SUAMIKU, AKU MENCINTAIMU, AYO BERCERAI

SUAMIKU, AKU MENCINTAIMU, AYO BERCERAI
Chapt 27.


__ADS_3

Melihat wajah kedua anaknya pucat pasi, Xin Ji mengambil alih, dia mematikan jam pintar milik kedua anaknya.


"Matikan..!" sambil tangannya menekan tombol power kedua jam pintar milik bocah kembar itu. "Jangan membukanya sampai kita sampai di rumah kalian." Lanjutnya memberi instruksi.


Kedua anak itu mengangguk dengan patuh. Mereka bukan takut di marahi ibunya, mereka hanya tau kalau mereka telah berbuat salah dengan pergi tanpa ijin pada bibi Qi apalagi mommy.


"Tidak usah cemas, mommy kalian tidak akan menghukum kalian. Kalau mommy bertanya katakan bahwa jam kalian mati." Xin Ji berusaha menghibur sekaligus memberi jalan keluar kepada dua bocah kembar itu tanpa harus membuat berbohong


Mereka mengangguk dengan lesu.


Setelah sampai di persimpangan yang tidak jauh dari rumah, Xin Ji menurunkan anak-anaknya. Dia tidak berani maju lebih dekat lagi karena takut akan ketahuan.


Dia melihat kedua anaknya berlari menuju rumah mereka dengan pandangan kompleks.


"Apakah saya perlu turun dan melihat mereka, tuan."


"Tidak perlu, kembali!" Perintah Xin Ji.


Di sisi lain, A Lin menjerit histeris karena benda yang merayap di punggungnya, Qingmei sang asisten membawanya ke kamar mandi dan memeriksa pakaiannya hanya untuk menemukan ular karet kecil yang sudah melingkar dan diam tanpa ada tanda-tanda pernah merayap seperti omongan A Lin. Dia tercenung sebentar.


"Apa... apa yang yang kau lihat? benarkan ada ular?" A Lin hampir histeris kembali dengan pemikiran liarnya tentang ular.


Qingmei segera mengambil ular karet kecil itu dan memberikan pada A Lin.


"Aaaaaaa... anak sialan.! tunggu saja..! katanya dengan marah, ular karet di tepisnya dengan kuat, rasa jijik juga takut tercetak jelas di wajahnya. Wanita mana yang tidak takut sama ular, apalagi ular mainan itu nampak seperti ular beneran.


A Lin kemudian membetulkan pakaiannya, memandang wajahnya di cermin kemudian mencuci mukanya yang sudah belepotan mengeluarkan sisir dan mulai menyisir rambut coklat kemerahannya yang indah tergerai dengan sisir imut di tangannya. namun belum selesai menyisir rambut, dia kembali histeris ketika sisirnya nyangkut di rambut yang biasanya mudah disisir.


"Apa iniiii....! air matanya sampai jatuh karena sakit hati,


"Ini...ini permen karet!" seru Qingmei


Wajah A Lin memutih kemudian berubah merah, tubuhnya bergetar karna marah, tangannya terkepal erat, "anak-anak itu mencari kematian!" ujarnya dengan gigi terkatup erat.


"Cari tau dimana berandal-berandal kecil itu tinggal..! aku tidak percaya aku tidak bisa tangani mereka." A Lin berkata marah.

__ADS_1


&&&


Beberapa saat yang lalu di rumah Yan Hao


Di dalam rumah ketika Yan Hao kembali dari rumah sakit bibi Qi melapor tentang si kembar yang hilang dari rumah dan entah berada dimana sekarang, air matanya berlinang penuh penyesalan.


Yan Hao awalnya agak panik, tapi dia sempat bicara dengan mereka di ipad rumah, Yan Hao jadi tenang.


Dia mengambil Ipad, membuka program jam pintar dan melacak keberadaan anaknya. Ternyata anak-anaknya sedang berada tidak jauh dari toko The Flower"s miliknya.


