
Gu Xin Ji menggendong Sanbao kepelukannya, lengannya yang satu menahan tangan Yibao sedangkan Dabao dipegang oleh Yan Hao. Sanbao masih memeluk 'Motttie' dan Dabao memegang 'Gerry', mereka tidak berniat membiarkan binatang-binatang itu di klinik, mereka sangat ingin memeliharanya. Tak perduli apa yang terjadi barusan, bagi mereka hewan-hewan lucu itu tidak bersalah.
Dokter tua itu juga tidak menyangka akan ada ular yang lolos dari kerangkengnya, padahal ular-ular itu dikunci dengan baik.
Berulang kali dia meminta maaf pada keluarga itu, Gu Xinji yang wajahnya sudah sangat dingin tidak menanggapi, dia membawa ketiga anak dan istrinya keluar dari petshop itu. Gu Xinji memerintahkan Lin Chao menyelidiki kejadian itu. Intuisinya berkata kalau kejadian ini sepertinya disengaja, ada perancang di belakangnya, klinik ini cuma wadah saja.
Kejadian tak terduga di Klinik membuat mereka syok, tubuh Yan Hao bahkan masih bergetar, seandainya Sanbao tidak bereaksi tepat waktu bisa dipastikan ular itu akan menggigitnya dan anaknya tidak akan selamat, Xin Ji dan Yan Hao masih merinding membayangkan. ketiga anaknya dengan bijaksana menghibur mommynya yang memang mudah sekali merasa takut.
Sosok misterius yang mengeluarkan ular beracun dengan sengaja itu, melihat dengan tenang keseluruhan proses itu lewat monitor, ada semacam kekaguman melihat insting Sanbao yang sangat cepat, kalau saja itu anak-anak yang lain, sudah bisa di pastikan mereka tidak akan selamat, apalagi jenis yang di bebaskan itu adalah jenis yang sangat beracun, satu tingkat dibawah king kobra.
Di vila keluarga Gu, Vila Lanhua. Yan Hao masih ada di kamar anak-anaknya, walaupun mereka memiliki kamar masing-masing, namun mereka lebih suka tidur bersama seperti mereka masih dirumah tepi laut. Dia memberi anak-anaknya susu dicampur jahe. Setelah mereka tidur baru dia keluar dari kamar mereka.
Mottie dan Gerry memiliki kandang sendiri dibelakang rumah, mereka telah diberi makan dan kini sedang tidur. Xinji berniat membeli satu lagi anak anjing sejenis untuk dipelihara dan untuk menjaga anak-anaknya.
Xinji berada d kamar kerja, sedang menelpon Lin Chao untuk memastikan kejadian di petshop.
"Tuan, tidak ada yang janggal dari kejadian tadi." Lin Chao melapor
"Yakin?" Gu Xinji meragukan penyelidikan Lin Chao, bagaimana pun intuisinya tidak pernah salah.
"Saya akan memeriksa ulang, tuan." Lin Chao menjawab
Ketika Yan Hao masuk, Gu Xinji segera menutup telpon, dia menarik istrinya mendekat.
Meletakkan kepalanya di bahu Yan Hao, tangannya dilingkari ke pinggang sang istri.
"Apakah kamu takut?" Xin Ji bertanya lembut.
"Apakah kejadian tadi cuma kecelakaan biasa?" tubuh Yan Hao kembali bergetar mengingat bagaimana ular itu hampir mematok putri kecilnya yang cantik dan imut.
__ADS_1
"Lin chao sedang memeriksa, jangan takut, kita akan segera mengetahuinya, semoga itu hanya kecelakaan biasa." Xin Ji tidak ingin yan Hao kembali takut, terlalu banyak yang menimpanya sejak mereka berpisah 4 tahun yang lalu.
Dia selalu ingin melindungi istri kecilnya yang telah memberinya 3 anak yang cerdas, imut dan luar biasa tampan dalam pelukannya. Dia tidak ingin Yan Hao kembali merasakan ketakutan seperti dulu sampai mengalami afasia, sampai sekarang itu adalah penyesalan terbesarnya.
Yan Hao menikmati cinta suaminya, Xin Ji menggendong Yan Hao menuju kamar mereka, meletakkannya dengan lembut di atas ranjang empuk mereka. Perlahan, dia menunduk mengecup bibir istrinya dengan kuat dan lama, ingin menyingkirkan segala ketakutannya. Yan Hao mengalunkan tangannya ke leher Xin Ji menyambut kehangatan yang diberikan suaminya. Mereka bergumul hingga tak selembar benang pun melekat di tubuh mereka. Suara-suara ambigu menghiasi kamar mereka selama 2 jam.
Dengan tubuh bermandikan peluh, Xin Ji menggendong sang istri yang telah lemas masuk ke kamar mandi dan meletakan Yan Hao dengan hati-hati ke dalam bathtub yang telah diisi air hangat dan sabun aroma therapy. Yan Hao sangat menikmati perlakuan suaminya.
