SUAMIKU, AKU MENCINTAIMU, AYO BERCERAI

SUAMIKU, AKU MENCINTAIMU, AYO BERCERAI
Chapt 65. Kamu Adalah Mommyku


__ADS_3

Gu Xinji bersiri kokoh ketika sosok yang meluncur seperti torpedo menghantamnya, bukannya dia menjadi marah, namun tatapan matanya menjadi lembut.


Gu Baoyu atau Sanbao memeluk ayahnya dengan erat dan manja.


"ayah, aku merindukanmu!"


Gu Xinji memeluknya erat setelah itu mulai melihat dia dari atas kebawah, kembali lagi ke atas, seakan untuk meyakinkan bahwa anaknya yang nakal baik-baik saja.


Setelah yakin putri kecilnya baik-baik saja dia mulai bertanya, "Kanapa kalian berlarian kesini?"


"Bukankah kalian seharusnya ada di sekolah?"


Dia melihat mereka satu demi satu, dan membelai kepala mereka dengan sayang, namun itu tidak menghentikan pertanyaannya yang mengandung teguran.


"Ayah, bukankah ayah juga seharusnya kembali ke Guangzhou, kenapa ayah kesini?"


"Apakah ayah mengejar artis yang mirip dengan mommy kami, Yu Yayao?"


Uhuk.. uhuk..uhuk... Gu Xinji terbatuk mendengar pertanyaan beruntun anak-anaknya.


"Dia bukan artis Yu Yayao, dia memang ibu kalian Yan Hao,"


"Huh, kami sudah mengetahuinya ayah, wanita sialan yang ada dirumah itu terlalu berbeda dengan mommy, seharusnya ayah percaya padaku saat itu!"


Sanbao berkata dengan marah pada ayahnya.


"Baik.. baik... ayah salah."


"Ayah, aku ingin ketemu mommy!" Dabao duduk di sofa mengeluarkan laptop dan mulai menjelajah, tapi nada bicaranya sangat menuntut.


Ayahnya sangat pelit kalau soal ibu, ayah hanya ingin menguasai ibu sendiri, dan itu tidak bisa dibiarkan.

__ADS_1


Mata Dabao cerah saat melihat layar, dia ternyata memeriksa daerah sekitar, dia meretas cctv yang berada di areal pantai dan sekitar. Dan dia melihat sang bunda yang tengah berdiri di tepi pantai memandang jauh ke cakrawala.


Dabao berdiri, "ayah, aku ingin jalan-jalan."


Tanpa menunggu persetujuan ayahnya, Dabao keluar, dia juga tidak ingin memberitahu kedua saudaranya yang licik, dia ingin bertemu ibu sendirian.


Sanbao dan Yibao saling pandang, tatapan licik mereka terlihat oleh ayahnya


Gu Xinji memijat ruang diantara dua alis, "Jangan buat ulah!"


Uh, anak-anaknya terlalu cerdas dan licik, mereka pasti sudah memiliki ide dikepala mereka yang kecil.


"Ayah, kami akan menemani Dabao."


Mereka berlari seperti kelinci menghindari musuh, sangat lincah.


Yan Hao sedang berdiri di tepi pantai ketika pesan dari Song Hyun masuk ke ponselnya.


Dia melangkah perlahan menuju perairan umum (Yan Hao dan beberapa vila pribadi termasuk yang disewa Gu xinji berada di area pribadi, area pribadi juga dibagi dalam beberapa tingkat, ada area VIP maupun area pribadi yang biasa saja. Yang VIP letaknya agak sedikit jauh dan tempatnya sangat indah seperti villa Gu Xinji)


Selama empat tahun, dia tidak pernah meninggalkan area pribadi miliknya apalagi pergi ke area umum.


Matahari bersinar cerah dan banyak orang yang berjemur di area umum, sedang anak-anak berkejaran dengan bahagia, mereka semua bersenang-senang.


Yan Hao berjalan perlahan, hatinya bahagia melihat anak-anak yang berlari berkejaran di pantai, namun kebahagiaannya segera hilang saat mendengar suara tangisan anak kecik.


Yan Hao berjalan mengikuti arah tangisan itu, dia melihat seorang anak perempuan yang sangat cantik menangis dibawah pohon kelapa. Anak itu basah kuyup, tubuhnya bergetar hebat seperti sedang menahan dinginnya angin laut yang bertiup, sepertinya anak itu baru keluar dari laut.


Yan Hao terpesona, anak siapa yang begitu cantik menangis sendiri di tempat ini, Yan Hao melihat sekeliling, ini area pribadi, apakah anak ini dari areal pribadi? Yan Hao bertanya-tanya di dalam hati.


Yan Hao berjalan ke arah anak itu.

__ADS_1


"Sayang, apa yang terjadi? Yan Hao bertanya dengan lembut.


Sanbao mendongak melihat Yan Hao dengan mata merah penuh air, dia seperti kucing kecil yang terjebak, basah kuyup dan menyedihkan.


Tidak jauh dari situ, Dabao bergetar marah, dia akan berpura-pura jatuh di depan ibunya dan menangis untuk meraih perhatian sang ibu, tapi saudara perempuan liciknya lebih dulu menangis dengan tubuh basah kuyup menarik perhatian ibunya.


"Huh, pantas saja dia tiba-tiba mencebur dirinya dilaut, rupanya dia ingin berpura-pura menyedihkan" Dabao sangat marah, dia satu langkah dibelakang saudaranya.


"Mommy, aku sudah lama mencarimu." Sanbao berkata terisak.


"Sudah empat tahun, kita terpisah sudah empat tahun, mommy!" Sanbao memeluk Yan Hao erat.


"Sayang apa yang terjadi? katakan, aku akan membantumu jangan menangis sayang!"


Yan Hao mengeluarkan tisu, dengan lembut dia menyeka air mata Sanbao.


"Mommy, kamu disini, aku sudah mencarimu,jamhan tinggalkan aku lagi!" Sanbao melompat ke pelukan Yan Hao, dia mengalungkan tangan kecil dan imutnya di leher Yan Hao, dan mulai mendusel-duselkan wajah di leher Yan Hao.


Yan Hao terpana, "Oh sayang, maafkan aku, aku bukan ibumu, katakan dimana kamu terpisah dengan ibumu? aku akan mencarinya untukmu!"


"Kamu ibuku, kamu adalah mommy, mommyku!"


Sanbao memeluk Yan Hao erat.


Perasaan familier menyerang indera Yan Hao, dia merasa seperti pernah mengalami, perasaan ini....rasa sayang ini... anak ini..? dia merasa seperti pernah berhubungan dengan anak ini, tapi dimana? kapan? dia tidak pernah meninggalkan pulau ini. Tapi perasaan ini begitu nyata.


Di kejauhan anak-anak berkelahi, mereka seperti mengerubungi anak kecil berusia delapan atau sembilan tahun.


"Ayo kita kesana, anak itu sepertinya di bully!"


Yan Hao membawa Sanbao di punggungnya, berjalan dengan gagah ke arah anak-anak yang berkelahi.

__ADS_1


__ADS_2