SUAMIKU, AKU MENCINTAIMU, AYO BERCERAI

SUAMIKU, AKU MENCINTAIMU, AYO BERCERAI
Chapt 52. Frustasi


__ADS_3

Vera naik ke kamar Yayao.


"Yayao..apa kau di dalam?"


"Kenapa mandimu lama betul?"


"Apa kau tidak takut masuk angin?"


Vera bertanya berturut-turut.


Di Dalam kamar mandi, Yan Hao akhirya mendapat sedikit kewarasannya yang hilang. Dia berusaha menjauh dari Xinji namun kakinya tidak memiliki kemampuan.


"Lepaskan aku?" ujarnya lemah


Pipinya sudah sangat merah, matanya seperti berair, kabut gairah belum hilang dari tatapannya, dia memandang Xinji sayu.


Yan Hao sangat malu, tubuhnya didekap erat XInji


"Vera, aku akan keluar setelah menyelesaikan mandiku."


"Baiklah, jangan terlalu lama."


Vera beranjak, dia menutup pintu setelah keluar.


Dikamar mandi, tubuh telanjang Yan Hao masih dipeluk erat Gu Xinji, mereka masih berdiri dibawqh shower, kamar mandi mengeluarkan kabut yang menutupi ambiguitas mereka.


Xinji masih memakai Jeans belelnya sedangkan Yan Hao tidak memakai selembar benang pun.


Seluruh tubuh Yan Hao yang bening dipenuhi tanda merah.


Dadanya seperti membengkak dua kali lipat dan tanda merah menghiasi setiap jengkalnya, leher, tulang selangka, daerah perut bahkan paha bagian dalam tidak luput dari jejak cinta itu


Gu Xinji seperti menghukum Yan Hao, dia menyentuh setiap jengkal tubuhnya hingga membuatnya mengalami pelepasan berkali-kali, namun dia tidak menyentuh daerah intinya, setiap ciumannya mengarah kesana, Xinji akan selalu berhenti. Tangannya juga sama, dia menyentuh setiap jengkal tubuhnya namun dia akan melewati daerah inti itu, sedangkan Yan hao sudah sangat berdenyut, dia menginginkan sesuatu namun apa itu dia sendiri tidak tau,


Dia begitu Frustasi, dengan marah, dia mengangkat wajahnya dan langsung menggigit leher Gu Xin Ji, Xin Ji menegang, apel adamnya bergulir naik turun seiring pernafasannya yang semakin cepat dan berat, arus panas menjadi tidak terkontrol dibagian bawah tubuhnya, dia hampir kehilangan kewarasannya.


Gu Xinji ingin saat dia memasuki tubuh Yan Hao istrinya, Yan Hao telah mengingatnya, dia ingin Yan hao meneriakan namanya saat dia mencapai puncak kenikmatan, dia tidak ingin ada bayangan laki-laki lain dalam benak istrinya


Setelah merasa cukup menghukum sang istri, Gu Xinji meraih handuk dan membungkus erat istrinya sebelum akhirnya menggendongnya keluar.


Wajah hingga tubuh Yan Hao memerah, semua yang harus diliat sudah diliat pria ini, Yan Hao merasa dirinya benar-benar "Jal*ng"


Jeans belel Xinji basah kuyup.


Yan Hao melihat dengan jelas, sesuatu di bawah sana masih menegang, wajah Xin Ji juga memerah, kabut gairah sangat jelas di wajahnya. Yan Hao heran, mengapa dia tidak menuntaskan hasratnya padahal jelas-jelas dia memiliki peluang besar, dia berpikir dia menghukum Yan Hao, padahal dia menghukum dirinya sendiri.


"Yayao...!"


Vera memanggil, "aku masuk"


Yan Hao gelagapan, dia segera melihat Gu Xin Ji, namun sebelum pintu kamar terbuka, Xin Ji sudah menghilang, bahkan Tshir biru yang tadinya di ranjang sudah raib.


Gu Xinji keluar lewat jendela kamar Yan Hao, senyum lebar terukir di wajahnya.

__ADS_1


Dia merasa sangat menyegarkan, tingkahnya seperti anak remaja yang dilarang pacaran oleh orang tua.


Yan Hao menarik napas lega.


Vera masuk, dia melihat Yan Hao tengah memakai pakaian, namun dia mellilit syal disekeliling lehernya.


"Kenapa kau memakai syal, apa kau sakit?"


"Uhuuk...uhuukkk..."


Seolah mengkonfirmasi ucapan Vera, Yan Hao seketika batuk.


"Kamu sudah terlalu lama dikamar mandi, bagaimana kamu tidak masuk angin?"


