Suamiku Arogant

Suamiku Arogant
Jujur


__ADS_3

"Oh ya kita belum berkenalan, namaku Rey," ucap asisten Rey memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangan kanannya.


"Arandiah tapi panggil saja Diah," ucap Diah memperkenalkan dirinya dan membalas uluran tangan asisten Rey.


"Kita sudah bertemu dua kali," sambung Diah sambil melepaskan tangannya begitu pula dengan asisten Rey.


"Oh ya, yang pertama di mana?" tanya asisten Rey.


"Waktu aku membawa adikku Richardo di sekolah di mana wajahnya sangat mirip dengan pria di sebelah kak Rey," ucap Diah.


"Maaf aku kurang perhatikan tapi kalau mengenai anak kecil yang bernama Richardo aku ingat karena wajahnya hampir sama dengan tuan Richard bos ku," jawab asisten Rey.


"Aku paham kalau wajahku jelek makanya orang jijik memandangku," ucap Diah sambil tersenyum hambar.


"Maaf, sebenarnya setiap ada wanita aku tidak memperhatikannya hanya memandangnya sekilas setelah itu aku tidak perduli jadi aku minta mulai sekarang dan seterusnya jangan pernah mengatakan kamu jelek ataupun merasa orang memandang mu dengan rasa jijik karena kamu adalah wanita cantik dan enak untuk di lihat," ucap asisten Rey.


"Kenapa kak Rey sangat baik padaku?" tanya Diah dengan mata berkaca - kaca karena baru kali ini bertemu dengan seorang pria yang baik dan perduli pada dirinya.


"Jujur mungkin ini terlalu cepat tapi yang pasti kakak sangat nyaman dekat denganmu, maukah kamu menjadi kekasihku?" tanya asisten Rey dengan wajah serius tanpa basa basi.


"Aku..." ucap Diah menggantungkan kalimatnya.


"Kamu tidak perlu menjawabnya sekarang," ucap asisten Rey.


"Maaf kak Rey, bukannya aku menolaknya tapi kak Rey sangat tampan dan kaya pasti ada wanita yang lebih sempurna dari pada aku," ucap Diah dan entah kenapa hatinya sakit ketika mengatakan hal itu.


"Apa sebenarnya kamu ingin mengatakan kalau aku pria yang tidak sempurna karena berkerja dengan bos ku sedangkan para wanita menginginkan seorang pria seperti bos ku yang sangat kaya dan tampan," ucap asisten Rey sambil tersenyum kecut.


Grep


"Tidak ada dalam pikiranku seperti itu karena yang ada dalam pikiranku adalah aku sangat mengharapkan seorang pria yang sangat tulus mencintaiku apa adanya dan bertanggung jawab sebagai suami serta tidak pernah memukulku jika aku menikah dengannya," jawab Diah sambil menggenggam tangan asisten Rey.


Asisten Rey menatap mata Diah dan tidak ada kebohongan dimatanya membuat asisten Rey tersenyum bahagia karena sesuai dugaannya kalau Diah adalah wanita berbeda tidak seperti wanita lainnya yang hanya menyukai dirinya karena dirinya tampan dan mempunyai uang.

__ADS_1


"Jika aku pria yang ada dipikiran mu, apakah kamu mau menjadi kekasihku?" tanya asisten Rey penuh harap.


Diah yang melihat tatapan penuh harap membuat Diah menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menganggukkan kepalanya tanda setuju membuat asisten Rey tersenyum bahagia.


Cup


"Terima kasih dan mulai sekarang kita adalah sepasang kekasih," ucap asisten Rey kemudian mengecup punggung tangan Diah.


"Biasanya pria menanyakan tentang hal pribadi setelah itu pria tersebut memutuskan apakah melanjutkan hubungannya atau memutuskan hubungan secara sepihak," ucap Diah.


"Aku bukan pria seperti itu, karena di mataku kamu adalah wanita yang sempurna untukku," jawab asisten Rey dengan nada yakin.


"Terima kasih kak Rey mau menerimaku apa adanya," jawab Diah.


"Sama - sama," jawab asisten Rey.


"Oh ya, kamu mengenal sepasang suami istri tadi?" tanya asisten Rey penasaran.


