
Mobil Damian memasuki areal pekarangan sebuah rumah di lereng bukit, karena salju yang tebal, semua tanaman hijau telah tertutupi salju, bahkan pohon-pohon tidak terkecuali. Damian melangkahkan kaki memasuki rumah itu.
Rumah itu dijaga oleh beberapa orang yang menggunakan mantel dingin berwarna coklat, sarung tangan, kacamata, ada senjata yang tersembunyi dalam mantel, dan earphone yang terpasang di telinga.
"Tuan."
"Dimana mereka?"
"Mereka berada dikamar, masih belum sadar, tuan."
"Antarkan saya kesana!" Perintah Damian
Damian diantar kesebuah kamar di lantai dua, saat dia masuk. dia melihat ketiga bocah berwajah sama tengah terbaring diranjang super besar. Damian menatap dingin wajah mereka. Dari laporan yang diterima, ketiga bocah ini mampu membuat anggotanya kesulitan, jika tidak dilumpuhkan menggunakan obat bius perlawanan mereka tidak akan berhenti. "Like father like son's." pikirnya.
Perlakukan mereka dengan baik jika mereka sadar, dan jangan biarkan mereka mengakses apa pun, periksa keseluruhan badan mereka, dan ganti semua pakaiannya. Anak-anak ini terlalu cerdas, kita tidak tau apa yang mereka sembunyikan di balik wajah mereka yang polos.
Damian kemudian meninggalkan kamar itu, "Oh ya satu lagi." ujarnya saat melangkah keluar.
"Apa semua persiapan di pelabuhan utara sudah selesai?"
"Sudah, tuan." ucap sang pengawal. "Ada laporan dari mata-mata kita, bahwa beberapa orang mengintai kapal dan barang bawaan kita." lanjutnya.
Damian terkekeh mendengar laporan pengawalnya. "Biarkan saja, mereka akan masuk dalam jebakan kita." ucapnya senang.
Setelah Damian dan pengawalnya pergi, Si kembar membuka mata, mereka sebenarnya sudah sadar dari tadi, mereka hanya berpura-pura tetap pingsan saat bos mafia itu datang. Mereka juga tau kalau paman penolong sedang mencari mereka.
"Adik. Apakah kau baik-baik saja?" tanya Yibao
"Baik, kakak." Sanbao menjawab sambil tersenyum manis
"Apakah kamu takut?" Dabao bertanya lembut pada adiknya
"Tidak, ini seperti permainan yang sering kita mainkan bersama." jawab Sanbao
__ADS_1
"Apakah kakak siap untuk bermain?" Sanbao bertanya antusias
"Tentu..!" Yibao dan Dabao menjawab serempak
"Tunggu apalagi.." Sanbao tertawa licik
Diantara mereka bertiga Sanbao sebenarnya yang paling licik, dia bahkan bisa sangat kejam jika ada yang mengusik keluarganya. Dia pernah membuat seorang anak keracunan parah dengan ruam diseluruh tubuhnya karena pernah mencoba menyakiti kedua saudaranya. Anak nakal itu memanggil teman-temannya yang lebih besar dan membully dua saudaranya, namun sebelum mereka melaksanakan niatnya, tubuh mereka sudah menderita rasa gatal.
"Pamaannn....Pamaaannnn...!" Tiba-tiba Yibao berteriak sambil menggedor pintu, Dabao berjongkok disamping Sanbao yang sedang megap-megap karena kehabisan napas.
Para penjaga yang mendengar kamar tahanan ketiga bocah cilik itu di sekap di gedor dengan kuat saling berpandangan, mereka kemudian maju untuk membuka pintu. Ketika mereka masuk, mereka tercengang melihat pemnadangan did epan mereka.
Salah satu dari ketiga bocah itu seperti kehabisan napas.
"Apa yang terjadi?" mereka bertanya bingung. Saat itu tanpa mereka sadari, Dabao telah menekan semacam mekanisme digelang pemberian kakek Made. Mekanisme yang ditekan itu akan menyemprotkan uap yang tidak keliatan, tidak berbau dan tidak berwarna, hanya begitu bercampur dengan udara murni dalam ruangan maka akan berubah menjadi racun yang akan melemahkan sistem kekebalan tubuh seseorang begitu mereka menghirupnya.
Sepersekian menit setelah mereka masuk, tubuh mereka mulai terasa lemas, pandangan mereka mulai gelap, dan
BAAMM
Yibao dan Dabao kemudian menyeret mereka satu per satu dan menyembunyikan mereka di balik pintu.
Dabao memeriksa kantong penjaga yang pingsan, setelah menemukan kunci, dia mengambil dan melangkah keluar dengan kedua saudaranya mengikuti di belakang.
Mereka dengan tenang melangkah beriringan dan dengan waspada menghindari areal yang memiliki kamera pengawas.
Disisi lain, Xin Ji sudah dalam perjalanan menuju ke laut lepas dengan 3 pasukan yang mengiringinya, Gong Yu menjadi salah satu pemimpin tim, mereka sudah mengetahui rute yang diambil para penculik dengan bantuan SANI yang bisa mengakses semua rekaman pengawasan baik yang sudah dihancurkan ataupun belum sempat dihancurkan.
