SUAMIKU, AKU MENCINTAIMU, AYO BERCERAI

SUAMIKU, AKU MENCINTAIMU, AYO BERCERAI
Chapt 29. Kecelakaan A Lin 2


__ADS_3

Kakek Shin yang mendapat serangan jantung di rumah sakit, mendapat perawatan intensive  dan di tempatkan di ICU bersebelahan kamar dengan A Lin.


Orang tua A Lin yang bermukim di Inggris akhirnya kembali ke tanah air begitu mendengar kecelakaan A Lin dan serangan jantungnya kakek Shin.


Wajah Shin Min Ah ayah A Lin, begitu muram melihat keadaan putri mereka, sedangkan Kate yang berkewarganegaraan Inggris pingsan karena terlalu sedih.


"Bukankah kamu berjanji menjaga putri kecilku, Gu Xin Ji?!" tuan muda Shin berkata dengan wajah muram dan nada menyecam kepada Xin Ji.


"Saya tidak dalam kapasitas untuk menjaga A Lin 24 jam, jika kalian membutuhkan orang untuk menjaga putri kecil kalian, kalian bisa menyewa jasa bodyguard untuk menjaganya." Xin Ji berkata dingin.


Dia tidak suka, jika disalahkan atas sesuatu yang bukan menjadi kesalahannya, apalagi A Lin bukan siapa-siapanya. A Lin hanyalah teman masa kecilnya dan bukan tunangan apalagi istri, jadi dia tidak perlu menjaganya sedemikian rupa.


Tuan Shin begitu marah mendengar ucapan Xin Ji yang tidak berperasaan. Tangannya terkepal. Saat ini, putri kecilnya sedang di ICU sedangkan laki-laki yang dicintainya malah tidak mau bertanggungjawab.


"Saya tidak akan membiarkan ini." Tuan muda Shin berkata dingin.


"Saya akan menunggu." kata Xin Ji acuh


&&&


Di rumah Yan Hao tepi pantai


Yibao dan Dabao duduk di teras sambil terus memandangi jalanan, setiap ada suara mobil mendekat mereka akan segera bersemangat melihat, tapi kemudian menjadi tidak bersemangat kembali.


Yan Hao yang sudah mengetahui masalah Paman Penolong mau tidak mau menjadi berpikir, siapa paman penolong ini yang membuat mereka begitu menantikan kedatangannya.


Sebulan berlalu dengan cepat, Dabao dan Yibao perlahan melupakan paman penolong yang berjanji akan datang lagi, namun tak kunjung datang. Bagaimanapun mereka hanya anak usia dua tahunan yang akan dengan mudah melupakan sesuatu yang menyakitkan. Sebenarnya, ada rasa kehilangan di dalam hati mereka, namun karena paman penolong tidak pernah datang lagi, mereka perlahan menerima.


Yan Hao sangat sibuk di toko kecilnya, setiap hari tangannya tidak berhenti bekerja merangkai bunga, orderan buqet meningkat dari hari ke hari hingga dia kewalahan. Yan Hao akhirnya harus mencari orang untuk membantunya di toko.


Yan Hao tidak pernah tau, kalau semua itu ulah Xin Ji, diam-diam dia menyimpan Buqet yang dirangkai Yan Hao di akun perusahaan dan meletakan nomor yang bisa dihubungi di bagian bawah buqet.

__ADS_1


Banyak yang tertarik dan kemudian menanyakan perihal buqet bunga tersebut hingga akhirnya mereka melakukan orderan.


Belum lagi memproduksi aneka bunga tersebut menjadi bahan obat yang dicampur rempah lainnya, obat-obatan yang dihasilkan dari bunga hanya untuk penyakit ringan saja, namun semua itu sudah cukup untuk membantu penduduk di daerah pesisir tersebut.


Yan Hao juga menghasilkan produk untuk kecantikan kulit, dan produk untuk makanan, seperti selai bunga, dan minuman tonik yang tentu saja berkhasiat bagi tubuh.


