SUAMIKU, AKU MENCINTAIMU, AYO BERCERAI

SUAMIKU, AKU MENCINTAIMU, AYO BERCERAI
Chapt 50. Kecurigaan Gu Xin Ji


__ADS_3

Yayao masuk kerumah dengan linglung, dia merasa begitu berdosa kepada suaminya, Song Hyun.


Selama ini,dia tidak pernah mengijinkan sang suami mendekatinya secara akrab apalagi sampai menciumnya, namun dia membiarkan pria asing bukan saja menciumnya tapi juga menggerayanginya dan dengan tak tahu malunya dia seperti terbakar, sesuatu yang dikira tidak pernah ada pada dirinya, seperti akan meledak keluar.


Yayao merasa bertingkah seperti '******' yang bergairah pada pria asing. Dia sangat malu.


"Vera, bawakan aku daftar turis asing yang masuk ke pulau ini."


"Kenapa? Apa ada yang mengganggumu?" Vera bertanya penasaran.


"Tidak, aku hanya ingin tahu."


"Baiklah, aku akan membawakan." Vera berlalu pergi.


Vera kembali dengan membawa daftar turis, Yayao memindai daftar itu sambil menyeruput teh camelia kesukaannya.


Dia ingat nama belakangnya adalah Gu, jadi dia melompat ke zona VIP dan menemukan nama yang mengejutkannya.


Gu Xin Ji.


Yu Yayao heran, kenapa dia tidak asing dengan yang baru pertama kali dilihatnya.


Dia yakin dia pernah mengenalnya sebelumnya!


Mengambil ponsel, Yu Yayao mencari berita terkait dengan kata "Yu Yayao" dan "Gu Xin Ji".


Namun tak ada kabar yang menunjukkan nama mereka bersama.


Artinya dia tidak ada hubungannya dengan Gu Xin Ji empat tahun lalu, setidaknya di depan umum.


Dia menghapus namanya dan kemudian mencari namanya saja.


Berita teratas adalah tentang pencapaian Gu Xin Ji, Preisden Grup Gu Corporation. Yu Yayao tak menyangka ternyata dia begitu mampu.


Dia penasaran dengan masa lalu mereka.


Ketika Yayao sedang memikirkannya, Song Hyun menelpon. Dia tidak ingin menjawab jadi pura-pura tidak mendengarkan dering itu. Namun tak lama kemudian, telpon kembali berdering.


Jika tidak mengangkatnya, Song Hun pasti akan menelpon Vera. Ternyata itu.....


Dia mengerucutkan bibirnya dan menjawabnya.


"Yayao, kamu sedang sibuk apa?"


Suaranya selembut biasanya. Sepertinya betapa pun tidak pedulinya dia kepadanya, Song Hyun tidak akan pernah keberatan. Dia selalu lembut padanya.


Yayao menghela napas. "Kenapa kamu begitu baik padaku, Hyun?"

__ADS_1


"Karena kamu adalah istriku, aku mencintaimu, aku sayang sama kamu, aku menyukai setiap aspek yang ada padamu..."


Song Hyun mengungkapkan cintanya. Tapi Yayao hanya bisa canggung.


Dia tidak cocok untuk Song Hyun, tapi dia menemukan jantungnya berdetak hebat untuk Xin Ji. Setiap kali Song Hyun mendekatinya, tubuhnya akan merinding tak karuan, dia sampai berpikir bahwa dia memiliki penyakit tersembunyi.


Namun saat pria asing itu, Gu Xinji menciumnya, dia bergairah, tubuhnya merespon dengan jujur, mulutnya menolak namun tubuhnya mendekat, hatinya bahkan bernyanyi. Yayao malu dengan reaksi tubuhnya.


"Yayao, aku sudah meminta asistenku memilih beberapa tempat untuk pesta anniversary pernikahan kita, aku ingin kita mengambil foto dengan gaun pengantin, aku akan mengirimkannya kepadamu, dan kamu dapat memilih mana yang paling kamu sukai."


Yayao mencebik menyela ucapan Song Hyun.


"Hyun, boleh aku bertanya sesuatu padamu?"


"Ada apa?"


