
Suasana menjadi hening dan agak canggung.
Yayao melihat Vera yang sedang memasak.
"Vera, apakah kau marah padaku? "
"Yayao, aku ini sahabatmu, aku akan terus ada disampingmu apa pun pilihanmu, tapi Yayao, CEO Song sangat mencintaimu, kamu.... apakah kamu tidak merasa bersalah?"
Vera melihat Yayao dengan tatapan tak berdaya.
"Vera, aku... " mata Yan Hao memerah, dia ingin menjelaskan perasaannya tapi rasanya......
"Aku tidak pernah merasakan apa pun pada Song Hyun, aku selalu merasa asing dengannya, hatiku... " Yan Hao memegang dadanya, air matanya mengalir perlahan.
"Hatiku merasa sangat tak tertahankan jika berada di dekatnya..aku... aku ingin berpisah."
"Aku salah, aku seharusnya tidak menerima kedekatan apa pun dengan Gu Xinji, aku bersalah pada istrinya dan Song Hyun."
air mata Yan Hao mengalir deras. "aku sudah tidak ingin Berpura-pura lagi, aku tidak bisa memaksakan hatiku. Empat tahun.. empat tahun aku berpura-pura mencintainya, karena aku tidak ingin menyakitinya, tapi... aku..."
"Yayao, kau lebih memilih pria asing daripada Tuan Song?" Vera memandang Yan Hao tak percaya
"Tidak! aku tidak akan memilih keduanya, aku akan pergi dari sini!"
Yayao menjawab cepat. Kehidupan disini terlalu membosankan, dia ingin keluar dan melihat dunia, tapi sebelum dia keluar, dia ingin menyelesaikan segalanya.
Kehidupannya dengan Song Hyun pasti akan berakhir bahkan tanpa kehadiran Gu Xinji.
Seharusnya dia tidak menyetujui pesta anniversary mereka, tempat-tampat yang akan digunakan untuk pengambilan foto pernikahan, seharusnya dia tidak menyarankan dari awal.
Kini semua usaha Song Hyun akan sia-sia, dia tidak akan melanjutkan hubungan mereka, sedangkan untuk Yimei, dia akan menjelaskan kepadanya.
Yan Hao mengambil telpon, dan mulai menghubungi Song Hyun.
Setelah beberapa panggilan, suara robot wanita menjawab.. "Telepin yang anda tuju tidak dapat dihubungi, mohon priksa nomor tujuan anda... "
Biasanya saat Song Hyun menelpon, akan butuh waktu lama bagi Yan Hao untuk menjawab, sekarang dia merasakan sendiri.
Ternyata menyebalkan menunggu seseorang.
__ADS_1
Sementara itu, Gu Xinji sedang mendengarkan laporan Lin Chao di villa mewahnya.
"Tuan, jalannya hancur, butuh tiga hari bagi Song Hyun untuk keluar dari jalur itu."
Gu Xinji mengetuk-ngetukkan jarinya pada meja dihadapannya.
"Tuan, bagaimana dengan wanita yang berada di villa Lanhua di Guangzhou (Yan Hao palsu) ?"
"Jangan sentuh dia, biarkan dia menikmati menjadi Nyonya Gu untuk beberapa hari ke depan, aku punya rencana "Indah" untuk dia!"
Gu Xinji berkata dengan raut muka yang sangat kejam.
Dia berani bersekongkol dengan Song Hyun untuk merebut Yan Hao dari sisinya, jika dia melepaskan perempuan itu begitu saja, maka dia akan menjadi ANJING MATI!!
Dia Bukan Orang Baik sejak awal, dia akan bersikap baik kepada mereka yang baik padanya tapi... dia akan menjadi IBLIS pada mereka yang berani mengusik dirinya.
Wanita itu (Yan Hao palsu) berani mengambil apa yang seharusnya menjadi milik istrinya, Yan Hao. mengambil waktu kebersamaan mereka, berani membodohi dirinya!!!
Dia akan berurusan dengan Yu Yayao dan Sing Hyun secara pribadi.
Tapi sebelum itu, dia harus memulihkan ingatan Yan Hao.
Selama beberapa hari bersama Yasmin dan April mereka menjadi semakin dekat.
"Yasmin, kakak-kakak akan pergi sementara, saat kakak kembali, kakak akan meminta Yasmin pada ibu kepala panti. Apa Yasmin mau?"
Yasmin mengangguk berkali-kali, matanya yang indah memerah, dia menahan air matanya, dia takut kakak-kakak akan menganggap dia cengeng.
Saat mobil mereka meninggalkan halaman panti, Yasmin sekuat tenaga berlari mengejar mobil mereka, air matanya jatuh berderai dipipinya yang tirus.
"Kakak.... kakak....!"
Yasmin berlari sambil memanggil nama Sanbao, Yibao dan Dabao bergantian, hatinya sangat sedih, dia merasa seperti ditinggalkan.
Yasmin kecil berlari dengan kakinya yang pendek, napasnya sudah terengah-engah namun dia tetap berlari dengan seluruh tekadnya. Yasmin kecil merasa, kalau dia tidak mengejar sang kakak, dia mungkin tidak akan pernah melihat mereka lagi.
Saat dia terjatuh, dia berdiri namun langkahnya sudah tak kuat lagi. Nanar matanya melihat mobil yang semakin menjauh, "Kakak, jangan tinggalkan Yasmin, Yasmin ingin ikut kakak... huu.. hhuuu... huu" air mata mengalir tanpa bisa ditahan, boneka beruang kecil pemberian Dabao dipeluk di dadanya.
sopir Lincoln tanpa sengaja melihat spion.
__ADS_1
"Tuan muda, Nona Yasmin sepertinya mengejar kita"
"Hentikan mobil!"
Ciittt.... mobil berhenti.
Ketiga turun dari mobil dan berlari kearah Yasmin yang masih terduduk sambil menangis memeluk boneka beruang.
"Yasmin..!"
Yasmin mendongak, menatap kaget ketiga kakak itu, sebelum dia bisa berdiri tegap, sepasang tangan kokoh mengangkat dari tanah.
Yasmin melihat Dabao mengangkatnya, dia mengulur tangan kecilnya dan memeluk leher Dabao erat.
"Kakak... "Desisnya pelan tubuhnya masih bergetar karena isakan dari sisa tangisnya.
Mereka memeluk Yasmin bersama..
"Tunggu kakak sayang, kakak akan kembali menjemput Yasmin."
"Yasmin mau menunggu kan?"
Yasmin mengangguk.
Mereka kembali ke panti mengantar Yasmin yang masih berada dalam pelukan Dabao.
Setelah melihat Yasmin sudah tenang, dan April menjaganya, mereka bertiga kembali dan langsung menuju heliped, mereka akan ke Kota Pantai.
Beberapa saat kemudian.
Tok... tok... tok..
Lin Chao berjalan menuju pintu, saat pintu terbuka dia terpana.
"Paman Lin!!"
Tiga bocah nakal identik berdiri di depannya dengan wajah slengean.
mendengar suara-suara di pintu, Gu Xinji keluar hanya untuk mendapatkan lemparan dahsyat tubuh lembut gadis kecil yang menghantam pelukannya.
"Ayah, Aku merindukanmu!"
__ADS_1
Kuy... satu chapter aja ya hari ini, masih di bandara menuju rumah mamah, Insya Allah besok 2 chapt.. see you😘... @@@