Dia masih ingat dengan jelas ketika Gu Xin Ji yang biasanya kuat, sombong dan dingin, dengan tubuh bergetar memeluknya sambil memohon ampun padanya ketika kembali dengan anak-anaknya yang terluka. Dia bahkan tidak tidur hanya untuk memastikan anak-anaknya terutama Sanbao lepas dari masa kritis. Yan Hao tahu, kalau cinta Gu Xinji yang menikahinya karena terpaksa sekarang adalah miliknya.
Yan Hao tertidur dengan bahagia. Gu Xinji memandang kekasih hatinya dengan tak berdaya yang tertidur di bathtub.
-----------
Triplet di sekolahkan di taman kanan-kanak Sanyuan yang terintegrasi dengan Sekolah Dasar maupun sekolah menengah. Grup sekolah ini, adalah sekolah terkenal di kota ini.
Gu Xinji memutuskan anak-anaknya bersekolah di sekolah Sanyuan, dan mereka akan datang sebagai orang biasa, dia tidak ingin anak-anaknya menjadi sorotan dan menjadi sasaran kriminal, namun begitu, pengawal tersembunyi tetap ada untuk menjaga mereka.
Sebagai kembar identik, mereka akan selalu menjadi sorortan dimana pun mereka berada, terutama Sanbao, Yibao dan Dabao harus selalu melindunginya dari penglihatan anak laki-laki. Mereka tidak suka jika sang adik yang begitu cantik dilihat oleh anak laki-laki.
Mereka seketika menjadi populer disekolah itu, bahkan kakak-kakak dari sekolah dasar maupun sekolah menengah pun pingin melihat mereka. Sanbao dengan tenang duduk, di kiri dan kanannya ada Yibao dan Dabao, mereka dengan tenang melihat guru menjelaskan cara membuat burung dengan kertas origami.
Guru agak kesulitan mengidentifikasi Yibao dan Dabao ketika mereka duduk diam dan tak bersuara, rupa mereka terlalu mirip.
"Yibao dan Dabao, apakah kalian mengerti?" guru menghampiri meja mereka, dia hanya memanggil mereka secara acak, karena memang tidak mengetahui yang mana Yibao yang mana Dabao. Guru melihat mereka hanya pasif, tidak antusias untuk melipat kertas seperti anak yang lain.
"tsk..!" ucap Dabao dingin.
Guru Ming tersenyum mendengar ucapan Dabao.
__ADS_1
"Apakah kalian tidak suka? apakah kalian ingin mengerjakan yang lain?" dia mencoba pendekatan lain dengan anak-anak.
Dabao dengan santai mengambil kertas origami membentuknya menjadi beberapa mainan dengan cekatan. Guru Ming hanya terpana melihat kelincahan tangannya. Ada rasa malu dihatinya.
"Apakah kalian mengetahui teknik yang lain?"
Dabao hanya melihat guru Ming, ekspresinya menjauh seolah "berkata kamu yang guru bukan aku"
Tak lama berselang masuk jam istirahat, seorang anak laki-laki tinggi dengan badan yang gendut dan pipi penuh lemak datang, mulutnya berminyak. Dengan santai dia menarik rambut Sanbao dan berkata "Apakah kamu mau menjadi temanku?"
Sanbao memandangnya seperti melihat anak idiot. "Kakak, apakah dia idiot?" bisiknya kepada Yibao.
Yibao mengangkat bahu, sepertinya mengatakan kalau mungkin saja.
Anak laki-laki gendut itu marah dengan reaksi Sanbao juga Yibao, dia mengambil gambar Sanbao dan merobek-robeknya menjadi kecil-kecil.
Anak laki-laki gendut itu menjadi marah, selama ini dia dijuluki tiran sekolah, tidak ada yang akan melawan meskipun dia bertingkah tidak masuk akal, bahkan guru-guru mentolerir kenakalannya. Dia maju dan membabu buta merobek buku-buku milik Sanbao dan Yibao, dia juga menarik kepang putri Sanbao sehingga ikat rambutnya lepas. Melihat itu, Yibao dan Dabao berdiri dan mulai menghajar tiran cilik sekolah Sanyuan.
Sementara itu, di vila, Yan Hao sedang berkreasi dirumah kaca ketika panggilan dari sekolah si kembar tiga datang
"Apakah anda orang tua Sanbao, Yibao dan Dabao." Sapa seseorang dari ujung telpon
"Iya, saya."
"Bisakah anda kesekolah sekarang, mereka bertiga terlibat perkelahian dengan beberapa murid."
Setelah terdiam beberapa saat Yan Hao menjawab, "Baik, saya akan kesana."
-----------Lanjut Besok @@
__ADS_1