Suami Penebus Hutang

Suami Penebus Hutang
Lima tahun yang lalu


__ADS_3

Rian duduk di teras rumah nya sendirian, jam sudah menunjukkan tengah malam.


Di tangan nya ada sebatang rokok yang selalu menemani nya di saat saat seperti ini.


Saat saat dirinya sedang kacau.


Kejadian lima tahun lalu mulai muncul di ingatannya, kejadian di mana dia masih berumur dua puluh tahun dan seorang gadis yang berusia delapan belas tahun, gadis kecil yang baru saja menyelesaikan sekolah atas nya.


Flashback..


"Rian, rian, kamu mau tidak ikut dengan ku ke acara porm night, aku tidak memiliki pasangan" ujar gadis bernama lengkap Karima Yarisa.


Gadis imut dengan sikap polos nya.


Rian yang sedang menyelesaikan tugas skripsi nya itu menoleh ke arah Rima, lalu tersenyum tipis, Rian mengelus rambut panjang berwarna hitam pekat itu.


Mereka sekarang berada di kamar kost milik Rian, dan menjadi sangat kebetulan adalah, Rima merupakan anak dari pemilik kos yang huni sekarang.


"Memang kapan acara nya?" tanya Rian.


Rian dan Rima bertemu untuk pertama kali saat Rian baru merantau ke kota untuk pendidikan nya, waktu itu, Rian tengah menunggu bus di sebuah halte, namun hujan mengguyur dan dia terjebak di sana.


Lalu Rian melihat Rima yang masih menggunakan baju biru putih nya sedang berlari ke arahnya dan berteduh. Dan pada pertemuan itulah mereka akrab hingga sekarang.


"Nanti malam Rian, kata teman ku tidak boleh ikut kalau tidak membawa pasangannya, Rian mau kan jadi pasangan Rima?" tanya Rima memohon. Kedua tangannya sudah menyatu di depan dada, Rima melihat Rian dengan mata nya yang berbinar.

__ADS_1


Rian tak kuasa menahan senyum nya lagi, dia paling tidak bisa jika Rima memberikan mata itu untuknya.


"Baiklah, aku akan ikut, tapi ada syaratnya" jawab Rian membuat bibir Rima mengerucut imut.


Rima pikir pasti hukumannya adalah bibir nya, kekasih nya itu sangat suka menghisap, ******* bahkan menggigit bibirnya hingga berdarah, jika tidak berdarah mungkin ya membengkak.


Mereka menjadi kekasih sudah dia tahun yang lalu.


"Tapi, jika hukuman nya adalah bibir, aku—" Rima menggantungkan kalimat nya.


Rian tersenyum miring, menatap manik milik Rima dengan sebelah alis nya.


"Aku kenapa?" tanya nya.


"Rian, kalau bermain dengan bibirku nanti bibir ku membengkak, jika tidak membengkak pasti mengeluarkan darah" rengek Rima manja.


Rian mengangguk anggukkan kepalanya, "Baiklah, aku tidak akan bermain di area bibir mu" ujar Rian membuat binar mata Rima kembali setelah tadi mulai meredup.


"Aaa, terima kasih Rian, makin sayang deh" girang Rima memeluk kepala Rian yang sedang duduk itu. Membenamkan kepala Rian pada kedua bukit kembar nya.


Rian dapat merasakan kedua bukit kembar milik Rima sangat empuk dan kenyal. Membuat pikiran dewasanya mulai bangkit.


Rima melepas pelukannya, dia tersenyum ke arah Rian membuat bibir tebalnya sedikit menipis.


"Tapi aku memiliki syarat lain" ujar Rian membuat Rima mendengus kasar.

__ADS_1


"Syarat apa Riannnnnn" rengek Rima, lalu mendudukkan diri di pangkuan Rian yang memang sudah menghadap ke arahnya.


Rian tersenyum, satu tangan nya menyangga punggung Rima agar tidak terjatuh, dan satu tangan nya merambat kearah bukit kembar milik Rima.


Rima mengerutkan kening nya, Rima masih belum tau maksud dari perlakuan Rian terhadapnya.


"Syarat nya apa Rian" ujar Rima.


Tak menjawab apapun, jari jemari Rian mulai bergerak untuk melucuti kancing milik Rima.


"Apa yang Rian lakukan?" tanya Rima masih tidak mengerti.


"Diam saja, ini akan membuat kamu ketagihan" ujar Rian menatap dengan binar kedua bukit yang besar bagi seumuran Rima.


"Kamu diam saja, ini akan membuat kamu ketagihan" ujar Rian.


Rima diam sesuai apa yang di katakan oleh Rian.


"Pegang leher ku Rima" perintah Rian yang langsung di turuti oleh Rima. Rima mengalungkan tangannya ke leher Rian.


Kini, kedua tangan Rian sudah mencakup kedua bukit kembar Rima, kepalanya maju.


"Ah..."


****

__ADS_1


Minta komennya boleh...??


__ADS_2