
Gu Xinji berdiri di balkon dalam diam. Matanya sangat merah.
Dia bergadang semalaman memikirkan anak dari Yan Hao dan Song Hyun. Gadis kecil ini pasti mirip Yan Hao, Ketiga anaknya sangat mirip dengan wajahnya, jadi anak Yan Hao pasti mirip dengan dia.
Xin Ji berkata pada dirinya sendiri bahwa tidak apa-apa baginya meskipun dia bukan ayahnya, selama itu anak Yan Hao dia akan menerimanya.
Tampak baginya bahwa selama dia bisa mengatasi perasaannya, tidak ada yang tidak mungkin, anak itu juga bisa menjadi anaknya.
Gu Xinji bergati pakaian dan menuju ke pintu masuk area pribadi. Dia membayar penjaga satu juta agar sidik jarinya di catat di database kunci.
Ia berjalan ke pantai dan semakin mendekati villa.
Ia berhenti di depan pintu karena ketakutan.
Ya, dia takut.
Gu Xinji takut dengan kemungkinan kalau Yan Hao akan jantuh cinta pada Song Hyun. Dia tidak tahu bagaimana mengatasi perasaannya jika kemungkinan itu terjadi.
Dia adalah bos besar dalam bisnis, dia berhasil dalam segala hal kecuali cinta. Tidak ada jaminan bahwa Yan Hao masih mencintainya setelah bertahun-tahun.
Disambut semilir angin di bawah mentari, Yan Hao sedang menjalankan yoga, Vera sedang menonton drama Korea di ipadnya.
"Yayao, kau tahukan bagaimana tampannya Tuan Song? Dia sangat menawan!"
"Bahkan dalam berita mengatakan bahwa dia adalah pria paling dimintai oleh semua gadis di negara ini! tapi dia hanya mencintaimu!"
"Bisakah aku menjadi pengiring pengantinmu di pesta pernikahan kalian, Yayao? Aku dengar dari asistennya, bahwa dia akan melamarmu kembali dan akan menikahimu karena kau telah melupakan bagaimana kalian menikah saat itu? itu sangat romantis, mungkin aku akan beruntung saat itu."
Yan Hao menghela napas, "Menurutmu dia baik?"
'Dia hebat!" Vera berkata sambil menutup wajahnya dari adegan ciuman, "Bagaimana rasanya menciumnya. Yayao? aku akan merahasiakannya, katakan padaku!"
Yan Hao membuang muka. Mereka memang belum pernah berciuman.
Satu-satunya kontak fisik yang di lakukan dan bisa disebut romantis adalah ketika Song Hyun mencium punggung tangannya.
"Huh, aku tidak tahu menjawab pertanyaanmu, skip, kasih pertanyaan lain," Batin Yan Hao dalam diam.
"Lihat, siapa gadis pemalu yang kita miliki!" Vera tertawa ngakak, "Ayolah Yayao, kita adalah sahabat!" Vera salah paham, dia mengira Yan Hao malu karena tidak menjawab pertanyaannya. dia meraih ketiak Yan Hao dan menggelitiknya.
Itu selalu berhasil dengan Yan Hao, dan membuat dia tertawa gelu.
__ADS_1
Tapi Gu Xinji yang melihat mereka tertawa di luar merasa sangat merana.
Dia begitu senang ketika bicara tentang Song Hyun. Tapi dia menangis ketika dicium olehnya.
Yan Hao tertawa terbahak-bahak di kursi, Dia tiba-tiba merasa seseorang menatapnya.
Dia melihat sekeliling dan melihat Gu xinji berdiri di dekat rumpun mawar.
Kenapa dia selalu ada dimana-mana?
Dimanapun dia berada dan apa pun yang dia lakukan, dia selalu mengawasinya dari kejauhan.
Matanya sedapam biasanya, dan itu memberikan sensasi aneh dalam hati Yan Hao.
"Yayao? apakah aku menyakitimu? sakitkah?" Vera bertanya khawatir.
