
Ni Yu menerima telepon dari sekretaris Lin Da, "Halo, saya Lin Da sekretaris CEO Song Hyun."
"Halo, ya Nona Lin Da, ada yang bisa saya bantu?"
"Saya ingin mengabarkan bahwa CEO Song ingin mengajak Nona Beauty makan malam bersama."
"Baik, akan saya sampaikan." Ni Yu menjawab dengan seringai di mulutnya. Siapa yang tidak mengenal CEO Song Hyun, seorang taipan besar dalam dunia bisnis entertainment. Juga terkenal dengan wajahnya yang bagaikan dewa. Naluri bisnisnya sangat kuat, drama maupun film yang diinvestasikannya tidak pernah gagal masuk dalam box office, selalu merajai rating di platform-platform baik di TV maupun internet.
CEO Song Hyun juga jarang berinteraksi dengan artisnya, apalagi sampai terlibat skandal, para pemburu berita sering kali harus gigit jari jika ingin mengambil berita tentangnya, foto-foto dirinya pun susah didapat, karena ketidaksukaannya akan publisitas.
"Dimana, dan kapan makan malamnya, Nona Lin Da? nanti bisa hubungi saya." sampai telp dimatikan senyum di wajah Ni Yu tidak berkurang.
Tak lama kemudian alamat dikirim ke hp Ni Yu. Reservasi Hotel Sang Ri La ruang VIP malam ini.
"Yao'er. Malam ini, CEO Song Hyun ingin makan malam bersama."
Yan Hao hanya memandangnya, kemudian melanjutkan pekerjaannya merangkai bunga.
Respon sahabatnya yang santai dan biasa saja, Ni Yu jadi kesal. "Beauty! CEO song ingin makan malam denganmu."
"Aku tau, jangan teriak, Yuyu. Aku gak tuli, Aku kan tidak punya gaun malam, masa aku pakai jins ma kaos sih." Yan Hao bicara sambil memutar bola Matanya ke atas.
__ADS_1
"Oouuhh,,,kirain."
"Neting melulu." sambil tangannya lincah merangkai bunga, "Nah, selesai!" Puas melihat hasil kerjanya.
"Mau dikasih siapa bunganya?" tanya Ni Yu ingin tahu.
"Mau di foto aja" sambil menjepret hasil karyanya.
Ni Yu : "..."
Yan Hao membuka Weibo dan memposting foto bunga hasil karyanya.
Bunga Foxglove, krisan kuning dan Butterfly Weed dirangkai dengan indah dan memancarkan keharuman yang memabukkan, andaikan ada yang tahu arti bunga-bunga itu, mereka akan merasa sedih, sama seperti perasaan Yan Hao saat ini.
Postingannya tentang bunga yang dirangkai dengan cantik mendapat banyak tanggapan dan komentar.
( Jangan takut saudari Beauty, kakak akan selalu menemanimu)
(Aku bersedia memilikinya)
(Aku akan menjaganya) .....
__ADS_1
dan masih banyak komentar lain yang mendukung dirinya sepenuhnya.
Yan Hao belum melihat tanggapan para netizen karena biasanya Ni Yu yang melakukannya.
......................
Di Villa tepi pantai milik keluarga Gu. Gu Xinji sedang berada di ruang belajar, tak lama kemudian datang Lin Chao asisten pribadinya.
Asistennya mendekat dan berkata, "Tuan, CEO Song mengundang Nyonya muda makan malam. Mendengar hal itu raut wajah Gu Xinji menjadi muram, seperti ada badai yang akan pecah di wajahnya. "Jalankan rencananya." Perintahnya dingin.
"Siap, Tuan." Ia kemudian keluar dan berbicara di telp dengan seseorang.
Malam hari di Hotel Sang Ri La, Yan Hao melangkahkan Kaki jenjangnya turun dari mobil hitam mewah kiriman CEO Song Hyun.
Ia menggunakan gaun malam berwarna merah dan juga stileto merah. Keseluruhan penampilannya memancarkan aura cantik elegan dan modis. Ni Yu yang menemani Yan Hao membeli gaun malam itu sangat puas dengan output yang dihasilkan. Dana yang dikeluarkan sebanding dengan hasilnya.
Saat melangkah masuk ke ruang VIP tanpa sengaja telinganya mendengar seorang pria berbicara ditelepon di ujung lorong, awalnya Yan Hao tidak perduli, namun saat pembicaranya menyebut nama "Gu Xinji" telinganya berdiri tegak.
"Apakah kakak Xinji ada di sini?" Yan Hao bertanya dalam hati.
"Ya, pastikan agar dia meminum minumannya, dan nona Qian Menemaninya dalam kamar." pria di telp itu berkata.
__ADS_1