
Memakai celemek karakter Spiderman yang lucu, Gu Xin Ji berdiri di depan kompor, Memasukan satu per satu bahan ke dalam air mendidih yang aromanya menguar kemana-mana. Tubuhnya yang tinggi dan besar rmembuat dapur terasa semakin sempit.
Di meja makan, Yibao dan Dabao sudah duduk manis dengan mangkok masing-masing. Mereka melihat paman penolong yang sedang memasak dengan mata besarnya yang berair. Aromanya membuat perut anak-anak bergemuruh.
"Apakah kamu yakin kalau paman penolong pandai memasak?" Yibao berbisik pada saudaranya.
"Baunya enak." kata Dabao singkat sambil mengendus udara disekitarnya.
"Kata mami, kita tidak boleh percaya sama orang asing." Yibao menambahkan. "Bagaimana kalau ada racun dalam makanan itu? kita bisa mati kalau memakannya" wajahnya pucat seketika.
Dabao berpikir sejenak. "Kita tidak usah makan masakan paman itu, kita hanya akan mencicipi saja." kata Dabao bijak.
Wajah Yibao seketika cerah, bagaimanapun perutnya sudah sangat lapar.
"Baik, aku hanya akan mencicipi 5 sendok." katanya berbisik pada saudaranya dengan meyakinkan.
Dabao mengangguk setuju, perutnya juga sangat lapar.
"Bagaimana kalau kita tambah 2 sendok lagi," Yibao mencoba menawar, masakan paman penolong aromanya terlalu lezat, sulit ditolak.
__ADS_1
"Oke." Dabao mengiyakan tawaran sang kakak dengan membuat gestur oke.
Kepala mereka berdekatan saat berbicara, wajah mereka berdua serius, mereka seperti sedang membahas sebuah masalah genting yang melanda negara, tapi dari awal sampai akhir pembicaraan, bisik-bisik mereka terdengar dengan jelas di telinga Xin Ji, bibir Xin Ji berkedut entah ingin tertawa atau menangis, kedua bocah ini membuatnya sakit kepala, bahkan Lin Chao pun mendengar bisik-bisik mereka. Mereka pikir mereka berbicara dengan sangat pelan padahal seluruh ruangan mendengarnya. Ada senyum di wajahnya. Putra-putranya terlalu lucu.
Setelah mie nya matang, Xin Ji membagikan di mangkok kedua bocah cilik itu, dia juga menambahkan irisan daging sapi, telur mata sapi, dan sosis, juga dihiasi dengan daun bawang. Keseluruhan penampakan mangkok mie itu sangat menggugah selera.
Glek... Yibao dan Dabao menelan liur, mereka saling berpandangan, tatapan mereka begitu sedih. Yibao dengan malu-malu mengangkat kesepuluh jarinya kepada Dabao. Si kecil Dabao yang sok dewasa mengangguk, dia paham maksud saudaranya.
Xin Ji sudah tak tahan melihat tingkah kedua anaknya. Dia mengambil satu mangkok lagi dan memakannya di depan si kembar dengan lahap.
"Makan!" katanya, "kalau gak mau, biar paman Chao yang memakannya."
Lin Chao: "......"
Sluurrp... Yibao dan Dabao makan, Makanan paman terlalu enak, "kata mami kita tidak boleh membuang-buang makanan" mereka berkata dalam hati.
"Makan pelan-pelan, tidak ada yang akan mengambil makananmu." Xin Ji berkata dengan lembut.
Begitu mendengar kata-kata paman penolong, mata mereka berdua langsung melihat paman Chao. Bibir Lin Chao berkedut, "Tolong, aku bukan pencuri makanan, oke" Protes Lin Chao dalam hati.
__ADS_1
Setelah menghabiskan 1 mangkuk besar mie, mereka bersandar kekenyangan, perut mereka bulat tapi mereka masih ingat tugas mereka setelah makan.
Mereka mengangkat pantat kecilnya yang bulat turun dari kursi makan, mengambil mangkok mie nya dan berjalan menuju westafel dengan kaki mereka yang pendek dan gemuk. Dabao dengan bijak mendorong kursi kecil yang biasa mereka gunakan untuk cuci tangan maupun cuci mangkok, Yibao naik dan mulai membasuh kedua mangkok mereka. Setelah selesai, Dabao mengambil mangkok dari tangan saudaranya dan mengeringkannya, setelah itu mereka meletakkan dalam lemari piring. Pekerjaan mereka tersistem dengan rapi.
Xin Ji dan Lin Chao melongo melihat aksi kedua bocah cilik itu. Lin Chao awalnya ingin menegur dan mengambil mangkok dari tangan mereka berdua, tapi Xin Ji langsung mencegah. Dia ingin melihat sampai dimana inisiatif kedua anaknya.
Ternyata kedua anaknya dididik dengan baik, Xin Ji puas.
"Paman..! Apakah paman menyimpan mie tadi untuk adikku?" Dabao bertanya serius, Yibao juga melihat paman penolong dengan tatapan menyelidik.
"Huh...Apa yang terjadi dengan mie yang beracun.' ucap Xin Ji dalam hati, kepalanya kembali senut-senut.
"Adik kami Xiao San juga menyukai mie, dia akan sedih jika tahu kami tidak menyimpan mie itu untuknya." Suara Yibao sedih, dia membayangkan adiknya yang imut menangis sedih karena tidak makan mie buatan paman penolong yang ternyata enak.
"Sudah..sudah...gak usah sedih, nanti paman masakan lagi untuk Xiao San. Jawab Xin Ji lembut. Xin Ji ingat dia melihat foto gadis kecil yang memakai gaun pink di kamera Gong Yu, gadis itu sangat cantik, imut dan lucu. Hatinya meleleh karena cinta yang menyerangnya dengan kuat. Dia semakin menyesal menuduh Yan Hao berselingkuh.
"Untuk mami juga," Dabao menimpali.
"Untuk mami juga." Xin Ji mengangguk setuju.
__ADS_1
Lin Chao tersenyum lebar. Dia sangat sangat menyukai Tuan Muda kecilnya ini yang cerdas dan lucu.