
Yan Hao kelelahan setelah memeras otaknya menyempurnakan AI SANI, melihat wajahnya yang semakin pucat dasn hampir pingsan Xin Ji membujuknya tidur, mereka bertiga akhirnya meninggalkan rumah sakit menuju rumah Yan Hao setelah Yan Hao beristirahat.
Sampai di rumah Yan Hao, mereka mencari boneka cantik yang dikatakan oleh SANI,
Setelah lama mencari.
"Kakak!" Gong Yu berteriak memanggil Xin Ji
Bergegas Xin Ji menghampiri Gong Yu yang memegang boneka putri cantik yang diyakini Xin Ji milik putri kecilnya, namun ada yang aneh dengan mata boneka itu, Xin Ji tersenyum mendapati kalau mata boneka itu tertutup oleh permen karet.
"Ini ulah Yibao," ucapnya sambil tersenyum lembut, tangannya lalu mencabut permen karet yang melekat di mata boneka putri cantik itu. Ternyata permen karet itu menyembunyikan alat perekam sebesar lubang jarum yang dipasang Yan Hao dalam mata boneka putri milik San'er. Itu bertujuan sebagai kamera tersembunyi jika sewaktu-waktu ada keadaan mendesak seperti sekarang ini
Gong Yu terdiam mendengar nada lembut yang keluar dari mulut Xin Ji, dan senyum Xin Ji pun menular, Gong Yu jadi ikut tersenyum, dia penasaran seperti apa putra-putra kakaknya, kalau dilihat dari foto-foto yang terekam kameranya, mereka sepertinya anak-anak yang lucu dan sedikit bandel.
Xin Ji mengeluarkan hp nya dan mulai mengaktifkan SANI.
"Sani..!"
"Ayah.."
"Tunjukkan apa yang ada di boneka cantikmu."
"Baik ayah." tiba-tiba di hadapan mereka muncul rekaman awal kemunculan para penculik,
Tubuh Gu Xin Ji, Gong Yu dan Lin Chao menegang melihat rekaman yang di putar SANI. Kelompok itu keliatan ramah pada awalnya mereka menanyakan tentang buqet bunga yang telah dipesan. Mereka mulai brutal saat anak-anak tidak membukakan pintu untuk mereka masuk.
Tubuh Xin Ji bergetar hebat melihat rekaman di depannya, wajahnya menghitam karena kemarahan yang telah memuncak, Gong Yu dan Lin Chao tak lebih baik. Apalagi saat mereka melihat rekaman Yibao dan Dabao berusaha menyembunyikan adik perempuannya di lemari dan menutupi tubuhnya dengan pakain-pakaian, mereka juga memakaikan penutup telinga kepada adik perempuannya, tangan mereka diletakkan di bibir memberi tanda agar saudara perempuan mereka diam dan tidak bersuara tak lupa mereka memberikan ventolin inheler sebagai obat semprot jika sesak napas adiknya kambuh di dalam lemari.
San'er bersembunyi dengan patuh, tubuhnya bergetar hebat karena ketakutan, namun dia berusaha untuk tidak menangis. dia hanya bisa mengintip melihat kedua saudara lelakinya berusaha melawan para penjahat itu
Ketika para penculik itu berhasil menerobos masuk, Dabao dengan tenang menjalankan mainan robotnya membawa batu sebesar kepalan tangan lelaki dewasa dan melemparkan ke arah salah satu penculik, lemparan itu berhasil mengenai kepala sang penculik dan membuatnya marah.
Yibao disisi lain mulai menggerakkan jam tangannya, dia mengaktifkan fitur suara pada jam tangannya sehingga mengeluarkan bunyi melengking yang sangat memekakkan telinga, bunyi itu membuat para penculik yang berjumlah enam orang menderita rasa sakit yang parah pada telinganya hingga mengeluarkan darah.
__ADS_1
Xin Ji, Gong Yu dan Lin Chao saling pandang melihat perlawanan anak-anaknya, mereka bahkan ikut menutupi telinga mendengar suara ultrasonik yang keluar dari jam tangan pintar milik yibao. Dan bukan cuma itu perlawanan mereka. Semua robot dan mainan anak yang dimiliki tiba-tiba menjadi hidup, dengan kecepatan super, mainan itu menyerang para penculik layaknya jagoan yang berada di film-film.
Tangan Yibao dan Dabao begitu lincah mengarahkan mainan-mainan itu untuk menghindar dan memukul para penculik. Mainan-mainan itu memang sudah dimodifikasi oleh keduanya, kesenangan mereka mengutak ngatik mainan sudah sejak mereka berumur setahun. Banyak mainan yang menjadi korban eksperimen mereka, mereka senang membongkar, memasang bahkan menghancurkan mainan jika ternyata tidak sesuai dengan keinginan mereka. Yan Hao hanya membiarkan anak-anaknya bereksperimen sesuka hati, dia menyediakan mainan apa pun yang diinginkan anak-anaknya. Jam tangan pintar yang dimiliki ketiganya juga telah dimodifikasi sedemikian rupa oleh Yan Hao sehingga fungsinya bukan hanya sebagai alat telp dan mengirim pesan saja namun banyak fungsi lain yang dipasang disana.
