
Tuan Gu, Aku kehilangan ingatanku bukan kecerdasanku! apakah kamu menghina kecerdasanku dengan mengatakan semua itu?!"
Yayao mencemooh. Dia pikir itu terlalu konyol.
Ia terlihat begitu menggebu-gebu namun semua yang dikatakannya sangat aneh.
Apakah artinya dia seharusnya menjadi istrinya? dan apakah artinya dia diambil di luar keinginnanya...
"Hao'er, kamu bukan aktris Yu Yayao. Kamu adalah Yan Hao. Kamu adalah adik kesayangan almarhum kakak ku Gu Fushen, kita menikah setelah Gu Fushen meninggal, dia menitipkan kamu ke aku dan menyuruhku menjagamu."
"Tuan Gu, tolong sadar."
Yu Yayao mendengus mendengarnya.
Apa yang dikatakannya sangat sulit dipercaya sehingga dia tidak percaya sepatah kata pun.
Saya seorang aktris dan juga seorang influencer bagaimana saya bisa memiliki seorang kakak yang menyayangi saya dan bahwa kami menikah karena dijodohkan. Ini terlalu omong kosong kedengarannya.
Apakah pria ini terlalu pandai mengarang cerita untuk menipu wanita?
Yan Hao berdiri dan berkata dengan dingin, "Tuan Gu, saya tidak punya waktu untuk mendengar omong kosongmu, saya harus pergi."
Dia akan pergi tapi pergelangan tangannya digenggam oleh tangan yang kuat.
"Hao'er, aku mengatakan yang sebenarnya!"
Tidak pernah ada moment saat kata-katanya begitu lemah dan tidak berbobot.
Dia meraih lengan rampingnya dan berkata dengan napas yang dalam, "Kita memiliki tiga anak dan mereka semua merindukanmu, Hao'er. Mereka sangat merindukanmu. Apa kamu tidak ingin bertemu dengan mereka?"
Yan Hao tiba-tiba membeku.
Emosi aneh muncul di hatinya. Anak-anak selalu bisa menarik perhatiannya.
Dia mendongak menatap Xinji, "Empat anak? jadi umur yang paling tua berapa?"
"Mereka semua berusia delapan tahun." Gu Xinji pikir dia akan ingat, jadi dia melanjutkan,
Yibao, Dabao dan San'er. Mereka semua sudah dewasa, jika mereka melihatmu mereka akan bahagia..."
"Huh!"
Yan Hao menarik tangannya dan keluar.
Dia berfikir keras, empat anak dan mereka semua berusia delapan tahun, yang berarti aku hamil sembilan tahun yang lalu.
__ADS_1
Aku tujuh belas tahun sembilan tahun yang lalu. Aku masih kecil pada saat itu bahkan masih sekolah. Mana mungkin aku hamil...?
Itu konyol!!
Itu gila!!!
Melihat tawanya, Gu Xinji tahu bahwa dia tidak akan mempercayai apa pun perkataannya. Xin Ji merasa sangat sengsara dalam hatinya, dia merasa begitu putus asa.
Seseorang yang dinamakan "suaminya" telah membuat hidupnya begitu nyata sehingga benar-benar mengira dirinya adalah Yu Yayao.
"Tuan Gu, Jangan gunakan anak-anak untuk mengarang cerita anda." Yan Hao menatapnya dsan berkata perlahan, "Saya lupa memberitahu anda, bahwa saya dan suami memiliki seorang anak bersama, seorang putri tepatnya. Terlepas dari putri yang berumur dua belas tahun yang juga tidask saya ingat, yang jelas putri ini berusia empat tahun dan saya mengingatnya dengan baik."
Meskipun anak itu sudah pergi. Tapi anak itu nyata, dia memiliki anak dengan Song Hyun.
Kata-kata Yan Hao menjadi pukulan fatal baginya.
Ia sudah banyak berpikir sebelumnya. Walaupun Yan Hao berhubungan intim dengan 'suaminya', ia tidak akan perduli, karena dia memang pantas mendapatkannya.
Namun ia tidak pernah menyangka kalau Yan Hao akan memiliki seorang anak dengan pria lain.
Masalah Yan Hao memiliki seorang anak berumur 12 tahun dengan pria lain, itu tidak masuk dalam pikirannya, karena dia yakin, anak itu bukan anak Yan Hao dan pria yang mengaku sebagai "suaminya", namun jika Yan Hao memiliki putri berusia empat tahun, itu artinya....
Anak-anak adalah belenggu emosional, sekarang Yan Hao punya anak dengan pria lain... bagaimana dengan aku? bagaimana??