Vera memarahi Yan Hao.


Yan Hao cuma pasrah, dia memakai baju yang tertutup dan melilit syal di lehernya, dalam hati, dia memaki Gu Xinji delapan puluh enak kali.


Sementara itu, diasrama lelaki, kakak beradik Yibao dan Dabao sedang online.


Mereka begitu asik dengan game, mereka seperti terisolasi dari dunia luar.


Ketokan di pintu tidak mempengaruhi mereka sama. Ketukan itu semakin keras, Dabao dengan ekspresi malas melihat pintu yang seperti akan lepas dari engselnya, matanya akhirnya memancarkan ekspresi lembut.


Yibao telah lebih dulu berdiri, mereka tahu jika cara mengetuk seperti itu, itu artinya iblis berwajah giok itu yang datang. Mereka pasrah.


Pintu terbuka, di depanna berdiri gadis kecil dengan kecantikan yang tidak biasa, dia berdiri dengan memegang kucing putih dalam pelukannya.


Sebelum disuruh, dia menerobos masuk dan duduk diranjang.


"Sudahkah kalian mendapat telpon dari wanita itu?"


"Tidak!" mereka menjawab tak acuh.


"Aku mendapat sesuatu yang menarik, apa kalian ingin melihat?" Sanbao tersenyum sangat cerah. Kedua saudaranya bergidik.


"Tidak!"


"Baiklah, karena kalian sangat antusias maka aku tidak akan menyulitkan kalian."


"Ini adalah wanita penyihir, dan ini aku yakin adalah ibu kita." Sanbao berbicara seolah itu hal yang biasa.


Yibao dan Dabao saling berpandangan. Apakah adiknya kumat lagi?


Setelah kejadian itu, Sanbao selalu berkata bahwa dia akan menemukan ibu asli mereka, ibunya dibawa pergi seorang lelaki dan dia akan menemukannya.


Sudah lama sejak dia terakhir berbicara seperti itu.


"Apakah kalian tidak ingin melihatnya?"


"Adik, bagaimana kalau kita bertanding?" Dabao mencoba mengalihkan perhatian adik kesayangannya dari imajinasinya.


"Ayolah, aku akan mentrakstirmu kalau kamu menang." Yibao menimpali.

__ADS_1


Sanbao melihat mereka berdua dengan intens dan lama, kedua saudaranya mau tidak mau mengikuti omongannya, mereka melihat tanda-tanda saudara cantiknya akan mengamuk.


"Lihatkah, dan berikan pendapat kalian."


Dia mengangguk puas pada kedua saudara laki-laki yang wajahnya identik dengannya, hanya terlihat sedikit maskulin.


Yibao dan dabao mengambil Ipad Sanbao dan mulai meng klik monitor autan yang ada.


Mereka berdua membeku.


'Iniii......?"


"Ini ibu kita." Mata Sanbao memerah


"Aku tidak akan pernah salah."


"Aku juga sudah melakukan penelusuran, ayah sekarang sedang berada disana, sepertinya ayah juga sudah menemukan identitasnya. Aku curiga ibu tidak akan mengingat kita, dan wanita yang ada dirumah saat ini, terkait erat dengan hilangmya ibu."


Setiap kalimat yang terucap dari bibir mungil Sanbao seperti bom yang dijatuhkan dari langit.


Dua saudara lelakinya tidak bergerak melihat monitor. Berita ini terlalu spektakuler.


Ekspresi mereka rumit


"Dimana ini?"


"Negara C, Kota pantai."


Dabao membuka laptopnya, tangannya mulai sibuk, dia membobol sistem Pertahanan negara C.


Dia melakukan penelusuran dan mencari identitas wanita yang sangat mirip ibunya.


"Wanita ini bernama Yu Yayao, seorang influencer, memiliki seorang anak perempuan berumur 12 tahun yang tengah menempuh pendidikan di negara Adidaya........"


Semakin Dabao membaca informasi itu semakin dingin raut wajahnya.


Informasi ini terlalu lengkap.


Justru itu yang menarik kecurigaan mereka semakin besar.


"Bersiap-siap, kita akan berangkat kesana."


Yibao mengambil keputusan cepat.


"Ayah kita terlalu curang, dia ingin menguasai mommy sendiri."


"Bagaimana dengan wanita yang berada dirumah kita?" Sanbao bertanya santai, dalam hati dia sudah memiliki rencana.


"Kita akan memikirkannya setelah kembali."


Lanjut Besok....@@@


Mau buat 2 Chapt tapi demam melanda

__ADS_1


__ADS_2