Suamiku Arogant

Suamiku Arogant
Masa Lalu Sandra


__ADS_3

"Kita ke taman depan tapi aku mohon lepaskan pelukannya," pinta Sandra sambil melepaskan pelukannya.


"Ok," jawab Richardo singkat yang juga melepaskan pelukannya walau dalam hatinya tidak rela.


Mereka berjalan ke arah taman depan tanpa ada yang bicara sedikitpun karena masing - masing sibuk dengan pikiran masing-masing. Sandra duduk di bangku taman dengan di ikuti Daka duduk di samping Sandra.


"Pria itu awalnya mengejar-ngejar aku dengan sejuta kebaikan dan perhatian hingga membuatku jatuh cinta." ucap Sandra mengawali cerita tentang masa lalu bersama mantan kekasihnya.


Richardo hanya diam mendengarkan apa yang dikatakan oleh Sandra sambil menatap ke arah taman walau dalam hatinya ada rasa cemburu.


"Dia bercerita tentang keluarganya yang yang sangat sederhana dan ingin membahagiakan orang tuanya. Aku tidak masalah akan hal itu karena aku lebih menyukai pria yang sayang dengan keluarganya," ucap Sandra yang enggan menyebutkan namanya.


"Seminggu sekali kami bertemu, Minggu pertama dia pergi ke kotaku karena jarak kota kami lumayan jauh dan Minggu ke dua aku ke rumahnya. Kadang aku membayar makanan yang kami makan dan jika aku ke rumahnya dia aku membantu mencuci pakaiannya dia dan membersihkan rumahnya yang tidak pernah aku lakukan di rumah dan aku tidak pernah mempermasalahkan hal itu karena aku tulus mencintainya," sambung Sandra.


Sandra menghembuskan nafasnya dengan perlahan untuk menghilangkan rasa sesak di hatinya.


"Kadang dia meminjam uangku untuk membayar kontrakan dan aku meminjamkannya karena tidak tega," ucap Sandra.


"Apakah di ganti? Kenapa dia meminjam uang? Apa dia tidak berkerja?" tanya Richardo beruntun.

__ADS_1


"Di ganti, Dia pinjam uang karena Dia kontrak rumah bersama ke dua temannya tapi salah satu temannya mau menikah karena itulah biaya kontrak kan mau tidak mau di bagi berdua dan mengenai pria itu dia berkerja hanya saja gajinya kecil.'' jawab Sandra.


"Lalu apa yang terjadi selanjutnya?" tanya Richardo penasaran.


"Suatu ketika aku bertemu dengan mantan sahabat baikku, aku bercerita tentang mantan kekasihku dan meminta bantuan untuk mencarikan pekerjaan. Mantan sahabat ku yang aku kira baik mau membantunya mencarikan pekerjaan yang gajinya lebih besar dari pekerjaannya yang sekarang," jawab Sandra.


"Apakah mantan sahabat mu yang menikah dengan mantan kekasih mu yang tadi barusan kita temui?" tanya Richardo.


"Ya," jawab Sandra singkat.


"Terus wanita itu berhasil mencarikan pekerjaan?" tanya Richardo.


"Ya, karena koneksinya dia sangat banyak," jawab Sandra.


"Lalu?" tanya Richardo.


Sandra kembali menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap ke arah bunga - bunga yang tumbuh di taman.


"Ketika Dia sampai di kota J, aku menghubungi dirinya dan menanyakan kabarnya dan bagaimana tinggal di kota baru namun yang membuatku kecewa mantan sahabatku menceritakan kalau mantan kekasihku menghubungi dirinya dan memberikan kabar. Aku kekasihnya tapi kenapa malah menghubungi mantan sahabatku. Aku hanya diam ketika mantan sahabatku menceritakan apa yang dilakukan oleh mantan kekasihku," ucap Sandra.

__ADS_1


"Biasanya mantan kekasihku setiap hari menghubungi diriku tapi semenjak tinggal di kota J tidak pernah menghubungi diriku. Aku yang selalu menghubungi dirinya dan Dia mengatakan kalau di tempat kerja yang baru dirinya sangat sibuk. Aku berusaha mengerti dan tidak menuntut tapi aku harus menelan pil pahit karena mantan sahabatku tahu semua apa yang dilakukan oleh mantan kekasihku." ucap Sandra.


"Lalu?" tanya Richardo.


"Hingga suatu ketika aku menghubungi dirinya tapi tidak di angkat. Mantan sahabatku mengatakan: Kok tidak di angkat ya? Kalau aku di angkat lho," ucap Sandra menirukan ucapan mantan sahabatnya.


"Lalu mantan sahabatku menghubungi mantan kekasihku dan tidak di angkat juga namun malamnya mantan kekasihku menghubungi mantan sahabatku." sambung Sandra kemudian menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


"Lalu apa yang kamu lakukan?" tanya Richardo sambil menahan amarahnya terhadap pria yang tidak tahu diri itu.


"Hingga suatu ketika aku menghubungi mantan kekasihku tapi tidak di angkat lalu aku mencoba menghubunginya dengan mengunakan ponsel temanku dan sambungan pertama langsung di angkat." jawab Sandra sambil menghembuskan nafasnya dengan perlahan kembali menghilangkan rasa sesak di hatinya.


"Aku bertanya kenapa kalau aku telepon jarang di angkat tapi kenapa setiap sahabat ku menghubunginya langsung di angkat. Dia jawab karena sahabatku yang mencarikan aku pekerjaan jadi tidak enak. Lalu aku bertanya kenapa nomer telpon yang tidak di kenal langsung di jawab tapi kenapa telepon ku tidak? Dia bilang karena takutnya telepon itu penting dari kantor," sambung Sandra.


"Setahun aku bersabar untuk mengerti akan kesibukannya namun kesabaran ku ada batasannya. Aku memutuskan hubungan kami yang berjalan selama dua tahun lebih dan aku pikir dia tidak terima tapi perkiraan ku salah dia langsung menyetujui keputusanku," ucap Sandra sambil tersenyum tapi hatinya terluka.


"Saat itu juga aku kirim pesan ke mantan sahabatku : Selamat ya, kamu berhasil membuat hubungan kami menjadi putus. Tapi paginya mantan kekasihku kirim pesan dan mengatakan : Jangan pernah menyalahkan Bela karena Bela tidak bersalah dan tidak ada hubungan dengan putusnya hubungan kita," ucap Sandra dan tidak berapa lama air matanya keluar.


"Oh ya kak, setelah aku cerita tentang masa laluku berarti mulai besok dan seterusnya kita tidak akan bertemu lagi karena aku akan pergi ke luar kota," ucap Sandra sambil turun dari kursi taman.

__ADS_1


Grep


"Apa maksudmu?" tanya Richardo sambil menahan tangan Sandra.


__ADS_2