SUAMIKU, AKU MENCINTAIMU, AYO BERCERAI

SUAMIKU, AKU MENCINTAIMU, AYO BERCERAI
Chapt 49. Ini Bau Yan Hao


__ADS_3

Yayao menghentikan streaming pada pukul setengah tujuh malam.


Malam pun tiba. Angin  sepoi-sepoi merambati rambutnya saat suara ombak menghantam bebatuan menggema di sekitar pantai.


Yayao berdiri di balkon menggaruk kepalanya. Dia terus memeriksa waktu dan pergi ketika waktu akan menunjukkan pukul delapan.


"Kemana kamu akan pergi?"


"aku akan ke pesta berbekyu, apakah kamu tidak ingin ikut?" Yayao memandangnya cemberut.


"Tentu!"


Vera sangat gembir, dia mengikuti Yayao keluar rumah.


Mereka adalah satu-satunya penduduk di sekitar daerah ini. Ada penjaga di sekitar vila sementara staf lain membawakan mereka makanan dan membersihkan rumah.


Malam membawa keheningan di sekitar vila.


Yayao membawa Vera ke villa VIP tempat pesta berlangsung, dia membawa Vera bersamanya karena takut laki-laki asing itu akan melecehkannya kembali. Dia berjalan melewati sebuah vila dan melihat Gu Xinji di pintu masuk vila yang lain di dekatnya.


Di saat yang sama Gu Xin Ji melihatnya. Mata mereka  bertemu, dan Yayao menganggapnya tidak asing, dia tidak berpaling sampai tatapan Gu Xinji semakin agresif. Dia meraih tangan Vera dan menerobos kerumunan.


Dia tahu, Xin Ji mengikuti mereka.


Dia semakin erat memegang tangan Vera.


Ada pesta di pantai dan para turis sedang minum dan menari.


Vera di ajak seorang pria di tengah kerumunan dan ikut berdansa. Sudah lama sejak terakhir kali dia bresenang-senang jadi dia cepat membaur.


Yayao cukup tersesat. Dia takur Gu Xin Ji akan dastang begitu saja. Seperti telepati, Xin Ji mendekatinya dan meraih tangannya. Dia diseret ke dalam tarian. Tak ada yang menganggapnya aneh karena itu adalah pesta.


"Kamu disini untuk melihatku, bukan?"


Xin Ji meletakkan tangan di pinggangnya dan berbisik ke telinganya.


Nafas hangatnya menggelitik telinga Yayao. Dia merasakn gatal di sekujur tubuhnya dan jantungnya berdenyut.


"Aku hanya ingin tahu, siapa kamu bagiku."


Tanpa memperdulikan tangan hangat di pinggangnya, Yayao berkata dengan tenang.

__ADS_1


"kamu adalah istriku, percaya atau tidak." Xinji berkata perlahan.


Sorot matanya begitu dalam hingga Yayao akan menghilang di dalamnya.


Dia menyadari maksud Xin ji. Yayao terkekeh,


"Jangan bilang kamu sudah menungguku selama bertahun-tahun."


Gu Xinji tidask mengatakan sepatah kata pun, dia tidak menunggunya. Dia menghabiskan empat tahun tidur dengan seorang yang mirip dengannya.


Dia pikir cintanya sedalam samudra, ternyata tidak.


Dia tidak bisa tidak bertanya-tanya, kenapa dia tidak mengenali siapa sebenarnya wanita yang tidur di sisinya selama empat tahun ini, meskipun intuisinya menolak wanita itu, namun kenyataannya dia telah membiarkan wanita itu berada disisinya selama empat tahun, tidak kurang satu menit pun.


Jika saja dia melakukannya sejak awal, maka dia pasti akan pergi mencarinya, ada penyesalan dan rasa bersalah di matanya.


Yayao mencibir. Seperinya dia dan Gu Xinji memiliki sejarah, dan laki-laki ini sepertinya berhutang sesuatu padanya.


Sorot matanya menceritakan segalanya.


Saat Gu Xin Ji lengah, Yayao menginjak kakinya dan keluar dari pelukannya.


Dia pergi ke sisi yang lain dan mulai berdansa dengan seorang pria berambut pirang.


