SUAMIKU, AKU MENCINTAIMU, AYO BERCERAI

SUAMIKU, AKU MENCINTAIMU, AYO BERCERAI
Chapt 26. Seberapa Mampu Mereka


__ADS_3

Sekuat tenaga A Lin menekan rasa cemburu di hatinya, perasaannya betul-betul tidak nyaman.


"Halo anak manis." sapanya mencoba mengakrabkan diri.


"Sapa tante A Lin." kata Xin Ji.


"Halo tante." Yibao menyapa, namun Dabao tetap diam,  ekspresinya dingin.


"Apakah merekaaa.....?" A Lin bertanya dengan suara pelan.


"Diam!" Xin Ji berkata muram, dia kemudian memandang kedua anaknya dan berkata "Ayo pergi." Yibao dan Dabao berdiri dan mengikuti paman penolong.


Melihat mereka akan meninggalkannya, A Lin seketika mengeluh sedih, "Kakak Ji, apakah kau akan meninggalkan aku?"


"Paman, apakah tante itu tidak tahu jalan pulang?" yibao berkata lugu.


"Jangan pedulikan dia." Xin Ji berkata sambil terus berjalan dengan memegang kedua tangan si kembar.


"Aduh, Kakak Ji, tolong aku..!" A Lin menangis sedih ketika kakinya 'terkilir' saat hendak mengejar Xin Ji.


"Tante, mengapa tante duduk di tanah?" Yibao bertanya ketika melihat A Lin terduduk di tanah, "apakah tante sedang berpura-pura?" lanjutnya.


"Paman penolong, ketika adikku tidak mendapat apa yang diinginkan, dia akan berpura-pura jatuh dan menangis.' Yibao berkata pada paman penolongnya, "tapi adikku Xiao San sangat cantik kalau dia menangis, dia seperti kupu-kupu yang lucu dan menggemaskan. Tapi tante itu jelek." Lanjutnya lugu. Xin Ji hampir tertawa mendengar kata-kata Yibao, tidak mau memperkeruh suasana, Xin Ji terbatuk.


Wajah A Lin hampir terdistorsi mendengar kata-kata Yibao yang menghinanya, mengepalkan tangan dan mennggertakkan giginya, "Kakak, Lihat anak itu, mereka masih kecil tapi mereka sudah pandai mengejek orang yang lebih dewasa. Pasti orang tuanya tidak mendidik mereka dengan baik." A Lin berkata sedih.

__ADS_1


Mendengar A Lin menghina ibunya, wajah Dabao berubah semakin dingin,Yibao yang biasanya selalu tersenyum pun jadi marah dengan tenang dia merogoh kantong celananya dan mengeluarkan sesuatu dari dalamnya. Pura-pura menggerakkan tangannya, Dabao melemparkan sesuatu itu yang ternyata adalah ular karet ke arah A Lin yang sedang terduduk di tanah dengan memegang kakinya yang 'terkilir', ular itu jatuh dengan manisnya dan masuk ke punggung A Lin melalui kerah baju bagian belakang.


Yibao lain lagi, diam-diam dia mengambil permen karet dari mulutnya dan menjentikkan ke kepala A Lin, tentu saja A Lin tidak mengetahui semua itu. Xin Ji menggendong kedua putranya yang bulat dan putih meninggalkan A Lin yang masih terduduk di tanah memegang kakinya, dia membawanya ke mobil Bentley hitam miliknya, setelah duduk di dalam, Dabao mengangkat pergelangan tangan kirinya dan mulai mengutak ngatik jam tangan pintar miliknya. Xin Ji memperhatikan dari samping, alisnya terangkat, sepertinya dia tahu apa yang dilakukan anak-anaknya.


"Yiyi, sambungkan dengan CCTVdi tempat tadi." Dabao memerintah dengan tenang.


"Baik." Yibao mengangkat jam tangan pintarnya dan mengutak ngatik sebentar, tak lama kemudian muncul gambar A Lin. begitu gambar A Lin muncul di jam pintar mereka, Dabao mulai menyentuh layar jam pintarnya. tak lama kemudian.....


"Aaaaahhhh.... apa yang berjalan di punggungku?" suara seseorang berteriak histeris. Nampak di layar A Lin sedang berusaha membuka bajunya dengan panik, nampak sekali raut wajahnya penuh dengan ketakutan.


