
Mereka berada di vila Yan Hao seharian, anak-anak berceloteh dengan riang, banyak hal yang mereka ceritakan kepada Yan Hao, ibu mereka.
Yan Hao merasa pikirannya terbuka, dia percaya kata anak-anak, ketika dia berpikir dia tidak bisa memasak ternyata hanya butuh beberapa menit untuk tahu bahwa dia bisa memasak. Song Hyun berkata bahwa dia tidak pernah masuk dapur, sekarang dia semakin yakin Song Hyun berbohong tentang banyak hal padanya.
Mengingat Song Hyun, Yan Hao teringat, kalau Song Hyun benar-benar ke kota Pantai seharusnya dia sudah sampai kemarin, kenapa dia belum hubungi aku, apa terjadi sesuatu, Yan Hao menggeleng kepala mengenyahkan pikiran buruk dari kepalanya.
Makan malam kali ini Yan Hao memasak mie vegetarian. Mienya diberi telur, sayuran dan ham, nampaknya sangat menggiurkan, ketiga anak itu duduk dengan patuh di meja makan. ketiga pasang mata menatap mie dengan penuh harap.
"Mommy, mie sangat harum." Sanbao mengendus aroma mie, air liurnya menetes mencium aroma mie yang sangat di kenalnya.
"Mommy, kami harap, kami masih bisa memakan mie buatanmu di masa depan." Dabao berkata dengan penuh harap, matanya yang indah menatap Yan Hao dengan mata penuh bintang.
"Mommy, bisakah kita sebahagia ini di masa depan?"
Yan Hao menunduk, air matanya jatuh, hidungnya terasa tersumbat, kegagalannya mengingat masa lalu akan selalu menjadi ganjalan di hatinya.
Dia mulai percaya bahwa dia adalah istri Gu Xinji, tetapi identitas baru ini terasa sangat aneh, dalam sekejap identitasnya berubah, dia sangat ingin tahu apa yang terjadi padanya empat tahun lalu hingga akhirnya berakhir menjadi istri Song Hyun.
Yan Hao teringat ucapan Gu Xinji beberapa hari lalu, kalung Heart Diamond Sea! Yan Hao seketika memegang lehernya. Yan Hao ingat, dia memiliki kalung itu, Song Hyun pernah mencoba mengambil kalung itu, namun Yan Hao tidak ingin melepaskannya, saat itu dia hanya berpikir bahwa kalung itu sangat berarti untuknya, jika dia melepaskannya maka dia akan menyesal.
Sekarang terbukti, kalung itu memang memiliki arti khusus, jika memang betul itu kalung pemberian Gu Xinji maka tidak heran kalau Song Hyun ingin mengambilnya. Dia akan mencari kalung itu setelah anak-anak pulang
Yan Hao menyiapkan lima mangkok Mie vegetarian, mereka memakannya dengan lahap.
BANG!!!
Tiba-tiba suara kembang api bermekaran di luar villa. ketiga anak itu mendorong kursi mereka dan berlarian keluar.
__ADS_1
"Mommy, ayo! ada kembang api yang meledak di luar, ayo kita lihat!" anak-anaknya berkata antusias.
Yan Hao mengusap matanya dan mengikuti anak-anak ke halaman.
Tempat kembang api meledak berada di pantai areal pribadi VIP. Kembang api meledak satu demi satu di langit mekar dengan indah dan cemerlang .
Yan Hao memiringkan kepalamya, melihat kembang api yang meledak dengan indah di langit, perasaan deja vu muncul di hatinya, Yan Hao seperti pernah mengalami hal ini, kelebat bayangan masa lalu bergantian hadir dalam pikirannya, sakit kepala hebat menghantam, antara saat ini dan masa lalu hampir tidak ada perbedaan. Yan Hao cepat-cepat menutup matanya.
"Apakah dia yang menyiapkan semuanya?" pertunjukan kembang api berlangsung selama sepuluh menit penuh, itu seperti mimpi.
Yan Hao akan membawa anak-anak kembali ke villa ketika dia melihat beberapa lilin menyala. Saat ini dia hanya fokus pada kembang api sehingga dia tidak menyadari begitu banyak lilin berada di pantai, ditengah lilin ada bunga bellflower merah...