Yan Hao menagakkan duduknya dan menarik bajunya, "Tidak! aku ingin makan kue, Vera."
"oke, demi kamu aku akan membuatnya, ini akan siap dalam satu jam!"
Vera berdiri dan. mulai melangkah menuju dapur.
Yan Gao memandang Gu Xinji dengan cemberut.
Yan Hao menatap bunga bellflower dan merasa keakraban yang tidak bisa di jelaskan, kilas balik sesuatu tiba-tiba menghantamnya, Yan Hao memejamkan matanya sejenak.
"Sekalian saja kau katakan apa keinginanmu, Tuan Gu!" Ucap Yan Hao setelah menarik napas panjang.
Suara Gu Xinji parau karena bergadang semalaman, "Kau istriku, Yan Hao, dan ibu dari anak-anakku. Aku ingin kamu pulang, kamu dapat membawa putrimu dan aku akan menyayanginya seperti putriku sendiri."
Yan Hao tetap menunduk, "Aku Yu Yayao, Tuan Gu, bukan Yan Hao, aku bukan istrimu!"
"Apa kau tidak pernah memikirkan kenapa Song Hyun menahanmu disini selama bertahun-tahun"
"Itu karena mereka tidak bisa mengambil risiko membawamu ke Guangzhou, karena mereka takut!, mereka takut itu akan membangkitkan ingatan kamu! dia pria yang egois, yang mencuri kamu dari keluargamu, dai sama sekali tidak mencintaimu!!!"
"CUKUP!"
Yan Hao menghentikannya, dia mencibir, "menurutmu siapa yang harus aku percayai, Suamiku atau kamu, aku memiliki hidup untuk dinikmati, kenapa kamu terus menggangguku seperti seorang masokis!"
Yan Hao berdiri dan menatap matanya, "jangan datang kesini lagi, aku tidak ingin melihatmu disini, JANGAN PERNAH!"
__ADS_1
Ada kemarahan dan tekad di matanya.
Setelah melihat Gu Xinji terakhir kali, dia berbalik dan masuk ke villa.
Gu Xinji merasa hancur, hatinya terkoyak, dia kehilangan kendali atas dirinya dan menarik Yan Hao kedalam pelukannya.
Sebelum Yan Hao sadar apa yang terjadi, Gu Xinji menciumnya dengan brutal.
Itu adalah ciuman membara yang haus akan gairah dan keinginan membara.
Yan Hao meronta, "biarkan aku pergi!"
"Tidak! aku tidak akan membiarkanmu pergi, kamu tidak akan meninggalkanku lagi, tidak dalam hidup ini."
Suaranya sama menggebunya dengan ciumannya. Yan hao tidak memiliki pertahanan diri, tangan Gu Xinji berada di punggungnya, berusaha membawanya sedekat mungkin dengannya.
Yan Hao merasa begitu tak berdaya. Dia tidak bisa menolak dan malah membiarkan Xinji membawanya ke pelukannya dan terus menciumnya.
Pikirannya berkata tidak, tapi tubuhnya berkata iya.
Betatapa pun keras dia berusaha menjauh dari Xinji, ciuman darinya terus menyerang indranya membuatnya pasrah.
Yan Hao sangat membenci ketidask berdayaanya.
tapi dia tidak bisa menahan kebahagiaan dan eforia dalam ciuman itu, sejujurnya, dia merindukan ciuman Gu Xinji.
Aksi mereka dihentikan oleh kedatangan seseorangm.
Praanggg....!
Suara benda pecah menghantam lantai.
Yan Hao segera sadar dari ciuman memabukkan itu.
Vera berdiri di pintu dan melihat mereka dengan kaget.
Yan Hao perlahan-lahan melepas Gu xinji yang masih memeluknya erat.
"Pergilah!"
Yan Hao mendorong Gu Xinji sekuat tenaga.
__ADS_1
Lanjut Besok Cintah...@@@