Suami Penebus Hutang

Suami Penebus Hutang
jalan jalan.


__ADS_3

tubuh Naya yang mulai mengecil



"Kita nge-vlog?" tanya Rian ketika melihat Naya mengangkat kamera kecilnya mengarah ke mereka berdua.


Naya tersenyum, "Iya, coba sapa" ujar Naya menoleh ke arah belakang.


"Halo" sapa Rian membuat Naya terkekeh kecil.


"Kamu kok kaku di depan kamera?" tanya Naya.


Rian menggelengkan kepala nya.


"Baiklah, ayo kita jalan jalan" ujar Naya berlari di ikuti oleh Rian.


Mereka berdua sekarang berada di sebuah pasar malam di daerah jakarta. Setelah perdebatan panjang tentang baju yang akan di kenakan oleh keduanya, akhirnya mereka berdua berada di pasar malam ini.


Pasar malam yang memiliki banyak wahana.


Naya menjelajah pasar malam itu di ikuti oleh Rian dan di temani oleh kamera yang Naya beli beberapa Minggu yang lalu di platform online.


Naya menaiki wahana di pasar malam itu satu persatu kecuali wahana yang memang di peruntukan khusus anak kecil. Mulai dari galeon alias kora-kora. Wahana yang mirip seperti ayunan raksasa dan cukup memacu adrenalin.

__ADS_1


Dapat di rekam oleh kamera, ketika Rian menaiki wahana ini dia nampak berwajah datar dengan memegang kamera, entah apa yang sedang di rasakan oleh Rian.


Sementara Naya sudah berteriak-teriak histeris.


Sesekali Rian tersenyum melihat dan mendengar raut muka Naya dan teriakan Naya yang histeris itu.



Selepas menaiki wahana yang membuat Naya histeris dan ketika turun berakhir sesak nafas karena kebanyakan teriak, Naya tidak mau berhenti, padahal Rian sudah mengingatkan nya.


"Di wahana pertama saja kamu sudah sesak nafas, bagaimana di wahan yang lainnya?, lebih baik kita pulang" ujar Rian ketika melihat Naya mencoba mengatur nafasnya yang sesak itu.


Naya menggeleng, dia masih ingin berada di pasar malam ini, ini pertama kalinya dia pergi ke pasar malam selama hidupnya.


"Baiklah ayo" ujar Rian membuat Naya kembali semangat.


Mereka melanjutkan perjalanan menjelajahi pasar malam itu. Sekarang mereka berada di wahana, Ombak banyu. Wahana yang bisa memberikan sensasi terombang-ambing seperti tengah berada di lautan.


Dan yang membuat Naya terkejut sekaligus kagum adalah, Naya melihat wahana ombak banyu yang di tumpanginya dioperasikan manual oleh petugas.


Petugas itu beratraksi ria saat memutar ombak banyu diiringi dengan musik. Mereka melompat sampai bergelantungan dan aktraksi itu tidak luput dari rekaman vidio oleh Naya.


__ADS_1


"Aku tidak mau ikut!" ujar Rian membuat Naya mengelos, pundak yang semula berdiri tegap itu sudah layu kebawah.


"Baiklah, kita tidak ke rumah hantu, tapi untuk gantinya kamu harus ikut ke wahana itu" tunjuk Naya ke arah wanaha biang Lala.


**


Dan di sinilah mereka, tepat di atas bianglala yang tengah berhenti selama lima menit untuk memberikan waktu bagi para penumpang melihat indahnya langit malam.


"Kita akan bersama hingga mati ga ya?" tanya Naya membuka topik obrolan yang membuat Rian em...


Rian terdiam, dia menoleh ke arah Naya dan menatap lekat wajah itu.


"Menurutmu bagaimana?" tanya Rian kembali.


"Aku tidak yakin" ujar Naya menghela nafasnya.


"Kenapa kamu berbicara seperti itu?"


Naya diam, dia melihat ke arah kamera kemudian menoleh ke arah Rian. "Aku tidak tahu, I feel— Ahhh"


Mereka berdua terkejut, kemudian terkekeh kecil karena bianglala yang mereka tumpangi kembali berputar.


__ADS_1


*google source


__ADS_2