandung nya menampar payudara yang pucuknya hampir copot karena ulah dari pria dewasa tadi.
"Ayah" lirih Naya mencoba berdiri.
Bruk...
Tubuh Naya kembali terjatuh dan kepalanya terpentok tembok yang membuat hidung nya mengeluarkan darah kental.
Naya di baringkan oleh Wifqi terlentang, kabut gairah nya membuat dirinya cepat cepat melepas celana nya, dia melebarkan paha Naya dan jleb..
Naya melenguh, dia tidak bisa bertindak apapun lagi, berbicara pun dirinya sudah tidak sanggup. Hanya air mata yang dapat dia keluarkan.
Naya kembali merasakan sakit itu, sekarang dengan ayah kandung nya, ayah yang dia permintai pelukan kini tengah memeluk dirinya dengan gerakan di bawah sana.
Hancur, sakit, sangat sakit, Naya berharap jika hari ini adalah hari akhirnya menatap dunia yang kejam ini.
***
"AAAAAAHHHHH" Naya memekik kencang, dia kembali mengambil cutter yang terjatuh itu, menatapnya dengan tawa sumbang lalu mengiris nadi nya dengan tawa yang membuat kesadarannya perlahan mulai menghilang
"Hahahah" tawanya lirih.
__ADS_1
Brak..
"NAYAAAA!!"
*
*
*
*
*
*
*
*
Maaf author tidak bisa membuat adegan lebih dari ini, nanti kalau author buat, author akan mendapatkan pelanggan.
Jangan lupa untuk like, subscribe, dan komen yang sebanyak banyak nya, komen, komen komen komen.
Pokoknya harus komen. *becanda.
Sampai di sini dulu ya, bye...
Jangan lupa komennya.
Oh iya, hadiahnya juga tidak papa, seperti Vote dan bunga mawar.
__ADS_1
Heheheh....