SUAMIKU, AKU MENCINTAIMU, AYO BERCERAI

SUAMIKU, AKU MENCINTAIMU, AYO BERCERAI
Chapt 46. Perasaan Yang Berbeda


__ADS_3

Ketika ledakan itu terjadi, semua mata penumpang yang berada di sekoci penyelamatan terbelalak, lelaki tampan yang tengah memeluk istrinya itu menunduk, sudut bibirnya melengkung, matanya memancarkan arogansi dan kepuasan. Dia meningkatkan kekuatan di lengannya dan memeluk wanita yang tidak sadarkan diri itu erat di dadanya, mulutnya mengecup puncak kepala wanita itu mesra, setiap orang yang melihat akan mengira bahwa dia sangat mencintai istrinya dan bahwa dia bersyukur istrinya terlepas dari bencana ledakan bom saat ini.


Lin Chao melihat Gu Xin ji keluar dari ledakan dengan Yan Hao ditangannya, dia berjalan sempoyongan, kelihatan sekali kalau dia mencoba bertahan mempertahankan kesadarannya untuk bisa menyelamatkan sang istri.


Helikopter yang dipesan khusus saat itu telah tiba di atas kapal pesiar mewah Star Moon. Gu Xin Ji segera membawa Yan Hao dan mengikat tubuh sang istri agar bisa di tarik keatas oleh tim penyelamatan. Setelah memastikan sang istri diterima dengan baik oleh tim, dia segera menyusul menaiki tangga helikopter yang diturunkan.


Heli itu segera berputar kembali ke arah daratan menuju gedung rumah sakit yang berada di bawah naungan Grup Gu Corporation.


Yan Hao disambut oleh tim medis terbaik dan langsung dibawa ke ruang operasi.


Operasi berlangsung beberapa saat, saat selesai mereja mendorong brangkar ruang operasi keluar menuju ruang perawaran.


Si Ye melepas masker operasinya dan membuangnya ke tempat sampah.


"Operasi berhasil, tapi... " ada jeda dalam kata-katanya.


Gu Xinji menembakkan belati dalam tatapannya.


"Lanjutkan!"


"Dia harus melakukan operasi kecantikan untuk luka bakar di wajahnya, dan mungkin..... mungkin suaranya juga akan berubah, terlalu banyak asap beracun yang dihirup membuat pita suaranya rusak. selebihnya semua baik-baik saja." Si Ye memperbaiki letak kacamatanya dan menepuk pundak Xin Ji akrab, dia tahu betul perasaan tuan muda ini.


Saat istrinya menghilang dia hampir memporak-porandakan Kota ini, sekarang setelah bertemu, malah mengalami musibah ini.

__ADS_1


Gu Xinji masuk keruang perawatan Yan Hao, kepala Yan Hao dililit dengan perban putih menyisakan mata dan mulut saja. Dia duduk disisi Yan Hao dan memegang tangannya. Namun perasaanya terasa berbeda. (Apa yang berbeda) Xin Ji memandang Yan Hao dengan ekspresi rumit dimatanya.


Sementara itu, di sebuah kamar di penthaouse gedung pencakar langit negara C, sosok tubuh langsing dan indah berbaring tenang pada sebuah sofa panjang di samping jendela bergaya perancis yang indah. Kalau dilihat sekilas, wanita itu nampak sedang tidur nyenyak, tak ada yang tau kalau wanita itu berada di luar kesadarannya, karena pengaruh obat bius yang sengaja diberikan untuk mengaburkan kesadarannya.


Disisinya, seorang pria berpakain putih-putih sedang memegang rekam medis sosok cantik itu, tatapannya tenang, tak ada ekspresi yang berarti. Dia baru saja memberikan sesi treatment terakhir hipnotis untuk sang wanita.


"Bagaimana? apakah sudah bisa membangunkan dia?" Seorang lelaki tampan dengan kaki panjang dan wajah seperti dipahat pelukis terkenal di dunia melangkah masuk dan bertanya pada sosok berpakaian putih itu.


"Dia akan bangun dalam waktu satu jam."


"Dan.....?"


"Dan dia akan melupakan masa lalunya, hanya anda yang ada dalam ingatannya."


"Trimakasih Hyung. Aku tidak akan melupakan jasamu." Lelaki tampan itu menjabat tangan Seo Jun dengan antusias.


"Oh ya, sebaiknya kau membawanya meninggalkan segala sesuatu yang akan memicu ingatannya kembali, karena begitu dia terstimulasi akan susah untuk merancangnya kembali."


"Baik, aku akan mengingatnya, jangan khawatir."


dokter Seo Jun meninggalkan Penthouse itu dengan satu tangan dimasukan ke dalam kantong celananya, tangan yang satunya masih memegang catatan medis wanita cantik itu.


Satu jam kemudian, mata wanita itu mulai bergerak-gerak dan perlahan membuka, mengedarkan pandangannya keliling ada rasa sakit yang menyerang otaknya.

__ADS_1


"Yeobo ¹...."


Seorang pria tampan mendekat dan mengambil tangannya untuk dikecup.


"Kamu akhirnya bangun." Lelaki itu berkata dengan mata penuh binar yang tak bisa disembunyikan.


Reaksi spontan dari wanita cantik itu adalah menarik tangannya, namun tangannya seperti dijepit oleh lelaki itu hingga dia kesulitan.


"Siapa kamu?" tanyanya heran


"Kamu melupakan aku?" prua itu sedih saat sang wanita bertanya.


"Hhmmmm... maaf, saya tidak bisa mengingatmu."


"Tidak apa-apa, kau akan mengingatnya pelan-pelan." dia tersenyum lembut sambil menahan tangan lembut itu dibibirnya, rasa tak nyaman semakin menyiksa hati sang wanita, dia ingin menarik tangannya, namun tangannya dipegang dengan kuat.


"Yeobo, aku Song Hyun, suamimu. Kita sudah menikah lama dan memiliki seorang anak perempuan bernama Song Yimei, sekarang dia berumur 8 tahun. Kamu mengalami kecelakaan saat mengemudi hingga akhirnya koma dan baru sadar sekarang." Panjang lebar Song Hyun menjelaskan ke wanita cantik itu.


"Namaku...?" tanyanya ragu.


"Yu Yayao."


Bersambung .......@@@

__ADS_1


¹. Sayang (Bahasa Korea)


__ADS_2