
"Arthur," panggil Sandra sambil tersenyum.
"Ya ampun Sandra tambah cantik saja," puji Arthur.
"Terima kasih atas pujiannya," ucap Sandra.
"Bagaimana kalau kita mengobrol di kantin?" Ajak Arthur.
"Bo.. " ucapan Sandra terpotong oleh Richardo.
"Tidak," jawab Richardo singkat.
Richardo yang sedang kesal dengan ucapan Cintya hatinya bertambah kesal ketika Sandra mengobrol dengan pria lain membuat Richardo tanpa sadar kalau dirinya cemburu.
Richardo menarik tangan Sandra tanpa memperdulikan teriakan Cintya dan Arthur sedangkan Sandra bingung dengan sikap Richardo.
Hingga di lorong sepi Richardo mendorong tubuh Sandra ke arah tombak membuat Sandra meringis menahan rasa sakit karena tubuhnya terbentur tembok.
"Kenapa menarik tanganku dan mendorongku? Apa salahku?" tanya Sandra dengan nada kesal.
"Memangnya kamu tidak sadar atas kesalahan yang tadi kamu lakukan?" tanya Richardo membalas pertanyaan dengan pertanyaan.
"Kesalahan apa?" tanya Sandra dengan wajah bingung karena dirinya tidak melakukan kesalahan.
"Menerima ajakan pria itu," jawab Richardo dengan nada masih cemburu.
"Cemburu?" tanya Sandra.
"Tidak," jawab Richardo singkat.
"Kalau tidak kenapa kak Richardo marah?" tanya Sandra sambil menatap mata Richardo.
__ADS_1
"Apakah kamu tidak tahu kalau sebentar lagi kita menikah jadi jaga sikapmu," ucap Richardo dengan nada kesal.
"Baik aku minta maaf lalu bagaimana dengan kak Richardo?"tanya Sandra.
"Aku memangnya kenapa?" tanya Richardo.
"Apakah kak Richardo tidak ingat ada seorang wanita siapa itu namanya? Oh ya si ulat keket yang ingin memecatku jika aku tidak sopan dengan kak Richardo dan si ulet keket," ucap Sandra dengan nada kesal dengan ucapan wanita itu.
"Pfftttt,"
"Jangan ketawa tidak lucu," ucap Sandra sambil melangkahkan kakinya.
Grep
Cup
Richardo menahan tangan Sandra kemudian memeluknya. Richardo mencium bibir Sandra secara singkat kemudian menjilati bibirnya.
Bugh
"Dasar mesum," pekik Sandra sambil memukul bahu Richardo.
"Ciuman pertama ku," sambung Sandra dengan nada kesal.
"Aku juga ciuman pertama jadi sama - sama dong," jawab Richardo.
"Oh ya, lalu dengan si ulet keket? Memang nya tidak pernah berciuman?" ledek Sandra sambil berusaha melepaskan pelukan Richardo.
"Cemburu?" tanya Richardo.
"Buat apa cemburu, lepas aku ingin pamit dengan ke dua orang tua mu setelah itu aku mau pulang," ucap Sandra.
__ADS_1
Richardo terpaksa melepaskan pelukannya entah kenapa terasa berat untuk melepaskannya.
"Aku akan mengantar mu pulang," ucap Richardo.
"Tidak usah urus saja si ulat keket dari pada nanti aku di pecat," sindir Sandra sambil berjalan meninggalkan Richardo.
"Perusahaan itu milikku dia tidak berhak memecatmu," ucap Richardo sambil mengikuti langkah Sandra.
"Kenapa waktu si ulat keket bilang begitu kak Richardo diam saja?" tanya Sandra yang masih berjalan tanpa memperdulikan Richardo yang mengikuti dirinya.
"Tadi aku ingin bilang tapi keburu datang si gerandong," jawab Richardo.
Bruk
Grep
Sandra menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya secara mendadak membuat Sandra menabrak dada bidang Richardo. Hal itu membuat Sandra nyaris terjatuh kalau seandainya Richardo tidak memeluk tubuh Sandra.
"Gerandong?" tanya Sandra tanpa memperdulikan dirinya menabrak tubuh Richardo.
"Kamu nyebut Cintya dengan sebutan ulat keket dan aku menyebut pria yang mengobrol dengan sebutan gerandong, apakah masalah ?" tanya Richardo dengan nada santai.
"Namanya Arthur, dia teman kuliah ku dan ingat jangan panggil gerandong," ucap Sandra dengan nada kesal sambil berusaha melepaskan tangan Richardo yang masih memeluknya.
"Gerandong ... Gerandong..." panggil Richardo dengan nada mengejek sambil melepaskan pelukannya.
Bugh
Sandra memukul bahu Richardo kemudian membalikkan badannya meninggalkan Richardo dengan wajah kesal sedangkan Richardo tidak marah karena tidak merasakan sakit sedikitpun.
"Nyebelin," ucap Sandra dengan nada kesal.
__ADS_1