SUAMIKU, AKU MENCINTAIMU, AYO BERCERAI

SUAMIKU, AKU MENCINTAIMU, AYO BERCERAI
Chapt 48. Mereka Bertemu Setelah 4 Tahun 2


__ADS_3

Gu Xinji sedang berdiri di balkon dengan tangan memegang secangkir anggur merah, tangannya sebelah berada di belakang tubuhnya. Keseluruhan penampakkannya memancarkan aura dingin dan kesepian, Angin musim panas negara itu memukul pelan tubuhnya menerbangkan sebagian rambut yang tadinya tersisir dengan rapi. Tatapannya mengembara jauh, Sesekali dia akan meneguk Anggur yang berada di sloki dalam genggamanannya.


"Tuan." Lin Chao menghampiri tuan muda Gu nya.


"Ada berita?"


"Penyiar radio itu bernama Yu Yayao, orang Tiongkok, Dia bukan cuma penyiar radio tapi juga seorang Influencer." Lin Chao memberikan Ipad kepada Gu Xin Ji.


Gu Xin Ji mengambil Ipad, memejamkan matanya sejenak, dan menarik napas dalam-dalam. Dia takut akan kenyataan di depannya. Dia sangat takut ketika dia melihatnya ternyata tidak seperti yang diharapkan dan dia akan kembali kepada kenyataan kalau Yan Hao nya yang dulu sangat dicintai memang sudah berubah.


Setelah beberapa saat, Gu Xin Ji menelusuri gambar yang ada di Ipad itu dengan ujung jarinya. Jika diperhatikan lebih dekat, ujung jari itu bergetar hebat, sekuat mungkin Xin Ji menahan keinginan untuk berteriak dan melompat. Lin Chao memperhatikan reaksi bosnya dengan diam, dia bisa mengerti perasaan tuan muda saat ini. Dia sendiri hampir tidak mempercayai perubahan besar pada nyonya mudanya, tapi jika wanita ini adalah nyonya muda asli maka tidak mengherankan jika sifat nyonya muda di rumah berubah 180 derajat.


Nampak dilayar seorang wanita cantik dengan wajah seukuran telapak tangan, mata yang sangat indah dan melengkung ke atas, hidung mancung dan bibir yang indah sedang menunjukkan cara memilah dan merangkai bunga agar menjadi buqet yang indah dan bermanfaat bagi kesehatan, tangannya begitu lincah menjalin tangkai-tangkai bunga itu, dia juga sesekali menjawab pertanyaan netizen, terkadang matanya akan melihat keatas untuk memikirkan jawaban yang tepat atau terkadang dia akan tertawa ceria jika ada yang mencoba merayunya


"Apakah kamu tau dimana tempat tinggalnya sekrang?"


"Saya memilikinya." lin Chao menunjukkan alamat tempat tinggal Yan Hao pada Gu Xin Ji.


"Kita kesana sekarang."


Satu jam kemudian, Gu Xin Ji telah berada di Heli keluarga Gu, perjalanan kali ini menuju pulau tempat Yan Hao tinggal, setelah 30 menit mereka akhirnya sampai di pulau itu. Karena pulau itu adalah property pribadi jadi untuk masuk memerlukan izin dari penjaga pantai di sana.

__ADS_1


Lin Chao sudah mengurus semua keperluan Xin Ji, dia menyewa vila yang tidak jauh dari pantai dengan pemandangan yang memesona.


"Tuan, nanti malam akan ada pesta berbekyu di pinggir pantai, penduduk disini sering membuat pesta untuk para wisatawan yang datang." Lin Chao yakin, tuan muda akan paham maksud tersirat dati ucapannya.


"Dipahami." Xin Ji melangkah ke dalam vila itu, cukup indah dan luas. Dia mengganti pakaiannya dan mulai mengeksplor keadaan sekitar.


Gu Xin Ji berjalan santai ke arah pantai, dia berhenti melangkah ketika mendengar suara yang akrab di telinga.


"Apakah sudah selesai persiapannya?" Yu Yayao bertanya lembut pada Vera asistennya.


"Sudah dong, Apakah kita akan merekam pestanya?" Vera bertanya antusias.


"Bagaimana menurutmu?" Yu Yayao tersenyum melihat Vera begitu bahagia.