Diah menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil memejamkan matanya sebentar kemudian menatap wajah tampan asisten Rey kekasih barunya.


"Pria itu sebenarnya mantan kekasihku, dulu aku sering membantunya dalam arti memberikan finansial karena saat itu pria itu belum berkerja hingga suatu ketika aku meminta bantuan mantan sahabatku untuk mencarikan pekerjaan dan sahabatku setuju tapi belum ada seminggu pria itu tiba - tiba menghilang tanpa kabar setiap aku telepon pria itu kadang mengangkatnya kadang tidak." ucap Diah yang enggan menyebutnya mantan kekasih.


"Memang pria itu berkerja di mana?" tanya asisten Rey menahan amarahnya terhadap pria tersebut yang tidak mempunyai perasaan terima kasih.


"Di Jambi, hubungan jarak jauh membuatku curiga terlebih sahabatku mengatakan segala aktifitas pria itu dan ketika aku protes pria itu marah - marah dan mengatakan dirinya terpaksa mengangkat teleponnya karena mantan sahabatku sering membantunya untuk menghubungi temannya agar pekerjaannya dimudahkan. Seminggu kemudian mantan sahabatku mengatakan kalau dirinya akan menikah dengan pria brengs*k itu," ucap Diah.


"Apakah kamu sangat bersedih?" tanya asisten Rey.


"Awalnya iya aku sangat sedih karena itulah aku pergi ke negara Y," jawab Diah.


"Negara Y?" tanya ulang asisten Rey.


"Iya negara Y dan di sana aku bertemu dengan seorang wanita di mana wanita itu melawan para preman karena ingin menculik putranya. Aku membantunya hingga membuat mereka babak belur dan sejak kejadian itu aku tinggal bersama wanita itu yang sudah aku anggap sebagai kakak," ucap Diah tanpa sadar.

__ADS_1


"Berarti Richardo bukan adikmu? Tapi kenapa kamu mengatakan dengan sebutan kakak?" tanya asisten Rey penasaran.


"Richardo memang bukan adikku dan mengenai kenapa aku tidak mau di panggil tante karena aku masih muda dan belum menikah karena itulah aku minta di panggil dengan sebutan kakak." ucap Diah menjelaskan.


"Kalau boleh tahu siapa ayahnya Richardo?" tanya asisten Rey.


"Aku tidak tahu karena kak Rebe ... eh kak Elisabeth tidak menyebutkan siapa nama suaminya dan yang pasti pria tersebut kembali dengan cinta pertamanya dan kemungkinan sudah menikah dan hidup bahagia bersama istri barunya." jawab Diah hampir keceplosan.


"Kak Rebe...? Maksudnya kak Rebecca?" tanya asisten Rey sambil menatap Diah.


"Maaf kak Rey, aku tidak bisa mengatakannya," jawab Diah sambil menundukkan wajahnya.


"Apakah kamu ada fotonya?" tanya asisten Rey penuh harap.


("Semoga wanita itu adalah nyonya Richard," ucap asisten Rey dalam hati).


"Untuk apa?" tanya Diah penasaran.


"Untuk memastikan apakah wanita itu adalah nyonya Richard ," jawab asisten Rey.


"Tunggu, maksud kak Rey kalau kak Rebecca adalah istrinya bosnya kak Rey?" tanya Diah keceplosan.


"Berarti benar kalau wanita itu adalah Rebecca?" tanya asisten Rey.


Hening


Hening


"Kamu tahu dua hal yang tidak aku sukai dan yang paling aku benci yaitu yang pertama mengkhianati dan yang ke dua tidak jujur satu sama lainnya karena itu walau aku sangat mencintaimu tapi jika kamu melakukan salah satu yang tidak aku sukai perasaan itu akan hilang dalam sekejap mata," ucap asisten Rey dengan nada tegas.


Diah menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil memejamkan matanya di satu sisi dirinya ingin mengatakan ke asisten Rey kekasih barunya tapi di sisi lain dirinya tidak bisa mengkhianati dokter Rebecca.


"Sebelum aku menjawab, bolehkan aku tanya dua hal dari kak Rey? Tapi aku minta kak Rey jujur dan tidak membohongi aku, apakah kak Rey bersedia?" tanya Diah akhirnya setelah dirinya lama berfikir.

__ADS_1


__ADS_2