
"Jadi, kenapa kamu?" tanya Vita ketika melihat Naya sangat lesu, berbeda seperti biasanya.
Naya menghela nafasnya, dia menggeleng pelan sebagai tanda dia tidak ingin bercerita.
Tidak seharusnya masalah kecil di kehidupan rumah tangganya dia umbar umbar seperti ini.
"Yasudah jika kau ingin terluka sendirian, pendam saja hingga kau gila. Aku pergi" pamit Vita beranjak dari hadapan Naya.
*
*
*
Rian tersenyum menggenggam tangan kecil Nayla yang sedang setengah berbaring dengan Rima yang tengah menyuapi anak nya makan.
"Daddy kerja nya sudah?" tanya Nayla membuat Rian menolehkan kepalanya pada Rima, seperti meminta penjelasan.
Rima hanya mengangguk singkt sebagai jawaban.
__ADS_1
"Iya, Daddy sudah pindah kerja nya kesini, Nayla kenapa tanya begitu?" tanya Rian.
"Aku ingin Daddy bersama ku, mulai dari dulu Daddy tidak pernah bersama ku, jika aku bertanya pada mommy, mommy bilang Daddy lagi bekerja di luar negeri" jawab Nayla membuat Rian merasa bersalah.
Lima tahun umur anak nya, dan empat tahun anaknya itu berbaring dengan tubuh yang penuh dengan kabel kabel yang mengitarinya dirinya malah abai dan pura pura buta akan hal itu.
Mulai hari ini dirinya akan menebus kesalahan nya pada sang anak.
"Iya, Daddy bekerja untuk biaya pengobatan Nayla, sebentar lagi Nayla akan sembuh" jawab Rima menyela, dia paham bahwa Rian tidak bisa menjawab pertanyaan dari sang anak sekarang.
Nayla mendongak ketika mendengar jawaban dari mulut mommy nya itu. "Benarkan aku akan sembuh Mom?" tanya Nayla dengan mata berbinar-binar.
Meskipun selama dirinya hamil, dan melahirkan Rian tidak ada di samping nya dirinya.
Setelah operasi yang memakan waktu lima jam itu, akhirnya tumor yang berada di otak sang anak terangkat dan anaknya bisa sembuh secara total. Dan keinginan anaknya untuk memiliki rambut akan segera tercapai sebentar lagi.
"Apakah aku akan keluar dari rumah sakit ini Mom?" tanya Nayla membuat Rima kembali mengangguk.
"Nayla akan keluar dari rumah sakit ini sayang, maka dari itu, Nayla harus memakan makanan ini hingga habis okey?" ujar Rima menyuapi makanan ke dalam mulut anaknya.
__ADS_1
Rian yang melihat interaksi antara ibu dan anak itu hanya tersenyum, dia melewati banyak perkembangan anaknya.
"Okey mom, tapi apakah rambut ku akan tumbuh Mom? aku lelah memakai wig rambut terus" tanya Nayla sambil mengerucutkan bibirnya. Rima terdiam.
"Iya Nayla akan mendapatkan semua dari pertanyaan dan keinginan Naya setelah keluar dari rumah sakit, jadi sekarang, kamu harus tidur oke" jelas Rian berdiri, dia menidurkan tubuh Nayla ketika dia melihat makanan yang berada di tangan Rima sudah ludes.
"Baik, Nayla akan tidur" ujar nya mulai menutup matanya.
Hening, setelah sepuluh menit berlalu akhirnya Rima bergerak. "Aku ingin bertanya kepada mu" ucap Rima membuat Rian yang semula melihat anaknya mengalihkan perhatian nya pada Rima.
"Bertanya lah"
"Apakah kamu benar benar sudah menikah?" tanya Rima membuat suasana di ruangan itu mendadak menjadi kaku.
Rian tak menjawab, membuat Rima tersenyum kecut, Rima masih ingat dengan janji enam tahun yang lalu, janji dimana Rian akan menikahi nya, dan pertanyaan ini muncul ketika Rima ingat bahwa Rian pernah mengatakan padanya bahwa dirinya sudah menikah.
"Lalu, bagaimana dengan janji mu dulu?"
"Aku pulang"
__ADS_1