Semua produk turunan yang dihasilkan dari bunga dan rempah berada dibawah naungan merk The Flower's


@@@


Rumah sakit


Kakek Shin yang sempat di rawat inap di rumah sakit, tidak melakukan operasi jantung karena jantungnya kembali berfungsi normal setelah beberap hari di rawat di rumah sakit.


A Lin sudah dipindahkan ke ruang rawat VIP, kondisinya sudah mulai membaik.


Saat pertama kali sadar, Tuan Shin, Kate dan Kakek Shin sangat bahagia, mereka mendekat dan ingin memeluk A Lin, namun tanggapan A Lin membuat mereka Syok.


Ketiganya terpaku di tempat, wajah mereka menegang seperti di sambar petir. Setelah tersadar dari linglung, ibunya A Lin, Kate bergegas memanggil dokter.


dokter memeriksa kembali kondisi A Lin.


"Itu biasa terjadi dengan pasien yang mengalami cedera kepala." kata dokter tenang saat ditanya mengapa A Lin tidak mengenal mereka. "kita akan evaluasi selama beberapa hari, hilang ingatan pasien bisa bersifat sementara atau pun permanen. Sekarang ini, pasien jangan terlalu dipaksa untuk mengingat sesuatu, karena bisa memicu sakit kepala yang hebat." dokter menjelaskan


"Jadi, kapan ingatannya bisa kembali, dokter?" Kate, ibunya A Lin bertanya cemas.


"Itu semua tergantung kondisi dari pasien sendiri, untuk sekarang ini sebaiknya pelan -pelan saja, perkenalkan segala sesuatu yang disukai pasien terlebih dahulu, undang teman-teman akrab, atau kekasih yang bisa memicu kenangan di memory otak pasien."


Setelah memeriksa A Lin dan menjelaskan kondisinya, dokter Yanuar berbalik pergi.


Tuan Shin segera menghubungi Gu Xin Ji.

__ADS_1


"A Lin sudah sadar, aku harap kau bisa meluangkan waktumu untuk menjenguknya."


"Baik," jawab suara di seberang sana.


Saat Xin Ji menuju rumah sakit tempat A Lin di rawat, salju turun membasahi jalanan, sempat tercenung sebentar memandang salju yang melayang-layang di udara, Xin Ji teringat Yan Hao dan si triplet, terutama Sanbao yang menderita Asma akut.


Bagi penderita asma, musim dingin adalah cobaan yang menyakitkan. mengangkat telp, dia menghubungi jam pintar Dabao. Ada rasa bersalah di hatinya karena tidak menghubungi anak-anaknya karena kecelakaan A Lin.


"Halo" Suara dingin dan kekanak-kanakan memenuhi gendang telinganya.


Tersenyum tipis mendengar suara Dabao, anaknya yang cerdas dengan karakter yang sama dengannya.


"Xiaobao, masih ingat paman?" Xin Ji bertanya lembut.


"Tidak..!" Dabao menjawab dingin.


Senyum Xin Ji semakin lebar, "Apakah San'er sehat? Apakah penyakitnya masih sering kambuh?"


"Tidak, ada paman dokter yang selalu datang mengobati Xiaosan."


Alis Xin Ji berkerut, ada rasa tidask suka menyusup dadanya, dia menarik napas panjang beberapa kali untuk menetralkan rasa tidak suka dalam dadanya.


"Paman dokter? Apakah dia selalu kerumah?"


"Tentu saja, paman dokter baik, paman dokter selalu menepati kata-katanya."


Ucapan Dabao seperti menyiram air dingin ke kepala Xin Ji.


"Paman akan datang membawa dokter jenius untuk menyembuhkan San'er, tunggu saja." janji Xin Ji


"Hhmmmm.." Dabao berkata dan menutup telp pintarnya.

__ADS_1


&&&&


__ADS_2