
"Jika suatu saat nanti aku difitnah lagi, apakah tuan Richard akan mengusir budak hina ini?" tanya dokter Rebecca sambil menarik tangannya yang digenggam oleh tuan Richard.
"Jangan pernah mengatakan kamu budak, kamu itu istriku istri yang sangat aku cintai," ucap tuan Richard yang tidak suka dengan ucapan dokter Rebecca.
"Mengenai jika seandainya itu terjadi lagi aku akan mempercayai dirimu," sambung tuan Richard.
"Tapi kenapa aku tidak yakin ya?" tanya dokter Rebecca yang masih enggan menatap wajah tuan Richard.
"Apa yang harus aku lakukan jika kamu percaya denganku?" tanya tuan Richard.
"Aku tidak tahu dan sekarang aku ingin sendiri pergilah," usir dokter Rebecca sambil memejamkan matanya.
Tuan Richard menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian dirinya mengambil pistol dari balik jasnya kemudian mengarahkan pistol itu tepat di keningnya.
"Mungkin dengan kematian ku bisa membuatmu percaya padaku," ucap tuan Richard sambil menarik pelatuknya.
Dokter Rebecca yang mendengar ucapan tuan Richard memaksakan membuka matanya dan melihat suaminya mengarahkan pistolnya ke arah keningnya membuat dokter Rebecca berusaha bangun untuk merebut pistol suaminya tanpa memperdulikan rasa sakit pada perutnya.
"Apa yang tuan Richard lakukan?"pekik dokter Rebecca sambil menarik pistol tersebut tapi tuan Richard berjalan mundur.
"Mungkin dengan cara seperti ini bisa membuatmu mau memaafkan aku," ucap tuan Richard.
("Aku tahu di matamu masih ada cinta untukku, maaf aku terpaksa melakukan ini agar kamu mau memaafkan aku dan kita bisa berkumpul kembali seperti dulu tapi di tambah dengan Richardo putra kita," ucap tuan Richard dalam hati karena dirinya tidak mungkin mengatakan secara langsung karena rencananya bisa gagal total kalau dirinya sebenarnya berpura - pura melakukan hal itu).
__ADS_1
"Aku..." ucapan dokter Rebecca terputus karena perutnya terasa sakit sekali membuat dokter Rebecca memejamkan matanya.
Bruk
Grep
Tubuh dokter Rebecca ambruk dan nyaris jatuh dari ranjang untunglah tuan Richard langsung menangkap tubuh mungil istrinya kemudian membaringkan perlahan ke arah ranjang lalu menyimpan kembali pistol tersebut di balik saku jasnya.
"Sayang," panggil tuan Richard sambil menepuk keningnya.
"Kok pipinya Rebecca berdarah?" tanya tuan Richard sambil membersihkan noda darah dengan menggunakan tangannya.
"Kenapa tanganku juga berdarah?" tanya tuan Richard yang melihat tangan kanannya juga berdarah.
"Sayang maafkan aku, gara - gara aku kamu terluka lagi," ucap tuan Richard.
Tidak berapa lama pintu ruangan terbuka tampak dokter berjalan ke arah tuan Richard dan dokter Rebecca dengan diikuti oleh perawat kemudian meminta tuan Richard menunggu di luar.
Tuan Richard dengan patuh keluar dari ruang perawatan sambil berharap istrinya baik - baik saja, tuan Richard duduk sambil pandangan matanya ke arah pintu perawatan dengan wajah kuatir tanpa memperdulikan tatapan para gadis dan wanita yang menatap wajah tampan tuan Richard.
Lima belas menit kemudian pintu ruang perawatan terbuka membuat tuan Richard langsung turun dari kursi kemudian berjalan ke arah dokter tersebut.
"Bagaimana keadaan istriku dok?" tanya tuan Richard dengan nada kuatir.
__ADS_1
"Bekas jahitan operasi terbuka dan sudah diperbaiki hanya saya minta agar istri tuan jangan melakukan gerakan yang tiba - tiba karena jahitannya masih baru," ucap dokter tersebut.
"Baik dok," jawab tuan Richard.
"Kalau begitu saya pamit dulu ingin mengecek pasien lainnya," pamit dokter tersebut.
Tuan Richard hanya menganggukkan kepalanya kemudian dokter tersebut pergi meninggalkan tuan Richard dengan diikuti oleh perawat sedangkan tuan Richard masuk ke dalam ruang perawatan dan melihat dokter Rebecca memejamkan matanya.
Tuan Richard duduk di kursi di samping ranjang istrinya sambil menggenggam tangan dokter Rebecca kemudian mengecup punggung tangan istrinya dengan lembut.
"Sayang. maafkan aku," ucap tuan Richard dengan nada lirih.
Karena lelah tuan Richard menyandarkan kepalanya di ranjang dengan menggunakan ke dua tangannya dan tangan kanan dokter Rebecca yang tidak di infus sebagai bantalannya.
Tidak membutuhkan waktu lama tuan Richard tidur dengan pulas menyusul mimpi indah dokter Rebecca yang masih tidur dengan pulas efek dari obat biusnya.
Di tempat yang berbeda seorang wanita sangat marah ketika mendapatkan informasi kalau Richardo tidak berhasil diculik oleh orang suruhannya.
"Si*l kenapa harus gagal, padahal sebentar lagi berhasil," ucap wanita itu dengan nada kesal sambil membanting barang - barang yang ada didekatnya.
"Semoga saja Rebecca tidak bisa diselamatkan," sambung wanita itu lagi.
Setelah puas membanting semua barang - barang yang berada di sekitarnya sambil marah - marah tidak jelas, wanita itu langsung berbaring di ranjang karena tubuhnya lumayan lelah dan tidak membutuhkan waktu lama wanita itu tidur dengan pulas sambil menyumpahi dan memaki dokter Rebecca.
__ADS_1
"Semoga kamu ma*i Rebecca!!! Aku sangat membencimu," maki wanita itu.