SUAMIKU, AKU MENCINTAIMU, AYO BERCERAI

SUAMIKU, AKU MENCINTAIMU, AYO BERCERAI
Chapt 7. Skema Gu Xin ji


__ADS_3

Seluruh tubuh Yan Hao terasa dingin, segala macam pikiran buruk melintas di benaknya. Bayangan Gu Xinji yang tampan dengan wajah poker melayang di otaknya yang kecil.


CEO Song Hyun yang sudah menunggu di ruang VIP melihat Yan Hao berhenti di pintu masuk, tapi bukannya melangkah masuk, Yan Hao berbalik dan berlari ke arah berlawanan. Spontan Song Hyun berdiri dan tergesa-gesa melangkah keluar ingin mengejar Beauty.


Menekan angka 29, elevator membawa Yan Hao ke atas. Setelah sampai, Yan Hao melangkah ke arah Club Malam tempat para orang kaya menghabiskan waktu.


Yan Hao masuk, matanya diedarkan keseluruh ruangan dengan tenang, pembawaannya yang anggun dan juga sangat cantik membuat dia menjadi pusat perhatian tamu di club itu. Beberapa pria bahkan sengaja menghampirinya, namun dengan lihai bisa dihindari olehnya.


Dari lantai atas, di ruangan VIP Gu Xinji dapat melihat kehadiran Yan Hao, sudut bibirnya tertarik ke atas, tapi hanya sejenak, kemudian wajahnya berubah muram. "Untuk makan malam dengan Song Hyun brengsek itu, dia berdandan sangat cantik," Xinji memarahinya dalam hati. Dan dia kembali menunduk dan menghabiskan wine yang berada di gelas sloki di depannya.


Kemudian berdiri dan berjalan sempoyongan ke arah kamar mandi di ruangan itu, tapi sayangnya kamar mandi itu sedang dipakai oleh yang lain, jadi Xinji harus keluar ke arah kamar mandi di belakang. Saat dia berjalan dengan sempoyongan seorang wanita cantik bergaun Spaghetti Strap Dress yang **** melangkah ke arahnya, namun sebelum lengan wanita cantik itu melingkari tubub Gu Xinji, Yan Hao menampar tangannya dengan keras.


"Singkirkan tangan kotormu dari tubuh suamiku!"

__ADS_1


Sang wanita menegang sejenak, namun sebelum bisa bereaksi lebih lanjut, Yan Hao menabur bubuk putih kearah wanita itu dan membuat wanita itu pingsan seketika.


Berjalan mendekati Gu Xinji yang bersandar di dinding, Yan Hao memanggil Gu Xinji pelan. "Kakak Ji!" namun tak ada respon. Gu Xinji seperti orang yang sedang tidur berjalan, badannya bersandar di dinding, dan kepalanya menunduk.


Karena tidak adanya respon dari Xinji, Yan Hao memeluk Xinji dan mencoba membawanya.


"Uuh, kamu berat kakak, ayo jalan, aku tidak bisa menggendongmu."


Di lantai atas adalah kamar presiden suite. Hanya ada 2 kamar di lantai tersebut, dan Yan Hao tahu kamar mana yang ditempati Xinji, saat dia menguping pembicaraan pria di telp saat itu mereka menyebut nomor kamar Xinji dengan jelas.


Meraba-raba kunci kamar Xinji dibagian celananya, Yan Hao akhirnya menemukannya. Sambil membawa masuk Gu Xinji, Hao'er menyadari kalau badan Xinji memanas, dia seperti memegang bara api.


"Panas." desis Xinji.

__ADS_1


"Kakak Ji, apa yang terjadi? apakah kamu demam? mengapa badanmu panas seka..... ?"


Sebelum Yan Hao selesai berbicara, bibirnya telah dibungkam oleh Xinji. Xinji mencium Yan Hao hingga hampir kehabisan napas, satu tangan di letakkan di tengkuk untuk memperdalam ciumannya. Sedangkan tangannya yang lain pun tidak diam saja, menjelajah dan meremas di tempat-tempat tertentu. Dia merayu bibirnya, mengisap, dan menyelipkan lidahnya ke dalam mulut Yan Hao saat Yan Hao menarik napas. Lidahnya seperti mengabsen gigi Yan Hao satu per satu, menjelajahi hingga rongga mulutnya.


Yan Hao yang tidak pernah mendapat perlakuan intim seperti itu, merasakan kakinya melemas tak mampu menopang tubuhnya, dia hanya bisa menempelkan tubuhnya di tubuh Xinji.


"Kakak Ji.... " Yan Hao mendesah.


Mendengar ******* Yan Hao, darah Xinji yang sudah tidak normal semakin menjadi-jadi, berbalik menyerang otaknya, otaknya terasa panas, bagian dari dirinya mengeras.


Dia semakin melancarkan rayuannya, Yan Hao yang hanya seorang perawan tanpa pengalaman apa pun, sudah kalah, tak ada perlawanan, kakinya lemas, dan sebelum dia terjerembab Xinji menggendongnya dan meletakannya di ranjang super besar di kamar presiden suite tersebut. Senyum rahasia terkembang di bibir Gu Xin Ji, ya, dia yang telah mengatur agar Yan Hao masuk perangkapnya. Mulai dari pria di telp di ujung lorong sampai wanita cantik yang seksi yang hendak membantunya di kamar mandi, semua itu di atur olehnya.


Xin Ji tahu kalau hati Yan Hao lembut, semarah apa pun dia, dia pasti tidak ingin sesuatu terjadi pada suaminya, apalagi mereka belum resmi bercerai, karena dokumen perceraian itu sudah di hancurkan oleh Xin Ji.

__ADS_1


__ADS_2