Sani bahkan meretas jaringan satelit untuk mengambil rekaman pembicaraan kapten yang mengendarai kapal "Nigh Sea" dan mengetahui bahwa mereka akan melakukan transaksi di laut dengan tiga kapal berbeda, ditengah samudra yang luas pada tengah malam, masing-masing kapal akan mengangkut muatan kargo yang isinya barang berharga yang sudah memiliki pembeli.
Si kembar telah menghilang selama 36 jam. Xin Ji juga menemukan bahwa ketiga anaknya di kurung secara terpisah, di masing-masing kargo, rasa marah membuat wajahnya dingin dan matanya menampilkan kekejaman.
Dia akan menghancurkan "Red Ghost" tidak peduli apakah mereka mafia atau bukan.
__ADS_1
Yan Hao yang sedang memantau pergerakan XIn Ji di layar monitornya tiba-tiba mendapat penglihatan. Dia melihat kebakaran dahsyat pada kapal, dan Xin Ji yang terperangkap dalam api.
Dengan panik dia menghubungi Xin Ji namun telponnya tidak diangkat, Xin Ji sendiri sedang dalam perjalanan menggunakan helikopter, wajahnya begitu serius dia tidak ingin diganggu dengan apa pun saat ini, fokusnya hanya ingin menyelamatkan ketiga buah hatinya.
Jauh di tengah laut.
Di dalam kargo yang terpisah, ada anak-anak yang disekap, mulut mereka di tutupi lakban hitam dan tebal, tangan dan kaki mereka diikat, jika dilihat secara teliti, mereka adalah anak-anak dari keluarga berada, kulit mereka bagus, wajah mereka indah dan memiliki tubuh yang padat berisi. Mereka adalah anak-anak yang menjadi korban Human Trafficking, biasanya mereka di culik saat sedang berrmain di wahana permaian atau pun saat bermain sendiri di halaman rumahnya.
Xin Ji tidak ingin jejak mereka diketahui, dengan menggunakan tangga darurat dia meluncur turun dari helikopter di atas kapal cepat miliknya. tim yang lain pun melakukan hal yang sama, mereka meluncur turun di atas kapal yang berbeda.
Mereka harus berburu dengan waktu, karena dari laporan mata-mata, muatan sedang diturunkan dan hampir selesai.
Begitu kapal mereka mendekat. Xin Ji dan timnya mulai menyelam untuk dapat mendekati kapal "Nigh Sea" secara diam-diam dari bawah. Saat ini musim dingin, air laut tentu saja akan sangat dingin, mereka sudah mengantisipasi semua itu, jadi tim nya menggunakan pakaian selam yang berupa kulit yang dapat melindungi mereka dari serangan dingin dalam air.
Kapal "Nigh Sea" penuh dengan penjaga dengan persenjataan lengkap. Masing-masing memiliki earphone di telinga.
Dengan menggunakan kode tangan, Xin ji dan tim nya mulai berpencar, naik menggunakan tali yang di lemparkan pada galangan kapal dengan diam-diam, setelah naik ke atas, dengan berhati-hati mereka mulai mencari letak peti kemas, namun sayang dalam kapal itu ada puluhan peti kemas yang disusun, untuk memeriksa satu per satu mereka membutuhkan waktu agak lama.
Sani yang telah diubah menjadi voice oleh Xin Ji berkata bahwa ada beberapa anak yang disembunyikan dalam peti kemas, namun tidak ada si kembar diantara anak-anak itu. Mengapa Sani bisa tau? karena si kembar menggunakan gelang yang dapat memancarkan signal dalam radius 100 meter jauhnya, dan dalam kapal itu dia tidak menangkap signal dari gelang itu.
Xin Ji menarik napas lega, setidaknya anak-anaknya tidak dalam posisi yang menyedihkan disekap dalan ruangan gelap gulita seperti itu, namun karena kemanusiaan dia harus menyelamatkan anak-anak itu.
Xin Ji membuka salah satu peti kemas yang dia duga berisikan anak-anak korban penculikan.
Misi sudah berubah, begitu dia tahu kalau tidak ada anak-anaknya dalam kapal itu, dia memutuskan untuk menyelamatkan anak-anak yang lain, dengan harapan semoga anak-anaknya dalam posisi yang menguntungkan dibandingkan anak-anak ini.
Para penjaga dilumpuhkan oleh pasukan khusus Xinji yang dibawanya, bagi pasukan khusus yang telah dilatih siang malam dengan pelatihan yang berat, melumpuhkan para penjaga itu hanya seperti mainan bagi mereka,
Ada kurang lebih 10 anak yang di selamatkan. Mereka di angkut satu pe satu naik ke kapal cepat yang telah di siapkan oleh Xinji.
Tinggal satu cargo yang belum dipriksa, dengan hati-hati Xinji membuka pintu cargo dan masuk untuk memeriksa ke dalam, tiba-tiba ...
BOOMMM....
__ADS_1
Ledakan besar membakar kapal.
Lanjut Malam......