
Yan Hao menggendong Sanbao dipunggungnya, mereka berjalan dengan langkah tegap ke arah anak-anak yang sedang berkelahi.
Anak-anak itu sedang mendorong 2 orang anak laki-laki cantik sambil tertawa, anak-anak itu sangat menyedihkan, baju mereka kotor, mata mereka merah.
Melihat Yan Hao datang, anak-anak remaja itu berlarian, bubar, menyisakan Dabao dan Yibao yang menangi sedih.
Sanbao hampir memutar mata ke atas melihat dua saudara laki-lakinya.
"Huh, demi memikat mommy kalian rela di bully, licik!" batinnya.
"Mommy... mommy, kamu disini, akhirnya kami menemukanmu!"
Yibao berkata dengan menyedihkan, tangannya meraih ujung pakaian Yan Hao.
Yan Hao merasa anak-anak ini sangat menyedihkan, dia merasa sangat kasihan pada mereka. "Sayang, aku bukan ibumu, dimana ibu kalian?"
Tapi perasaan yang timbul dihatinya tidak bisa di jelaskan, dia seperti pernah mengenal anak-anak ini, rasa sayang inibyerlalu familier, anak-anak ini terasa seperti miliknya.
Yan Hao memegang kepalanya, rasa sakit yang begitu hebat menyerang setiap sarafnya
Sanbao yang berada di punggung sang ibu langsung turun.
"Mommy... ada apa?"
Yibao maju memegang tangan Yan Hao, "Mommy, mommy benar-benar melupakan kami?" Yibao sangat cemas, Dabao yang menangis juga datang dengan pandangan cemas.
__ADS_1
"Mommy!"
"Mommy, aku Sanbao, bayi mommy yang berharga!"
"Mommy, aku Yibao, bayi mommy yang ganteng!"
"Mommy, aku Dabao Bayi mommy yang cerdas!"
Mereka melangkah satu per satu, Yan Hao mulai terserang sakit kepala hebat, dia berjongkok dan memegang kepalanya, dia berharap dia akan kehilangan kesadaran saat ini.
Samar-samar dia melihat bayangan mendekat, Yan Hao mendongak hanya untuk melihat Gi Xinji berjalan mendekatinya, akhirnya dia tahu apa yang terjadi.
Gu Xinji pernah berkata kalau mereka memiliki tiga anak kembar, dan berusia delapan tahun, mungkinkah dia benar? jadi ketiga anak ini anak-anak mereka? mungkinkah dia adalah ibu dari anak-anak ini?
"Jangan berbuat seperti ini lagi!" dia memperingati anak-anaknya dengan serius.
Gu Xinji sudah konsultasi dengan dokter masalah Yan Hao, jika Yan Hao mengalami trauma kepala maka akan sangat berbahaya bagi cedera kepalanya, dia akan mengalami sakit kepala hebat jika ada rangsangan eksternal tapi jika dia tidak mengalami Hipnotis untuk menghapus memory maka dia bisa menjadi gila karena paksaan memory eksternal yang masuk.
Gu Xinji lebih suka dia melupakannya daripada melihat Yan Hao kesakitan seperti itu apalagi sampai membuatnya gila. Hipnotis hanya bisa dilepas oleh orang yang menghiptonisnya.
"Maaf ayah, itu tidak akan terjadi lagi!" ketiganya menunduk dengan sedih, mereka berpikir jika mereka datang dihadapan ibunya maka ibunya akan mengingat mereka, namun ternyata ingatan ibunya benar-benar hilang.
Yan Hao bersandar di dada Gu Xinji, detak jantung Gu Xinji yang kuat meredakan sakit kepala hebat yang dirasakan, setelah merasa nyaman Yan Hao mendorong Xinji dan melompat turun dari pelukannya.
Dia melirik dingin ke arah anak-anak itu dan berbalik pergi.
__ADS_1
"Mommy benar-benar melupakan kita!" Sanbao merasa tertekan melihat punggung ibunya yang menjauh.
Gu Xinji mengerucutkan bibirnya, "Jangan lakukan ini lagi, itu terlalu berta untuk ibumu!"
"Ayah, lakukan sesuatu, aku tidak ingin kehilangan mommy lagi, empat tahun kami kehilangan mommy, kami tidak ingin merasakan hal itu lagi!" air mata jatuh disudut mata Yibao.
Telpon Sanbao berdering. "ayah, wanita itu menelepon!"
Dia memanggil Yu Yayao sebagai ibu dulu, tapi begitu tau dia bukan ibunya dia berhenti memanggilnya ibu dan bahkan membencinya.
Gu Xinji mencibir dan berkata, "Jawab telpon itu dan lihat apa maunya!"
"Halo sayang, ibu ke asrama untuk menjengukmu tapi kamu tidak ada, kamu dimana sayang?"
mereka mencibir mendengar suara si peniru, Gu Xinji tahu, wanita itu akan melakukan sesuatu setelah kejadian datangnya keluarganya ke vila Lanhua.
Sedangkan Yu Yayao mulai kehilangan ketenangannya, dia harus melakukan sesuatu. Terlepas dari Yan Hao kembali atau tidak, dia harus membuat anak-anak berpihal padanya
"San'er, ibu buatkan kue favoritmu, keluarlah sayang."
Sanbao mencibir, "aku sedang bertemu seseorang diluar, tapi mobilku mogok, aku tidak bisa kembali!"
"Kirimkan alamatmu, ibu akan menjemputmu sekarang!" Kalau dulu dia akan mengirim supir atau pengawal menjemputnya tapi sekarang dia akan menjemput anak itu sendiri.
Lanjut Besok....@@@
__ADS_1