Gu Xinji sadar kembali ke dunia nyata, dia melihat tangan pria itu di pinggang Yayao, tatapannya sangat berbahaya, dia melangkah mendatangi mereka seperti singa yang sedang berburu.


Yayao langsung gugup.


Dia meraih tangan pria itu dan berusaha untuk bersembunyi di tengah kerumunan, tapi gerakan Xin Ji sangat cepat, dia menghentikan mereka sehingga membuat pria pirang itu kesal, dia berbalik dan mentapa Gu Xinji , namun tidak butuh waktu lama untuk kemudian pria pirang itu meyerah. Ia mengangkat kedua tangannya mundur dan menyerah.


"Kau tidak akan meninggalkanku lagi." Ucap Xinji muram, dia menarik Yan Hao ke arah hutan cemara yang temaram.


Yan Hao membelalakan matanya karena terkejut. Bahkan Song Hyun suaminya tidak pernah memperlakukannya seperti ini....


Dia mengangkat lututnya hendak menendang ***** Xin ji namun dihentikan.


Saat ini, Yan hao dipegang oleh Gu Xin ji dengan salah satu kaki di antara kedua kakinya. Posisi ini sangat intim..


"Kau...kkau lepaskan aku."


yan Hao sangat merah hingga wajahnya memerah. Dengan jarak sedekat itu Xin Ji bisa melihat wajahnya dengan seksama, wajah cantiknya membuat Xin Ji merasa akrab, dia sangat bahagia. Cinta yang mendalam untuknya tumbuh dengan kecepatan seperti meteor yang jatuh dari langit.

__ADS_1


Tanpa sadar dia mencubit daun telinganya.


Yayao berteriak.


Dia mengecilkan lehernya dan tersipu.


Melihat ini, Gu Xinji tidak bisa tidak mengingat masa lalu, semua yang terjadi diantara mereka empat tahun lalu muncul di benaknya seperti sebuah film.


Dia tahu bagaimana membakitkan gairahnya dengan baik...


Dai memasukkan tangan ke balik bajunya, Yayao sangat marah hingga hampir menangis, ini adalah kedua kalinya dilecehkan pria ini, tetapi dengan tangan dan kakinya dikendalikan dia tidak bisa melakukan apa pun.


Dia mengangkat kepalanya, mencodongkan tubuhnya kedepan, dan menggigit lengan Xin Ji.


Begitu dia mendekat, Gu Xin Ji merasakan bau yang familier padanya, jika tadi siang dia tidak dapat merasakan bau ini, itu karena pikirannya sepenuhnya tertutupi oleh gairah yang begitu kuat menghantamnya, empat tahun dia tidak mampu menyalurkan hasratnya, dia hidup seperti biksu dan hampir berkarat. Dai seperti orang mati berjalan, tubuh tanpa jiwa, namun ia telah hidup kembali. Hingga saat dekat dengan Yan Hao siang tadi dia langsung kehilangan kendali, otaknya tidak bisa berpikir lebih baik.


Sekarang setelah dia sadar, aroma unik ini terasa sangat menyegarkan. INI BAU YAN HAO... YAN HAO KU!


Namun, Jika ini Yan Hao, siapakah wanita yang tinggal bersamanya selama empat tahun ini?


siapa Yan Hao?


Yayao menggigit Gu Xin Ji dalam usahanya melepaskan diri, tetapi Xin Ji hanya memeluknya erat menolak untuk melepaskan. Dia memilih tempat lain untuk menggigit lagi. Xinji tetap membiarkannya menggigit.


Seolah ini hanya satu-satunya cara agar ia tahu bahwa semuanya adalah nyata.


"Yan Hao, apakah kamu betul-betul tidak mengenalku?"


Nama itu terasa familier dan nyaman di telinganya.


"Kamu adalah Yan Hao, istriku."


Tepat ketika dia akan menyangkal, telpon Xin Ji berdering.


"Tuan Gu? kamu dimana?"


Mendengar suara Lin Chao, Xin Ji melepaskan Yayao.


"Aku akan datang ke vilamu. Tunggu aku."


Lanjut Besok....@@@

__ADS_1


__ADS_2