Suamiku Arogant

Suamiku Arogant
Tukaran Identitas


__ADS_3

Tuan Richard terdiam tanpa menjawab ucapan asisten Rey sedangkan asisten Rey hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan. Tuan Richard mengingat perkataan dokter Rebecca membuat dirinya semakin bertambah bersalah dengan mengeluarkan kata - kata yang bertentangan dengan kata hatinya.


"Aku tahu kalau mobil milik suamiku lebih mahal dari pada aku jadi jika suatu saat nanti mommy meninggal dunia tidak ada yang perduli karena mommy dari dulu hingga sekarang tidak ada harganya." Ucap dokter Rebecca sambil tersenyum dan menahan agar air matanya tidak keluar.


" Jaga diri daddy baik - baik," ucap dokter Rebecca kemudian mengecup pipi tuan Richard.


Kata - kata dokter Rebecca membuat tuan Richard sangat - sangat menyesal dan air mata nya tidak berhenti keluar tanpa memperdulikan dikatakan cengeng oleh asisten Rey atau pun bodyguard yang merangkap sebagai sopir.


Asisten Rey tidak lagi mengeluarkan suaranya karena dirinya tahu kalau tuan Richard menyesali apa yang dilakukan dan yang dikatakan waktu ada dokter Rebecca.


Tidak terasa mereka sudah sampai di bandara dan tanpa menunggu asisten Rey membuka pintu mobil tuan Richard keluar dari mobil dan diikuti oleh asisten Rey.


Mereka berjalan tanpa memperdulikan tatapan lapar dari para gadis dan para wanita hingga Airport Safety and Sekuriti Senior Manager menyambut kedatangan mereka dan di bawa ke ruangannya.


Tuan Richard dan asisten Rey melihat dokter Rebecca bertemu dengan seorang gadis yang wajahnya mirip dengan dokter Rebecca hingga mereka berjalan ke arah kamar mandi.

__ADS_1


" Bisakah di ulangi rekamannya dengan ditambahkan suaranya?" tanya asisten Rey.


"Bisa tuan," jawab manager tersebut.


Manager tersebut memerintahkan bagian IT untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh asisten Rey dan tidak berapa lama mereka melihat kembali video rekaman cctv hingga dua belas menit kemudian mereka sudah selesai menonton rekaman video tersebut.


"Berarti yang berada di pesawat adalah dokter Amanda dan nyonya Rebecca kini berada di negara Y," ucap asisten Rey sambil mengambil ponselnya yang di simpan di saku jasnya.


" Siapkan pesawat, kita pergi ke negara Y," perintah tuan Richard sambil membalikkan badannya.


Asisten Rey mengucapkan terima kasih ke manager tersebut karena telah membantunya kemudian menyusul tuan Richard bersamaan kedatangan Debora dan Elena.


"Bagaimana dengan putriku? Putriku masih hidup kan?" tanya Elena dengan mata sembab karena sepanjang jalan dirinya menangis.


"Masih hidup sekarang kami mau pergi ke negara Y," ucap tuan Richard sambil tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Lho tadi bukannya pesawatnya meledak dan semua penumpang tidak selamat?" tanya Elena.


"Memang benar tapi ternyata Rebecca tukaran identitas dengan temannya, temannya ingin pergi ke negara Y tapi mommy nya sakit dan membutuhkan tiket pesawat ke negara S. Rebecca akhirnya mengusulkan untuk bertukar identitas agar temannya bisa pulang ke negara S sedangkan Rebecca yang ingin pergi ke negara S akhirnya batal dan pergi ke negara Y," jawab tuan Richard.


"Kalau begitu tante mau pergi ke negara Y," ucap Debora.


"Mommy juga mau ke negara Y," sambung Elena.


"Lebih baik mommy dan tante pulang saja nanti kami kabarin," ucap tuan Richard.


"Tapi tante ingin bertemu dengan putriku," ucap Debora.


"Kok kalian berdua memanggilnya dengan sebutan tante seharusnya ibu," ucap Elena.


Elena baru menyadari karena sejak tadi dirinya merasa bersalah dengan Debora karena membuat putrinya pergi dan bercerai dengan putranya hingga dirinya tidak fokus dengan panggilan Debora dengan putranya

__ADS_1


__ADS_2