Jam tangan itu bisa berubah menjadi robot, bisa menjadi remot, bisa menjadi senjata rahasia seperti mengeluarkan bunyi ultrasonik yang memekakkan telinga, jam tangan itu bahkan bisa mengeluarkan asap yang mengandung obat tidur jika pemicunya ditekan, juga bisa mengirim sinyal tanda bahaya kepada seseorang.
"Hancurkan jam tangan mereka." Ucap seorang penculik yang sepertinya pemimpin mereka.
Wajah mereka terlihat jelas di kamera namun Xin Ji yakin itu bukan wajah asli mereka, mereka pasti menggunakan semacam topeng kulit yang menyembunyikan wajah asli mereka.
Salah seorang penculik menyergap Yibao dan Dabao dari belakang, sedangkan yang lain masih berurusan dengan mainan-mainan yang semakin ganas.
Melihat seorang penculik menyerang mereka, Yibao menghubungi Xin Ji
"PAMAANNNN...TOL...AAKHHHH..!!!'
Belum sempat tuntas ucapannya, tangannya dipukul dengan keras, jam tangannya terlempar ke lantai dan hancur. Dabao melawan dengan menghantamkan tinju kecilnya ke arah sang penculik, namun apalah daya anak yang bahkan belum genap tiga tahun. Keduanya akhirnya pingsan setelah mulutnya dibekap dengan saputangan yang berisi obat bius.
"Bawa mereka..!" perintah sang pemimpin.
Para penculik itu mulai mencari San'er keseluruh penjuru rumah, hingga...
"Aku menemukannya, Bos.!'
Tubuh Gong Yu dan Lin Chao bergetar hebat melihat pemandangan yang mengenaskan di depan mereka, air mata tanpa sadar keluar dari mata mereka namun mereka tak berdaya. Apalagi saat melihat San'er ditarik keluar, gadis kecil itu masih memeluk boneka kecilnya, napasnya terlihat tidak biasa, tubuhnya bergetar, wajahnya pucat pasi, namun ada semacam perlawan yang gigih dimatanya, dia tidak menangis, dengan keras kepala dia memandang para penculik itu dengan garang.
Tiba-tiba... Slluuttt....Sluutt.. Jarum kecil meluncur keluar dari jam tangan pintar yang melingkari tangan Sanbao.
"Aaaaaaahhhh....!!!" Penculik yang menarik Sanbao keluar dari lemari berguling-guling sambil memegang matanya yang kesakitan terkena jarum yang meluncur mendadak tanpa sempat dia hindari.
Sanbao berlari menghindari mereka ke arah belakang, namun napasnya yang tersengal membuat dia tidak bisa berlari jauh.
Gong Yu dan Lin Chao sangat bersemangat melihat perlawanan Sanbao, dalam hati mereka berucap "Anak-anak ini sangat tangguh." batin mereka
__ADS_1
Para penculik akhirnya bisa menangkapnya dan membekap mulutnya sama seperti dua saudaranya yang lain.
"Bawa ketiganya, hati-hati, jangan sakiti mereka, sudah ada yang bersedia membeli mereka dengan harga tinggu!"
"MEREKA AKAN DIJUAL!" ucap mereka berbarengan.
Rekaman terhenti ketika ketiga anak itu dibawa keluar.
Xin Ji masih bengong di hadapan rekaman yang terhenti, Kemarahan yang luar biasa membuat wajahnya sangat dingin, sangat dingin sehingga bisa membekukan tulang. tidak ada ekspresi di wajah itu, Lin Chao dan Gong Yu sampai bergidik melihatnya.
Tiba-tiba suara telp Lin Chao berbunyi, berjalan keluar dia menjawab telp.
"Baik, pantau terus dan laporkan perkembangannya!"
"Tuan."
"Ada berita?" tanya Xin Ji dingin
"Ada laporan dari orang kita." Lapor Lin Chao. "Mereka melihat ada pergerakan dari kelompok mafia di pelabuhan sebelah utara, mereka membawa peti kemas berjumlah 3 buah."
"Siapkan orang-orang, Bergerak sekarang!" Perintah Xin Ji dingin dan acuh tak acuh.
"Baik.." Lin Chao segera pergi meninggalkan Xin Ji
"Sani."
"Ayah."
"Apa yang kau tau, laporkan semua?"
"Ayah, mereka adalah sindikat mafia bernama 'Red Ghost' terlibat dalam penjualan senjata ilegal, obat-obatan terlarang, Human Trafficking, pembunuhan dll." Sani menjelaskan. "Jika mereka melakukan transaksi di laut maka akan ada pergantian kapal begitu tiba di laut, semua jalur yang menggunakan kamera pemantau telah dilumpuhkan tapi saya bisa menghidupkan kembali dengan mengaktifkan program 'ZOMBI'."
"Apa itu?" Tanya Gong Yu penasaran, namun karena suaranya tidak masuk dalam identifikasi Sani maka Sani tidak akan menjawab kecuali atas perintah Xin Ji
__ADS_1
Lanjut Besok....@@@