Dalam cahaya lilin, sosok panjang dan lurus muncul, berjalan selangkah demi selangkah. Jalan yang dilalui pria itu dilapisi bunga bellflower. Kelopak bunga merah itu tersebar di tanah dan menyebar hingga ke pintu masuk villa.
Sejak siang hingga sore, Yan Hao tidak melihat adanya bunga itu. Itu berarti saat dia memasak mie di dalam untuk anak-anak, lelaki itu menyiapkan segalanya di luar.
Bunga bellflower yang tadinya dia pikir untuk istrinya, sekarang terhampar dihadapannya, ternyata dia ingin memberi kejutan untuknya.
Gu Xinji muncul dihadapannya, memeganh sebuket bunga bellflower dan berlutut dihadapannya.
"Yan Hao"
"Empat tahun lalu, aku berlutut dihadapanmu di tepi pantai kota New York, memintamu menjadi istriku, empat tahun kemudian aku juga berlutut dihadapanmu di tepi pantai ini memintamu untuk kembali menjadi istriku."
Gu Xinji menyerahkan bunga bellflower kepadanya, dia merogoh kantong bajunya, mengeluarkan kotak brokat yang sangat indah, saat dia membuka kotak itu terlihat cincin berlian besar di dalamnya, "Yan Hao, kembalilah menjadi istriku, kali ini aku tidak akan kehilanganmu."
Gu Xinji mengangkat cincin itu kehadapan Yan Hao. Yan Hao menggigit bibirnya dan berbisik, "Tapi aku tidak tahu siapa diriku, dan aku maaih terikat dengan seseorang, beranikah aku menerimamu?" air mata Yan Hao meleleh, dia menutup mukanya, air mata merembes dari sela-sela jarinya, bahunya berguncang hebat.
__ADS_1
Ketiga anak itu juga menangis melihat ibunya menangis, mereka berlari memeluknya. "Momy, jangan takut, kami akan membuat mommy mengingat semuanya."
Gu Xinji berdiri, dan melangkah menuju Yan Hao, memeluk dengan lembut dalam pelukannya, air mata Yan Hao semakin banyak, bahunya terguncang hebat.
"Sssttt, sayang jangan menangis, aku tidak ingin melihatmu sedih, seperti janjiku aku akan mengenalkanmu pada seseorang."
Yan Hao mendongak, melihat wajah Xinji, matanya merah dan lembab, bibirnya merah dan agak bengkak karena dia menggigitnya kuat untuk menahan air matanya tumpah meskipun tidak berhasil.
"Aku akan mengenalkanmu dengan SANI, anak yang lahir bukan dari rahimmu tapi dari kecerdasanmu,"
"Tahukan kamu, bahwa kamu adalah salah satu hacker paling terkenal di dunia?"
Yan Hao mengernyit, dia tak pernah tahu kalau dia sangat ahli dalam dunia peretasan.
"Ya, kamu adalah seorang jenius, mereka sengaja menghipnotismu, membuang semua kenanganmu dan mengisi dengan memory baru, bahkan kemampuanmu disembunyikan darimu. Tidakkah kamu heran mengapa Song Hyun melarangmu menggunakan Laptop? ketika kamu merekam aksimu, mengedit dan memposting semua dilakukan oleh tim yang dipekerjakan oleh Song Hyun, kamu sama sekali tidak terlibat kecuali setelah selesai."
"Itu karena dia takut, kamu akan mengingat semuanya, "
Setiap kata-kata yang terucap dari mulut Gu Xinji bagaimana petir yang menyambar di telinga Yan Hao, dia tidak pernah tahu kalau Song Hyun akan berbuat hingga sejauh itu.
"Sekarang, aku akan mengenalkanmu pada AI Sani, Artificial Intelligence bernama SANI."
"SANI... "
Tiba-tiba muncul di hadapan Yan Hao, Gu Xinji dan anak-anak sosok anak gadis kecil yang berwajah sangat cantik, dan sangat mirip dengan Sanbao. Berdiri diam dan menatap mereka dengan wajah tersenyum dan mata yang memancarkan kecerdasan."
"Ayah.. " Sani memanggil Gu Xinji lalu berbalik menatap Yan Hao.
__ADS_1
"Lama tidak melihatmu, ibu!"
Lanjut Besok... @@@