"Nona...jangan gegabah!" Qingmei asisten A Lin datang dan menghentikan tangan A Lin yang hendak membuka bajunya.


'Lihat...cepat lihat...ada ular di bajuku..!" A Lin semakin histeris, rasa sesuatu yang merayap memuat seluruh tubuhnya merinding, dia hampir gila rasanya.


Dabao tanpa ekspresi terus menggerakkan tangannya di layar sedangkan Yibao dengan santai tersenyum sambil berkata, "Tante itu terlalu penakut, padahal itu hanya ular karet.'


"Itu hanya ular karet yang di modifikasi oleh Dabao, paman." Yibao menjelaskan, "Itu tidak berbahaya." Lanjutnya.


Lin Chao yang mendengar penjelasan kedua anak itu hanya bisa terpana, "Mereka hanya anak dua tahun, tapi mereka mampu memodifikasi mainan sampai seperti itu, bahkan membobol CCTV di tempat kejadian..?! seberapa mampu mereka?" tanya Lin Chao dalam hati. Dia tahu kedua anak itu jenius, tapi dia tidak menyangka kejeniusan mereka sampai setinggi itu.


"Apakah...apakah kalian juga bisa membobol yang lain selain CCTV?" Lin Chao bertanya ragu-ragu.


"Tentu saja..!" Yibao menjawab enteng.


"Xiaobao pernah mengacaukan program lalu lintas jalanan, mengganti lampu lalu lintas menjadi merah semua, ketika San'er sakit dan harus dilarikan ke rumah sakit tapi jalanan macet. Karena marah, Dabao menghentikan semua kendaraan yang lewat agar San'er bisa segera sampai di rumah sakit dan mendapatkan pertolongan."

__ADS_1


Xin Ji teringat, bahwa memang ada kejadian seperti itu, dan kejadian itu sempat viral. Saat itu, program lalu lintas jalan raya di hack sehingga kacau balau, semua lampu merah menyala tiba-tiba dan tidak bisa berganti ke lampu yang lain. Keadaan sangat kacau. Kritikan publik dilayangkan ke Pemerintah setempat. Pemerintah sampai harus menurunkan tim IT untuk mengurus kejadian itu. Dia tidak menyangka kalau itu ulah putra-putranya.


Sambil menggosok alisnya Xin Ji berkata, "Siapa yang mengajarkan kalian semua itu?"


"Mommy." jawab Yibao dengan bangga.


"Yiyiiii.....!" Dabao menegur saudaranya. Yibao langsung terdiam. Antara Yibao dan Dabao, yang satu ceria yang lain tanang, yang satu ekstrovert yang lain introvert, tapi kedua-duanya anak yang jenius. Jika mereka berdua kerjasama, maka tidak ada yang bisa mengalahkan mereka. Mereka hanya bisa tunduk pada Sanbao dan juga mommynya.


Mendengar jawaban anaknya, Xin Ji langsung tertegun. Dia tidak pernah menyangka kalau Yan Hao ahli dalam ilmu IT, bahkan sampai bisa mengajarkan anak-anaknya ketrampilan sedahsyat itu. "Jika anak-anaknya bisa sampai seperti itu, seberapa ahli Yan Hao." Xin Ji bertanya dalam hati.


"Apakah Mommy kalian pernah membobol sebuah perusahaan?" Xin Ji bertanya ingin tahu


"Tidak!" Dabao seketika menjawab lebih dulu, ketika saudaranya hendak memberitahu keadaan yang sebenarnya. Yibao memang cenderung terlalu jujur sehingga terkadang membuat Dabao kesal. Dia takut kalau saudaranya bicara maka mommynya akan mendapat masalah.


"Betulkah?" Xin Ji bertanya sangsi, sambil mengangkat sebelah alisnya kepada Dabao.


"Yi'er... paman akan membelikanmu robot Spiderman yang bisa terbang." Xin Ji tahu, kalau dia tidak akan bisa mendapat jawaban apa pun dari Dabao, karena itu dia mengalihkan perhatiannya pada yibao.


"Hhhhmmmm..." Yibao menjawab bimbang.


tiba-tiba.... ddrrrtttt...ddrrttt.. suara jam pintar Dabao.


"Mommy..." Dabao menjawab.


"Kalian dimana....?" Yan Hao bertanya lembut.

__ADS_1


Seketika wajah kedua bocah itu pias.


__ADS_2