Suamiku Arogant

Suamiku Arogant
Sandra dan Richardo


__ADS_3

"Kita lebih baik pergi dari sini," ucap Sandra sambil berdiri.


"Hei Sandra, masih sendiri saja," tanya seorang wanita dengan wajah sinis tanpa melihat ada Richardo yang sedang duduk.


"Memang masalah? Kamu juga sendiri? Di tinggal lagi ya sama kekasihmu? Sudah berapa kali di tinggal sama pria? Sepertinya para pria yang kamu dekati pergi semua," ucap Sandra dengan berbagai pertanyaan sambil tersenyum menyeringai.


"Kata siapa aku sendiri? Sebentar lagi kekasihku datang," jawab wanita itu.


Cup


"Kenapa sayangku, tidak mencari tempat duduk?" tanya seorang pria tiba - tiba datang sambil memeluk wanita itu tanpa melihat ada Sandra.


"Honey, lihat di depan kita," ucap wanita itu dengan nada manja.


Pria itu pun menatap ke arah depan dan wajahnya terkejut karena melihat Sandra mantan kekasihnya yang sengaja diputuskan demi wanita yang kini sedang dipeluknya.


"Sandra," panggil pria itu dengan nada terkejut.


"Kalian berdua memang pasangan yang sangat cocok, yang wanita demi kehangatan ranjang nya rela melakukan segala cara untuk merebut pria yang sudah mempunyai kekasih padahal jelas-jelas pria itu adalah kekasih milik sahabatnya sedangkan pria nya demi uang dan kedudukan memutuskan hubungan kita padahal selama ini aku sering membantu mu. Sungguh pasangan yang sangat menjijikan dan aku bersyukur kita tidak jadi menikah," ucap Sandra dengan wajah sinis.


Sepasang kekasih itu sangat kesal dengan ucapan Sandra membuat ke duanya mengangkat tangan nya untuk menampar wajah Sandra.


Grep

__ADS_1


Grep


Richardo yang sejak tadi diam mendengarkan percakapan mereka bertiga namun ketika sepasang kekasih itu ingin menampar Sandra langsung berdiri dan menahan tangan ke duanya.


"Jangan pernah menyentuh ataupun menyakiti calon istriku," ucap Richardo sambil menatap sepasang kekasih dengan tatapan tajam.


Bruk


Bruk


Selesai bicara Richardo mendorong sepasang kekasih tersebut hingga terjatuh karena belum ada persiapan.


"Kalian pasangan kekasih? Sejak kapan? Kapan kalian menikah?" tanya pria itu dengan wajah sangat terkejut sambil bangun begitu pula dengan wanita itu.


"Sejak hari ini," jawab Richardo sambil memeluk pinggang Sandra dari arah samping.


"Memang benar, sebentar lagi kami akan menikah," jawab Sandra sambil membalas pelukan Richardo.


"Pasti kamu merayunya," ucap wanita itu yang selalu iri dengan keberuntungan Sandra karena itulah dirinya selalu merebut apa yang dimiliki oleh Sandra.


("*Si*l kenapa Sandra dapat pria yang lebih tampan dan kaya," ucap wanita itu dalam hati*).


"Memangnya aku kamu yang selalu merayu para pria," sindir Sandra.

__ADS_1


"Kamu ...." ucapan wanita itu terpotong oleh Sandra.


"Sayang, lebih baik kita pergi saja jangan ngurusin orang - orang yang tidak penting,'' ucap Sandra


Cup


"Baik sayang, kita pergi saja," jawab Richardo sambil mengecup bibir Sandra.


Hal itu membuat Sandra menatap nya dengan tatapan horor sedangkan pelakunya hanya tersenyum meledek Sandra.


"Paling pernikahan kalian tidak semewah pernikahan kami," ucap wanita itu sambil tersenyum seperti merendahkan Sandra.


"Kata siapa pernikahan kami tidak mewah? Justru pernikahan kami sangat mewah dan mengalahkan pernikahan kalian, benar kan sayang?" tanya Sandra sambil menatap wajah tampan Richardo dengan tatapan memohon.


"Tentu saja, tunggu saja undangan pernikahan dari kami," jawab Richardo yang tidak tega dengan tatapan memohon Sandra.


"Ayo sayang, kita berpamitan dengan ke dua orang tua ku setelah itu kita membeli cincin pernikahan dan satu set perhiasan sekalian membeli gaun pernikahanmu dan juga pakaianku," ucap Richardo.


"Ok," jawab Sandra sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Richardo.


Entah kenapa Richardo sangat senang melihat sikap Sandra walau hanya memanasi sepasang suami istri tersebut. Richardo bisa melihat dengan jelas wajah kemarahan mereka tapi Richardo tidak perduli.


Richardo dan Sandra berjalan meninggalkan mereka sambil saling berpelukan membuat dua pasang mata menatapnya dengan tatapan menahan amarahnya.

__ADS_1


("***Aku akan merebut pria itu jika pria itu lebih kaya dari suamiku dan suamiku aku tendang," ucap wanita itu dalam hati).


("Aku tidak rela kalau Sandra menikah dengan pria lain walau aku sudah menikah," ucap pria itu dalam hati***).


__ADS_2