Merasa seperti ada yang menatap, Yayao mendongak hanya untuk bersirobok dengan sepasang mata tajam seperti elang yang siap memangsa mangsanya dan dingin seperti akan membekukan tulang. Yayao seperti terhipnotis berdiri diam dan membeku, tatapan mata itu seolah menyedotnya masuk ke dalam pusaran kekuatan tak kasat mata. Tubuhnya menggigil tak terkendali, dia seolah ingin berlari kearah laki-laki asing itu namun kakinya seperti dipaku dibumi, tanpa sadar air matanya jatuh tanpa bisa dikendalikan.


Vera melihat air mata Yayao jatuh dengan heran, dia mendongak menatap ke arah dimana tatapan Yayao berada, namun tak ada sesiapa yang dilihatnya.


"Yayao, ada apa? apa kau merasa sakit disuatu tempat?" Vera bertanya prihatin. Adalah sesuatu yang menakjubkan mendapati Yayao menangis, sepanjang ingatannya, Yayao kesayangannya ini tidak pernah menangis, oh pernah, saat anaknya dikabarkan telah meninggal dunia dan dikremasi oleh sang suami tanpa memberitahu Yayao. Saat itu Yayao begitu depresi dan sangat membenci suaminya, bahkan mungkin hingga sekarang kebencian itu masih ada makanya hubungan mereka begitu dingin, padahal CEO Song adalah suami yang sangat sabar menghadapi tingkah istri cantiknya.


Setelah itu, Yayao tak pernah menjatuhkan air matanya lagi hingga sekarang dia melihat air mata itu.

__ADS_1


"Mataku.... mataku sepertinya kemasukan pasir, aku akan kembali lebih dulu." Yayao berlari kearah rumahnya seperti seorang yang tengah berlari menghindari musuh. Vera tak mengejar, dia berpikir mungkin Yayao teringat anaknya dan menjadi sedih.


Yayao tiba di depan pintu rumah, napasnya tersengal, dadanya naik turun, ketika dia akan membuka pintu, sebuah tangan kekar dan kuat menariknya dengan kuat kearah samping rumah, Yayao tercengang! sebelum dia sempat beraksi, mulutnya dibungkam secara paksa oleh bibir seksi dan kuat. Yayao gelagapan, dia memukul namun lelaki yang tengah dirasuki itu tak peduli, dia menyedot mulut Yayao seperti menyedot penyelamat hidupnya.


Yayao mengenali aroma ini, aroma unik cendana bercampur bau tembakau, aromanya kaya dan menenangkan, Yayao merasa sangat familier, tubuhnya bereaksi tanpa kompromi, dia seperti binatang yang keluar dari sangkar setelah lama dikurung didalam kandang. Yayao menyambut ciuman itu tanpa disadari, Gu Xinji mengisap bibir Yayao, ketika Yayao hampir kehabisan napas,dia mencoba membuka mulutnya untuk menarik napas ketika lidah Xinji menerobos mulutnya dengan lihai, Xinji dengan sukacita mengeksplor gigi Yayao, lidahnya bermain dengan lincah didalam mulut Yayao mengirimkan ledakan panas ke otak Yayao, membuat kaki Yayao lemah dan berubah menjadi jeli, Yayao tidak bisa berdiri tegak, dia hanya bisa bersandar ditubuh kekar pria asing itu, ketika kesadarannya kembali, lelaki itu sudah memegang bahunya, ibu jarinya dengan lembut menyingkirkan benang saliva yang tersisa di bibir Yayao, sebelum dia pergi dia berpesan.


"Kalau kamu ingin tahu siapa aku, datanglah nanti malam." Dan lelaki itu pun berlalu.


Yayao berdiri dengan linglung, bibirnya masih merasakan rasa bibir pria asing itu yang begitu menggoda namun sangat familier.


(siapa dia, apa aku mengenalnya)


"Yayao, apa yang kamu lakukan disitu?" Vera berjalan mendekat, dia heran melihat Yayao berada di pojok rumah, Yayao dengan gugup memandang Vera, (apa Vera melihatnya?)


"Tidak apa-apa, aku melihat rubah putih." Tayao menjawab asal.


Vera tertawa terbahak mendengar jawabannya.


"Aaiisshh... hari gini, masa masih ada rubah." Vera menggeleng kepala menatap Yayao, tatapannya jatuh pada bibirnya.


"Ada apa dengan bibirmu?"

__ADS_1


Bersambung....... @@@


__ADS_2