Apa yang harus aku lakukan?
"Tidak ada yang lebih penting dari putriku di dunia ini, jadi tolong, jangan ganggu hidup aku lagi."
Yan Hao menatap Gu Xinji lama dan melangkah pergi.
Xinji terhuyung-huyung, tangannya menempel di dinding untuk menopang tubuhnya.
"Tuan Gu, Anda baik-baik saja?"
Lin Chao buru-buru meletakkan kopi yang tengah digilingnya dan berjalan ke arah Gu Xinji, Ia sempat menahan napas barusan, dia tidak akin dengan apa yang baru saja dia dengar...
Melihat wajah pucat Tuan Gu, Lin Chao bersuara, "Biarkan saya membantumu naik ke atas, tuan!"
Gu Xinji melambaikan tangan, dia duduk di sofa dan memejamkan mata, "Aku ingat, kamu pernah memeriksa latar belakang Yu Yayao bukan? orang tuanya masih hidup dan dia memiliki adik, kan?"
Lin Chao mengangguk, "Orang tua dan saudaranya tinggal di luar negeri, saudaranya juga belajar di sana.."
"Lakukan sesuatu, aku tidak perduli bagaimana caranya, bawa orang tua dan saudaranya ke Guangzhou." Gu Xinji memijat dahinya, kepalanya begitu sakit dengan kejadian di luar jangkauannya.
"Biarkan Nyonya Gu secara pribadi menerimanya, dan pasang monitor di ruang konfrensi."
__ADS_1
"Tuan Gu, apa yang tuan coba lakukan?" Lin Chao bertanya dengan kaget.
Dia tidak mampu memahami maksud Tuannya.
Gu Xinji tidak bermaksud menyembunyikan lagi, "Saya pikir kamu juga pasti bisa mengira tentang hal ini, empat tahun lalu Yan Hao ku di culik dan digantikan. Wanita yang bersamaku selama empat tahun ini bukan Yan Hao melainkan Yu Yayao..."
Dia memang sudah menduganya, namun menduga dan mendengar langsung adalah dua hal berbeda, Lin Vhao kehilangan kata-kata.
"Tuan Gu, apakah tuan yakin wanita ini adalah Nyonya yang asli, kenapa dia tidak mengakuinya?"
"Dia kehilangan ingatannya. Dan kemungkinan besar itu terjadi saat di kapal pesiar Star Moon, mereka membuat adegan penculikan yang ebrakhir dengan bom di kamar mandi, dan Yan Hao diikat, untuk mengelabui kita dan mereka bisa membawa pergi Yan hao tanpa kita sadari."
"Lakukan riset dari Yu Yayao yang berada di villa Lanhua Guangzhou, cari tahu apa yng terjadi saat itu dari orang tua dan saudaranya."
"Baik, Tuan."
Lin Chao turun dan menelpon.
---------------------
Kembali ke vila, pikiran Yu Yayo kosong, ketika dia menutup matanya, dia bisa melihat Gu Xinji dan semua kata-katanya.
mengapa cerita absurd itu terus muncul di kepalanya lagi dan lagi?
Dia membuka tirai dan membungkuk di pagar balkon, menatap bintang dan bulan. Malam ini indah, tetpai dia tidak bisa menikmati semua itu.
Saat dia menatap pantai, dia melihat Gu Xinji di pantai, dia berdiri tidak jauh dari villa dan menatapnya.
Sepertinya, dia tidak berniat untuk datang, dia hanya berdiri diam menatapnya dengan tenang.
Hati Yan Hao seperti disengat, lalu rasanya menjalar di sekujur tubuhnya...
Dia menggigit bibirnya dan menarik tirai balkon, dia tak ingin melihat Gu Xinji pada malam ini.
--------
Di Villa Lanhua Guangzhou.
Matahari mulai tinggi, sekitar jam 10 pagi, orang yang berada di kamar tidur utama terbangun. Para pelayan yang menunggu di lantai satu berdiri dengan hormat. Ketika sang Nyonya rumah turun, para pelayan menyapa bersama,
"Selamat pagi Nyonya Gu."
Yu yayao tersenyum dan mengangguk dengan elegan.
Butler Li mendekat, "Nyonya Gu, Para tamu sudah menunggu di ruang konfrensi. Apakah nyonya ingin melihat dmereka setelah sarapan?"
__ADS_1
Yu Yayao membeku, dia ingat dia tidak mengundang siapa pun ke Villa Lanhua.
Lanjut besok cintaah....@@@