"Apakah kamu mengenal Gu Xinji?"


Terdengar bunyi ledakan besar dari ujung telpon.


Song Hyun terkejut.


(Kenapa Song Hyun emosi mendengar nama Gu Xinji?)


"Yayao, bagaimana kamu mengenal Gu Xinji?"


Song Hyun menarik napas dalam-dalam menenangkan pikirannya sebelum menjawab.


"Aku kenal dia, dia adalah Presiden dari Grup Gu Corporation, dia orang terkenal, siapapun yang bergerak di dunia bisnis akan mengenalnya, dia pengusaha hebat dari Tiongkok."


"Sekarang jawab pertanyaanku, bagaimana kamu mengenalnya?" Song Hyun menuntut


Yu Yayao menunduk. "Aku melihat namanya di berita, aku merasa dia tidak asing bagiku, apakah aku pernah mengenalnya empat tahun yang lalu?" Yayao bertanya sendu.


Song Hyun menarik napas lega.


"Kau pernah tinggal di Tiongkok, jadi wajar kalau kau merasa seperti pernah mengenalnya.'


Setelah mengobrol beberpa lama, mereka akhirnya mengakhiri panggilan itu.


Yayao melihat keluar dengan dengan serius. Yayao merasa Song Hyun tidak berkata jujur kepadanya.


"Aku harus mencari tahu."


----------------------------


Gu Xinji menyilangkan kaki panjangnya di sofa mendengarkan laporan Lin Chao.

__ADS_1


"Tuan muda, saya sudah menyelidiki, pulau ini berpindah tangan empat tahun lalu, pada sistem yang tertera menunjukkan bahwa pemiliknya adalah Yu Yayao.


Yu Yayao adalah artis kelas bawah, tidak tertekal dan hanya mendapat peran-peran kecil di serial TV, dia tiba-tiba menghilang empat tahun lalu hingga melakukan streaming beberapa hari lalu.


Gu Xin Ji mengetuk-ngetuk meja. Ia melihat foto di layar tabletnya dengan serius.


Setelah jeda, Lin Chao melaporkan.


Yu Yayao menjalani operasi kosmetik beberpa tahun lalu, tapi rumah sakit hanya memiliki catatan perbaikan hidungnya.


Xinji mengamati setiap detilnya, tidak hanya hidung, bibir pun berbeda.


Empat tahun lalu, Yu Yayao mengalami luka bakar karena ledakan di kapal pesiar, jadi dia tidak bisa melihat wajah asli dari yayao, setelah itu dia melakukan operasi kosmetik sehingga dia nampak lebih mirip dengan istrinya.


Tapi Yu Yayao yang ini....


Dia menatap "Yu Yayao" dengan sayang.


Lin Caho menundukkan kepala terkejut, dia hany asisten jadi dia tahu apa yang harus dilakukan apa yang tidak.


Lin Chao pergi tanpa suara.


Gu Xinji bersandar di sofa sambil berpikir dengan mata terpejam.


Ponsel bergetar.


Dia meliriknya dan menemukan ID penelponnya adalah Yan Hao.


Beberapa waktu berlalu sebelum dia menjawabnya.


"Kakak Xinji, aku pergi ke perusahaanmu hari ini, hanya untuk menemukan kamu sedang dalam perjalan bisnis. Kenapa kamu tidak memberitahuku?"


Suara yang familier namun aneh di gendang telinga Xinji.


Fu Xinji mengatup bibirnya rapat. "Apakah kamu mengenal Yu Yayao?"


"BRAAKK!!


Xinji mendengar suara pecahan cangkir yang jatuh dari tangan dari ujung telpon.


Dia mengepalkan tangannya dan melanjutkan, "Aku mendengar seseorang berkata bahwa kamu sangat mirip dengan bintang list C Yu Yayao."


"Benarkah?" Yan Hao berkata dengan rasa bersalah,


"Aku tidak tertarik dengan industri hiburan, jadi aku tidak mengenalnya. Aku akan mencarinya nanti."


Dia buru-buru mematikan telpon.

__ADS_1


Gu Xin Ji mencibir melihat ponsel itu.


__ADS_2