"Kalian dimana sayang? Mom... " tuuutt.. tuutt... bunyi sambungan terputus. Yan Hao cm memandang telp dengan tenang.


"Gak papa bi, bentar lagi mereka kembali." Yan Hao menenangkan bibi Qi.


beberapa saat kemudian...


"Mommy.....!" suara Yibao dan Dabao memanggil dari luar.


Dan seperti angin puyuh, mereka menerjang Yan Hao dan memeluknya erat, kalau saja Yan Hao tidak dalam keadaan siap, dia mungkin akan terjungkang.


Sigap Yan Hao memeluk kedua putranya.


"Kami salah mommy... kami minta maaf." Yibao berkata sambil menunduk, Dabao pun menunduk.


"Coba sebut kesalahan kalian? Mommy pingin tau."


"Kami...kami gak ijin saat keluar rumah." Yibao berkata pelan, lengannya menyenggol saudaranya Dabao disamping.


"Kami tidak memberitahu Bibi Qi." Dabao berkata setelah di senggol.


"Kalau salah, bilang apa?" Yan Hao bertanya lembut.


"Maafkan kami, bibi Qi." mereka menunduk di depan Bibi Qi. "Kami menyesal, kami tidak akan mengulang." lanjut Yibao.


Bibi Qi yang tadinya ketakutan, sekarang bisa tersenyum lega, melihat anak-anak yang manis, imut dan lucu juga sangat sopan di depan, mana tahan dia untuk benar-benar marah

__ADS_1


"tidak... tidak... tidak... asalkan kalian kembali dengan selamat bibi sudah sangat bersyukur." Bibi Qi memeluk keduanya penuh syukur.


"Bibi yang salah, seharusnya bibi tidak meninggalkan kalian sendiri." Lanjut bibi Qi.


"Mommy.. dimana San'er?" Dabao bertanya


"Di kamar... masuk dan liat."


Yan Hao menghela napas melihat keduanya berlari ke kamar untuk melihat saudara perempuannya. Dia ingin bertanya lebih dalam tapi menahan keinginannya hingga bibi Qi kembali ke rumahnya. Dia tidak ingin ada yang melihat saat dia menanyai atau menghukum anak-anaknya, karena takut anak-anaknya akan malu.


&&&


Di Mobil Bentley hitam milik Gu Xin Ji


"Jiang Shan." Xin Ji menyapa seseorang di ujung telpon


"Xin Ji? Ada apa?" Jiang Shan bertanya heran.


"Aku ingin kau segera kembali ke sini, ada seseorang yang memerlukan bantuanmu..." Xin Ji berkata lugas.


Jiang Shan adalah salah satu sahabatnya yang sangat ahli dibidang pengobatan, modern maupun tradisional.


Dia adalah dokter jenius dalam bidang pengobatan. Selama pasien yang ditanganinya masih ada satu napas di ujung hidungnya maka dia masih akan bisa menyelamatkannya, terlepas dari penyakit apa yang di derita sang pasien. Karena itulah dia mendapat julukan 'si tangan Tuhan'


Xin Ji kemudian menceritakan keadaan Sanbao putri kecilnya yang sangat cantik, yang tidak pernah dilihatnya kepada Jiang Shan.


Jiang Shan tertegun, kemudian meradang, dan akhirnya tenang kembali.


Dia ingin menyalahkan sahabatnya yang bodoh, tapi mendengar suaranya, Jiang Shan akhirnya mengalah.


"Sejujurnya, aku sekarang sedang ada dalam proyek penting dengan pihak pemerintah negara Italia, sekarang dalam tahap kritis. tapi aku tidak mungkin mengabaikan keponakanku yang cantik..." Jiang Shan mendesah dengan berat hati kemudian melanjutkan.


"Aku akan kembali paling cepat lusa." lanjutnya


"Baik. aku tunggu."

__ADS_1


@@@@


lanjut besok.....


__ADS_2